Ini adalah kisah seorang perempuan yang cantik yang memiliki dendam dengan orang yang sudah membuat mama tercintanya meninggalkan dirinya,banyak hal mengubah dirinya menjadi seperti sekarang.
Bertemu dengan seorang pria yang akan menjadi cinta perta...
"Gue orang yang akan melindungi apapun yang terjadi dengan Tasya karena dia orang yang gue sayang,dan loh engga berhak mengatakan hal itu pada dia!"
"Mau loh sayang sama Tasya cinta mati kek engga perduli gue,gue cuma punya urusan sama dia bukan loh!"Naura menarik Tasya namun Rasya malah mendorongnya
"Anjing loh sya"bentak elang tidak suka
"Loh nga papa?"kata Ale dan Cantika membantu nau berdiri
"Kenapa hah kalian ga suka?lagian siapa suruh jadi cewek sok berkuasa di sini"kata Rasya
Plak Dia mendapatkan tamparan dari Naura
"Sebelum loh datang ke sini gue udah berkuasa ya bangsat,engga usah sok menjadi pengatur deh"teriak Naura tepat di depan wajah Rasya
"Nih makan tuh cewek loh ya kaya babi"Naura menarik Tasya lalu mendorongnya ke lantai
"Satu sama"setelah itu Naura pergi di susul elang azka
"Munafik"sindir Ale
"Kayanya cinta tapi kok jadian sama musuhnya"ucap Cantika juga
"Lain kali mah cari cewek yang lebih tinggi dari Naura biar engga malu-maluin hahaha"
_____
"Eh tapi gue masih heran deh sama Rasya kok plin-plan gitu sih tuh bangsat"ucap Azka
"Kena guna-guna kali"
"Padahal setau kita Rasya tuh cinta sama Naura lah kok malah jadian sama binatang"
"Iya ya kaya ada yang engga beres"kata elang
"Maaf ya nau engga seharusnya loh sakit hati kaya gini"sesal Ale
"Gue engga perduli lagian cuma juga engga cinta sama Rasya"kata Naura padahal di dalam hatinya dia begitu sakit hati
"Gue bakal suruh opa selidikin hal ini"lanjut Naura
"Eh lihat deh tuh dua kambing"kata Cantika mereka semua melihat di sebrang sana Tasya dan Rasya sedang sarapan
"Anjing pakai rangkul-rangkulan"kata elang
"Gue mau ke toilet bentar"kata Naura lalu pergi
"Elu sih ahh ngapain sih pakai bilang sama Naura"kata Ale
"Meskipun dia bilang engga sakit hati tapi gue tau di dalam hatinya itu pasti sakit"
Setelah Naura pergi Tasya juga ke toilet
"Permainan di mulai Naura"batin Tasya sambil membuka pintu toilet
"Gimana enak gue ambil orang kesayangan loh?"tantang Tasya pada Naura yang sedang mencuci muka
"Loh kan emang sukanya perebut kaya orang tua loh"jawab Naura
"Bodo amat yang penting sekarang gue udah berebut kebahagiaan loh"
"Muka dua anjing di depan sok polos di dalam kaya anjing"
"Tolong-tolong"teriak Tasya tiba-tiba
"Apaan sih"kata Naura
Brak
"Sya tolongin aku tadi Naura mau bunuh aku"kata Tasya dengan menangis
"Prik banget sih"
"Naura berani loh celakain Tasya"bentak Rasya
"Apaan sih gue diam aja"kata Naura lalu tiba-tiba sahabat dia juga masuk ke dalam toilet
"Bohong sya"kata Tasya makin menangis dan Rasya pun memeluknya
"Eh anjing gak usah sok fitnah sahabat gue"geram Ale
"Tau muka dua,munafik anak pelacur"tambah Cantika
"Jaga ucapan kalian berdua"kata Rasya
"Apa hah"
"Sini loh"naura menarik Tasya
"Loh sendiri bilang gue bully loh kan,oke bakal gue lakuin sekarang"
Plak Bugh Naura menampar menendang Tasya dengan kuat