Ini adalah kisah seorang perempuan yang cantik yang memiliki dendam dengan orang yang sudah membuat mama tercintanya meninggalkan dirinya,banyak hal mengubah dirinya menjadi seperti sekarang.
Bertemu dengan seorang pria yang akan menjadi cinta perta...
"Gue lupa kerjain pr mana pelajaran pak nata lagi,loh tau kan kalau beliau ngenghukum suka gak ngotak"
"Bolos aja kali"
"Bener juga"kemudian elang melemparkan buku itu menjauh
"Woy sya masih diam Bae kenapa sih Luh"kata Azka
"Gue lagi bingung"jawab Rasya dengan wajah kebingungan
"Bingung apaan lagi bro,Naura udah masuk sekolah kalau mau Pepet sana tembak biar gak keduluan orang lain"
"Emang sepupu gue penjahat main tembak aja"elang menjawab
"Maksudnya tembak beliin bunga atau boneka atau cincin biar sekalian nikah"
"Kenapa gak Luh aja,kasihan noh Ale nungguin loh terus"
"Kok jadi mojokin gue,gak solid Luh bro"
"Hahaha"
"Gue heran kenapa gue gak bisa nyari tau tentang Naura"kata Rasya akhirnya buka suara
"Loh salah lawan bro, keluarga Naura memiliki privasi yang gak bisa di bobol oleh sembarang orang"jelas elang
"Emang kenapa sih segitu penasaran sama sepupu gue?"
"Gue harus benar-benar pasti apakah Naura adalah perempuan yang bertahun-tahun gue cari"jawab Rasya
"Emang gak ada selain tanda lahir buat buktikan itu?"
"Dia punya satu kalung pemberian dari gue,dan melambangkan huruf R"
"Tapi setau gue Naura gak pernah pake kalung"kata Azka heran
"Tapi Naura memiliki tanda lahir lurus di leher seperti yang Rasya bilang"kata elang mereka diam mencoba mencerna ini semua
"Rumit sekali"
"Bagus ini adalah kesempatan gue buat hancurkan Naura hahaha"tanpa mereka tau di balik pintu kelas seseorang menguping semua pembicaraan mereka bertiga
__________
Plak
"Aduh sakit ya"ejek Naura
"Loh apa-apaan sih nau,gue diam gini loh bully mau loh apa hah?"kata Tasya
"Gue udah bilang ribuan kali gue mau loh hancur dan mati,setelah itu tinggal giliran ibu loh itu"
"Gak puas hah loh bully gue sakitin gue hati gue fisik gue,pantes aja mama loh mati dia bahkan gak tahan lihat sikap anaknya yang kaya gini"kata Tasya dan dia sudah membangunkan singa tidur
"Anak anjing loh"maki Naura
"Pegang dia"kemudian Ale dan cantik memegang Tasya
"Lepasin gue"ia memberontak
"Awwwww"teriak Tasya saat Naura memukul di bagian perutnya
"Awww sakit nauraa gila loh"kemudian Naura menampar Tasya berulang kali,hingga wajahnya menoleh kanan kiri
"Berani sekali mulut loh bilang kaya gitu,loh beneran mau mati sekarang hah"
"Kalau bukan ulah ibu loh yang kaya setan, mungkin mama gue masih hidup sekarang paham!"Naura menjambak rambut Tasya dengan kuat
"Tau apa loh tentang gue hah,masih Untung loh bisa sekolah dan punya uang Gue bisa aja ambil semua hak gue paham,loh itu cuma anak pelacur bahkan harta warisan aja loh gak punya Dan loh sama ibu loh itu hanya tau merebut hak orang dan kebahagiaan orang lain."
"Gue bisa buat loh dan ibu loh mati dalam hitungan detik,tapi gue mau lihat kalian mati dalam perlahan Gue akan balaskan rasa sakit yang mama gue derita pada saat ibu loh masuk ke dalam keluarga gue"
"Lepasin gue Naura"kata Tasya namun Naura malah mencekiknya
"Gue gakk"kata Tasya dia bahkan sudah kesulitan bernafas
"Naura cukup"teriak elang
"Udah nauu"
"Naura udah"beruntung Rasya berhasil melepaskan tangan Naura dari leher Tasya
"Jangan kotorkan tangan kamu,dia memang harus mati tapi bukan kamu yang buat"
"Tenangin diri kamu nau"Rasya menarik Naura untuk keluar kelas
"Sekali lagi loh ngatain sahabat gue,gue pastikan loh bakal nginep di rumah sakit berbulan-bulan"ancam Ale
"Dan setelah loh mati gue buang jasad loh ke sungai biar di makan buaya"sambung Cantika
"Sana pergi,gue jijik lama-lama"tanpa berpikir panjang Tasya berlari dengan menahan sakit
"Kalian juga kenapa sih gak mau lerai Naura,kalau dia bunuh Tasya yang ada Naura bakal kena masalah"kata elang
"Tapi kan tuh babi gak mati"jawab Cantika
"Lebay amat sih Luh,dia cuma kesakitan doang gak mati"jawab Ale ketus
"Kalau kalian bela Tasya udah sana gak usah temenan sama kita"marah Cantika dan Ale
"Gue lerai kok berasa salah"kata elang
"Mampus tanggung sendiri bro"tawa Azka dia tidak mau ikutan
Di sini Rasya dan Naura sekarang mereka sedang duduk di bangku
"Minum dulu"kata Rasya
"Makasih"
"Jangan kaya gitu lagi,aku gak mau kamu bunuh dia dengan cuma-cuma"
"Tapi dia hina gue sya dan bawa mama gue"
"Biarkan dia mati dengan ulah dia sendiri Naura,kamu boleh lukain dia tapi jangan sampai kamu kotorkan tangan kamu yang bersih itu"
"Kamu boleh lukain semua orang yang sakitin kamu,tapi jangan sampai ada satu orang pun yang melukai kamu"
"Gue gak perduli sya gak ada yang sayang sama gue"
"Ada opa Oma yang sayang sama kamu,ada sahabat kamu ada sahabat aku dan aku sendiri nau"
"Aku bakal jagain kamu sampai kapan pun,kalau kamu terluka aku yang akan jadi obatnya"