lalu juga ada beberapa pasangan paruh baya juga yang berjalan perlahan dari belakang. dan terakhir, ada sepasang lansia (lanjut usia) yang sang suami harus mendorong kursi roda yang diduduki istrinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"kak, kedua anakmu sangat lucu dan menggemaskan"puji salah satu sepupu.
semua anggota keluarga Dasha telah mengetahui segala hal.
bagaimana bisa? ya dikasih kasih tau lah, masa menerawang..... masih waras kan.
lanjut. Dasha telah memberitahu keluarganya tentang segala hal mengenai dirinya. termasuk tentang hubungannya dengan Asher, dan kehamilannya dahulu.
Dasha juga telah memberitahu mereka tentang kedatangan ia dan Asher kesini, bukan hanya untuk berjumpa kembali, tapi karena ia dan Asher juga ingin membahas tentang hubungan keduanya yang ingin dilanjutkan ke jenjang yang lebih serius.
tentu saja, keluarga Dasha langsung setuju, apalagi benih Asher sudah ada tumbuh, melalui Dasha.
"aku setuju, mereka berdua memang sangat menggemaskan"salah seorang sepupu Dasha yang lain menyetujui sepupunya yang sebelumnya memuji sikembar.
"mereka berdua beruntung, memiliki orang tua yang benar benar rupawan"
puji Nenek Dasha yang duduk di kursi roda.
"ah, Nek. kau membuatku malu"Asher terlihat malu dengan pujian Nenek Austin. jangan heran, keluarga Dasha sangat welcome terhadap Asher.
"Daddy, berhenti bersikap seperti anak kecil. aku yang anak kecil disini"
protes Oliver pada sang Ayah.
"hahaha, lihatlah. anakmu saja protes."ejek sepupu Dasha yang lain.
"jangan mengejek kekasihku, nanti dia akan berubah menjadi bebek"Dasha yang awalnya dikira akan membelanya, malah menambahkan point minus Asher, yaitu tentang dirinya yang kalau ngambek, suka cemberut hingga bibirnya terlihat mirip dengan bebek.
"Nek, mereka mengejek Daddynya kakak" untungnya ada Olive yang senantiasa menjadi garda terdepan untuk melindungi Asher.
"kalian, berhenti mengejek menantuku"Asher langsung membuat wajah sombongnya pada Dasha dan sepupu-sepupunya, yang membuat mereka kesal.
"Kakek, gendong"semua terkejut dengan Olive yang tiba-tiba meminta untuk digendong oleh Tuan besar Austin. pasalnya, tadi Tuan besar Austin sudah berusaha untuk membujuk Olive agar mau digendong,
tapi Olive malah menolak.
"kau serius?"tanya Tuan besar Austin.
"Kakek, gendong"Olive mengeluarkan jurus keimutannya.
"baiklah, kemari"Tuan besar Austin menggendong Olive layaknya bayi, sambil berakting seolah-olah ia akan membuang Olive.
Olive tertawa terbahak-bahak. ia begitu menikmati keseruannya bermain bersama Kakeknya.
_______
keesokan harinya, mereka semua makan bersama. Olive dan Oliver terlihat tak begitu menikmati makanan mereka, karena tidak ada makanan penutup dari chef idola mereka, siapa lagi kalau bukan Ayah mereka.
"kenapa, cucuku?"Nyonya besar Austin melihat bahwa kedua cucunya tidak terlalu menikmati sajian makan pagi mereka.
"Nek, kakak mau brownies"adu Olive pada Nyonya besar Austin.
"tapi, belum ada toko bakery yang buka jam segini. tunggu sebentar yaa....."Nyonya besar Austin menghubungi salah seorang anak buahnya untuk coba mencari brownies untuk cucu kesayangannya.
"sudah, nanti bawahan Nenek yang bawa brownies nya kerumah"wajah Olive semakin murung mendengar perkataan Neneknya.
"kenapa lagi? bukankah nanti browniesnya akan datang sebentar lagi bawahan Nenek akan mengantarnya? kenapa masih murung?"Olive malah menunjuk kearah Asher yang tengah sarapan.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Stand (Lisrene/Limrene) BxG
Fanfictionudah tau judulnya kan? baca aja, gak ada yang larang. disclaimer! gambar atau foto dalam cerita ini mimin ambil dari pinterest. bukan milik pribadi! keep going.
