selesai dari itu, Asher dan Harvey pamit pulang. keduanya ingin beristirahat karena terlalu banyak aktivitas yang mereka lakukan.
.
.
.
.
keesokan harinya, Asher dan Harvey mendatangi lokasi yang dikatakan oleh Tuan Wesley.
tempatnya agak jauh, tapi lebih dekat dengan pusat kota. fyi, rumah Dasha ada disebuah perumahan elite, yang letaknya agak sedikit menjauhi perkotaan.
sesampainya disana, Tuan Wesley menyambut mereka, lalu Tuan Wesley membimbing Asher dan Harvey ke lokasinya.
tempatnya itu berada didekat jurang. pemandangan yang luar biasa. dan disampingnya ada rumah kaca, yang berisi berbagai jenis bunga, dan diluar rumah kaca itulah terdapat taman bunga.
intinya rumah kaca berisi bunga-bunga juga, ia terletak ditengah. itulah taman bunga yang disebutkan oleh Tuan Wesley.
setelah berjalan sebentar seraya melihat lokasi, Asher dan Harvey tanpa ragu membeli tanah itu, dengan cash.
setelah Tuan Wesley mendapatkan uangnya, ia berjanji akan membuat surat kepemilikkan tanah atas nama Asher. sehabis berucap demikian, Tuan Wesley pun pergi darisana.
Asher menghubungi Madam Juliette tentang hal itu. ia juga bertanya, apakah Madam memiliki kenalan seorang arsitektur, dan Madam menjawab iya. ia akan meminta kenalannya itu bertemu Asher dan Harvey di sebuah restoran didekat lokasi keduanya berada.
Asher mematikan teleponnya, lalu Asher dan Harvey menaiki mobil untuk ke restoran tersebut. sesampainya disana, mereka membooking meja didekat jendela, agar bisa menikmati view perkotaan.
mereka memesan taco dengan isian daging sapi cincang, dan segelas wine.
tak berselang lama, kenalan Madam yang tadi dibicarakan akhirnya bergabung dengan mereka.
"saya Asher"ucap Asher menyambut jabatan tangan pria tersebut.
"Neil, Neil Chadwick"ucap Pria tersebut memperkenalkan dirinya sebagai Neil Chadwick.
"saya Harvey"Harvey lalu menjabat
tangan Tuan Neil.
"mari duduk, Tuan"ajak Harvey pada Tuan Neil.
"oh, iya. makasih"jawab Tuan Neil.
"jadi, kalau boleh tau, apa permasalahan kalian yang saya bisa bantu?"tanya Tuan Neil, setelah ia mendudukkan bokongnya ke kursi.
"jadi begini, kami baru saja membeli sebuah tanah didekat tebing disebelah sana. tanahnya cukup luas, dan disampingnya ada taman bunga.
kami bingung harus membangunnya bagaimana, jadi kami meminta tolong pada Madam Juliette untuk mencari seseorang, yang sekiranya bisa membantu. dan Madam mengajukan dirimu dari semua daftar orang orang yang bisa ia hubungi"jelas Harvey, ditambah dengan pujian diakhir.
"saya merasa sangat terhormat karena Madam yang mengajukan saya sebagai pilihan akhir kalian."Tuan Neil terlihat cukup senang dengan pujian yang diterima nya dari Harvey.
"jadi? boleh saya lakukan pengamatan terlebih dahulu"Tuan Neil meminta izin Asher dan Harvey untuk mengobservasi tempat milik mereka.
"boleh. tapi, lebih baik kita makan siang terlebih dahulu. jangan khawatir, bills on me"ucap Harvey, yang membuat Tuan Neil tertawa.
sehabis makan Siang, Asher dan Harvey membimbing Tuan Neil menuju lokasi pembangunan mereka.
tempat yang cukup ramai, tapi minim pertokoan, percafean, dan Restaurant.
"lumayan, biarkan saya mengamati beberapa menit, lalu saya akan memberikan kalian sketsa pembuatan tahap awal."ucap Tuan Neil. ia lalu berjalan mendekati Taman bunga yang tidak terlalu luas, tapi sangat cantik. setelah mengamati sekeliling taman bunga, ia mengambil jarak yang cukup jauh, lalu mulai mengamati tanah lapang kosong.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Stand (Lisrene/Limrene) BxG
Fanfictionudah tau judulnya kan? baca aja, gak ada yang larang. disclaimer! gambar atau foto dalam cerita ini mimin ambil dari pinterest. bukan milik pribadi! keep going.
