hehe
.
.
.
.
.
.
sesampainya di bandara Jalisco setelah transit di LA, Amerika Serikat.
lalu di Mexico City, Mexico. setelah itu
baru mereka tiba di bandara utama Jalisco.
Asher dan Dasha dijemput oleh tour guide mereka, yang akan menemani mereka selama mereka liburan disana, apalagi keduanya yang memang tak terlalu menguasai bahasa asli penduduk mexico yang juga dikategorikan sebagai bahasa spanyol.
tour guide mereka adalah seorang wanita berusia 53 tahun, bernama Mariam. Mariam adalah tour guide mereka selama di Jalisco, atau selama seminggu.
"Nona, Tuan, mari ikut saya"ajak Mariam dengan ramah pada Asher dan Dasha.
"terima kasih, Nyonya. panggil saja aku Dasha, dan suamiku Asher"Dasha sekalian memperkenalkan dirinya.
"baiklah, aku juga tak terlalu terbiasa memanggil seseorang seperti itu"Dasha dan Mariam terkekeh pelan.
"Nyonya, kalau boleh tau, tempat tinggal kami selama berada disini cukup jauh dari pusat kota?"tanya Asher dengan sopan.
"tidak terlalu jauh, sekitar 200 meter jika berjalan kaki, tapi akan lebih singkat jika menggunakan kendaraan umum seperti taksi. tapi, saya sarankan berjalan kaki saja, selain sehat, kalian berdua juga bisa menikmati keindahan kota kami ini"
jawab Mariam, sambil meminta pada suaminya yang bekerja sebagai supir untuk mengangkat koper milik Asher dan Dasha kedalam bagasi.
"ah, Tuan, tak apa. saya bisa mengangkatnya sendiri"jawab Asher dengan sungkan.
"haha... aku senang, kau tak seperti pelanggan kami yang sebelumnya. pelanggan kami yang sebelumnya sangatlah tak berperasaan..."jawab suami Mariam, yang bernama Carlos.
"Carlos, sudahlah. tak perlu membahas masalah itu lagi"tegur Mariam pada suaminya.
"Mariam, aku hanya mengungkapkan perasaan cemasku"Carlos berusaha membela dirinya terhadap sang istri.
"Tuan, Nyonya. tak perlu bertengkar...
hal tersebut sudah berlalu, bukan? jadi, mari lanjutkan yang sekarang kita lakukan"Dasha berusaha menengahi perdebatan antara Mariam dan Carlos.
"anakku, sungguh bijak dirimu ini"Mariam memuji kebijakan Dasha.
"masuklah, kita akan pergi kerumah sementara kalian, dan akan berjalan sedikit di pinggir kota"Carlos membukakan pintu mempersilahkan asher dan Dasha untuk masuk.
"terima kasih, Tuan"Asher dan Dasha duduk dibangku penumpang belakang, sedangkan Mariam duduk di kursi penumpang yang berada disamping kursi kemudi.
sepanjang perjalanan, mereka berempat kerap kali mengobrol tentang berbagai hal. mulai dari fakta jika Asher dan Dasha yang telah memiliki anak bahkan sebelum menikah, dan juga kabar dari Mariam dan Carlos yang telah kehilangan putri semata wayang mereka, karena terkena penyakit kanker payudara.
Mariam dan Carlos memiliki 3 orang anak, dengan dua anak laki laki dan satu anak perempuan, dan anak mereka yang perempuan inilah yang paling tua, dan dialah yang baru saja meninggal beberapa waktu lalu. Dasha dengan cepat mengelus pundak Mariam, seakan merasakan akan ada cairan bening yang sedikit lagi akan menetes dari kelopak mata Mariam.
"anak muda, kalian sungguh baik. Dasha, andai anakku masih hidup, dia mungkin ada disini membantu kami"
Mariam mengenang sosok anak perempuannya.
"Nyonya, ikhlaskan saja. memang, ikhlas itu tidak mudah, tapi kita harus bisa mengikhlaskan kepergian mereka."sahut Dasha membalas peryataan Mariam.
"maaf, aku terlalu emosional"sesal Mariam yang dibalas gelengan oleh Asher.
"tak apa, kami mengerti. jika aku menjadimu, aku tak akan sanggup untuk beraktivitas seperti biasanya, dan akan sangat terpuruk dalam kenangan jiwa bersamanya"jawab Asher yang dengan senyum getirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Stand (Lisrene/Limrene) BxG
Fanfictionudah tau judulnya kan? baca aja, gak ada yang larang. disclaimer! gambar atau foto dalam cerita ini mimin ambil dari pinterest. bukan milik pribadi! keep going.
