15. again

359 27 2
                                        

"kau sudah memiliki kekasih sekarang,
lelaki kecil? sudah lama aku tak bertemu denganmu. apa kau merindukanku? lihat saja, aku akan merebutmu dari kekasihmu itu"ucap sang wanita dalam hatinya..

.
.
.
.
.
.

01.23

Asher dan Harvey sudah mabuk, bahkan Harvey meracau tak karuan.
Dasha dan Thalia lah mengambil alih kemudi. sebenarnya, para pria ini adalah pengemudinya, tetapi karena mereka sudah mabuk, jadinya para wanita inilah yang mengambil.

"Vey, aku sudah memperingatkanmu tadi untuk tidak minum terlalu banyak, tapi kau memang keras kepala."gerutu Thalia, sambil membantu Harvey berjalan.

"ayolah, sayang. aku hanya ingin bersenang-senang. kau tau, malam ini, kau terlihat lebih cantik dari biasanya."ucap Harvey, sekaligus memuji Thalia.

"maksudmu, biasanya aku terlihat jelek?"tanya Thalia.

"kau selalu terlihat cantik, tapi malam ini, kau jauh lebih cantik. aku bingung, apa kau keturunan bidadari? karena kau selalu terlihat cantik"Harvey mengeluarkan jurus genitnya, agar Thalia tidak ngambek padanya.

jika Harvey sedang berusaha membuat Thalia agar tak ngambek padanya, beda dengan sepupunya, Asher. Asher malah sibuk mencumbu Dasha didalam mobil.

"hentikan. aku tak bisa bernafas"ucap Dasha, sesaat setelah melepas ciuman mereka.

"apa kita akan pulang?"tanya Asher dengan tatapan sayu.

"iya"jawab Dasha.

"pulang kerumah?"tanya Asher lagi.

"iya. jika tidak, kita mau pulang kemana?"jawab Dasha.

"bagaimana jika kita menghabiskan waktu yang tersisa dengan bercinta?"
Dasha yang mendengar pernyataan Asher, seketika menjadi tersipu malu.

"kau ingin mengulang kejadian di masa lalu?"ucap Dasha yang wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.

"yeah, lets flashback to our past"Asher lalu mencium Dasha dengan semangat, dan juga melumat bibirnya.

______

"aahh, more Daddy. Fuck me harder"
desah Dasha.

Dasha Dan Asher mampir disebuah motel, untuk menuntaskan hasrat bercinta mereka yang selama ini tertahan.

"ughh, Baby. you're so tight. arghhh"erang Asher.

" Oh, my gosh. ahhhh, mmpphhh. i want cum, Daddy, sshhhh"desah Dasha, yang sebentar lagi akan mengeluarkan benih cintanya.

Asher yang mendengar perkataan Dasha, semakin mempercepat pompaan penisnya yang berada didalam vagina Dasha. Asher meraih buah dada Dasha, dan meremasnya. sesekali memilin putingnya.

"ahhh, yeah. fuck..... oh my gosh, i wanna cum. fu-fuck me harder, Daddy, ahhh, urghhh"erang Dasha.

"fuck, Daddy. mor- aahhhhh"lenguh Dasha, sesaat setelah ia mendapatkan klimaks.

"arghh, wait... arghh, aakkhhh"lenguh Asher, ia menembakkan benihnya, didalam Dasha.

Asher mengeluarkan penisnya dari dalam vagina Dasha, yang diikuti dengan cairan putih kental yang keluar dari vagina Dasha.

"thank you, baby. lets sleep"ucap Asher yang sudah kelelahan. Dasha yang sudah kelelahan pun hanya menganggukkan kepalanya.

Asher berbaring lebih dulu, lalu Dasha tidur membelakangi Asher, berbantalkan lengan Asher. keduanya yang memang sudah kelelahan, dengan gampang langsung tertidur lelap dalam sekejap.

One Night Stand (Lisrene/Limrene) BxG Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang