Maaf yaa kalau lama upnya.
Soalnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan lagi. Semisal mungkin typo, dan sebagainya.
😁
"Daddy.... pulang. Adek kangen"ucap Oliver dengan lirih
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya, sikembar masih belum mau berbicara dengan sang ibu. Mereka merasa kecewa dan kesal dengan keputusan sang ibu.
Mereka kira, Dasha akan kekamar mereka dan meminta maaf kepada mereka. Nyatanya, Dasha lagi Asyik dengan projek film terbarunya.
Kekecewaan mereka semakin bertambah
Karena tingkah ibunya itu. Dasha harusnya mengalah dan meminta maaf pada anak-anaknya, tetapi ia malah meninggikan ego nya yang semakin memperkeruh suasana.
Pada saat makan malam, Olive dan Oliver sepakat untuk tidak turun kebawah dan bertemu dengan Dasha. Dasha yang memang selalu meninggikan ego nya, menganggap jika anaknya lah yang seharusnya meminta maaf, apalagi sampai membentaknya.
Kedua belah pihak yang memang susah untuk diberitahu, membuat semua usaha menjadi sia-sia.
Keesokan harinya, sikembar bahagia, karena hari ini adalah hari terakhir Asher berada diluar kota. Kemungkinan besok Asher sudah bisa pulang.
Masih sama seperti kemarin, belum ada yang mau mengalah dan meminta maaf satu sama lain. Dasha dengan ego yang tinggi, sikembar pun sama. Biasalah, KETURUNAN.
Pada saat sarapan, sikembar tak turun untuk makan, mereka meminta salah satu ART untuk membawakan beberapa roti berisi selai coklat kacang, dan dua gelas susu hangat.
Meskipun mereka masih sangat kecil, itu bukan menjadi masalah bahwa seseorang yang lebih kecil tidak memiliki perasaan.
Bahkan terkadang seseorang yang lebih kecil lebih peka terhadap sesuatu dibandingkan Seseorang yang Besar.
Dasha pun tidak terlalu memikirkan sikembar. Didalam otaknya hanya kerja, kerja, dan kerja. Bahkan disaat ia sedang break shooting, Thalia akan ada disekitarnya, dan menasehati Dasha. Tetapi itulah Dasha, seperti kata pepatah,
"Masuk kanan, keluar kiri" intinya, Dasha hanya mendengarkan tapi tidak melakukan sesuai dengan yang Thalia bicarakan.
Sabrina juga sudah berusaha membujuk sikembar agar mau berbaikan dengan sang ibu, tetapi semua yang dilakukan hanyalah sia-sia. Sikembar adalah darah daging
Dasha, yang sudah pasti sifat Dasha turun pada kedua anaknya.
Pada siang itu, Dasha dibuat kesal dengan kru film dan sutradara yang terlihat mesum. Ia ingin sekali menyumpal mata kru dan sutradara film dengan batu.
Pada saat makan malam, akhirnya sikembar, tak tau mengapa, mau turun kebawah dan ikut makan malam. Tetapi hanya makan malam, tak ada kecupan manis di pipi seperti yang biasa mereka lakukan pada Dasha.
"Hei, mau kemana?"tanya Dasha, karena sedari tadi, sikembar hanya mengobrol satu sama lain tanpa mengajak Dasha untuk bergabung dalam pembicaraan mereka yang nyambung, tak nyambung
"Tidur"jawab Oliver dengan ketus. Sikembar kembali berjalan tanpa mempedulikan Sang Mommy yang sudah habis kesabaran diabaikan oleh kedua anaknya.
"Aku ini Mommy kalian! Hargai aku! Semua kebutuhan kalian, aku yang penuhi. Bukan Daddy kalian"teriak Dasha dengan amarah. Ia yang masih kesal dengan kejadian tadi siang, ditambah dengan sikembar yang seenaknya terhadap dirinya, membuat dirinya melampiaskan amarahnya.
"Sudah malam. Istirahatlah Aunty, besok kan Aunty harus bekerja."ucap Olive yang semakin membuat Dasha kesal
"Aku ini ibumu, bukan Auntymu!"teriak Dasha
"Kau memang tak pernah berubah, Mom. Selalu saja mementingkan diri sendiri"ucap Oliver. Oliver menarik Olive untuk pergi kekamar dan beristirahat untuk bisa menyambut Asher dikeesokan harinya, daripada membuang buang tenaga dengan bertengkar dengan sang Ibu yang sama sekali tak mengerti perasaan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Stand (Lisrene/Limrene) BxG
Fanfictionudah tau judulnya kan? baca aja, gak ada yang larang. disclaimer! gambar atau foto dalam cerita ini mimin ambil dari pinterest. bukan milik pribadi! keep going.
