udah tau judulnya kan?
baca aja, gak ada yang larang.
disclaimer!
gambar atau foto dalam cerita ini mimin ambil dari pinterest.
bukan milik pribadi!
keep going.
malam hari, mereka makan malam bersama. Dasha menceritakan tentang penggemarnya yang dengan tulus tetap mendukungnya. . . . . . . .
keesokan harinya, Asher dan Dasha pergi ke butik langganan keluarga Austin untuk mengukur gaun dan setelan jas yang akan digunakan saat acara pernikahan berlangsung.
minggu depan adalah hari yang sangat dinantikan oleh pasangan ini, karena resepsi pernikahan mereka berdua akan terjadi pada seminggu kedepan.
"sayang, menurutmu, apa ini cocok denganku?" Dasha berbalik melihat Asher yang sedang mencoba setelan jas berwarna Cream.
"oh iya, jangan lupakan setelan jas hitam yang sudah kita pesan. cobalah untuk mengenakannya"Asher memasuki bilik pakaian dan mencoba setelan jas berwarna biru kehitaman untuk pernikahan mereka nanti.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"coba, lihatlah. aku semakin tampan" Dasha terkekeh mendengar pujian Asher untuk dirinya sendiri.
"kau bahkan tampan saat tak memakai apaun"Asher membulatkan matanya.
"oh no, trigger warning..."Dasha tertawa melihat reaksi Asher.
"oh, ya. untuk 4 hari kedepan menjelang hari pernikahan, kau harus menginap di rumah sepupuku" Dasha hanya mengedipkan satu matanya.
"baiklah, demi pernikahan kita, aku rela berjauhan terlebih dahulu dengan mu"Dasha mengecup pipi Asher
"lepas setelan ini, lalu kita pergi makan siang"
"tapi, kau belum mencoba gaunmu"
"buat apa? lagi pula, aku percaya gaunnya akan pas di tubuhku" jawab Dasha dengan mengibaskan rambutnya.
"bagaimana jika gaunnya kekecilan?bisa saja kau bertambah gemuk setelah makan" tanya Asher.
"tubuhku tidak akan membengkak dalam satu malam, Asher"Dasha memutar matanya pada pertanyaan bodoh Asher. yang benar saja, tubuhnya sangat seksi dibilang gemuk oleh lelaki nya.
"oh, baiklah mari kita makan siang."
____
a week later
di sebuah katedral, altar dengan nuansa putih menghiasi seisi katedral. Catedral de milaõ adalah Katedral terbesar di Milan dan menjadi ikon kota Milan Katedral dengan nuansa gotik itu, kini dipenuhi oleh hiasan berwarna putih.
diatas altar, sudah ada Asher yang berdiri tegap menggunakan setelan jas biru kehitaman.
sedangkan Dasha sedang berjalan diatas karpet merah, dengan gaun putih, dan ditemani Tuan besar Austin yang mengenakan setelan jas hitam.
saat sudah berada di depan Asher, Tuan besar Austin memegang mic, dan berkata...
"Asher, aku serahkan anak perempuanku kepadamu untuk kau jadikan sebagai pendamping hidupmu. jika suatu saat kau sudah tidak mencintai nya lagi, jangan sakiti dia, melainkan kembalikan dia padaku. aku adalah Ayahnya, tapi peranku untuk hidupnya tidak terlalu ada. jadi, aku mohon, jaga dia, perlakukan dia layaknya seseorang yang berharga dalam hidupmu..." Tuan besar Austin memegang tangan Asher dan tangan Dasha, lalu tangan mereka berdua disatukan.