Selamat Datang di International Development Network University atau yang biasa dikenal Politeknik IDN, memberikan kesempatan bagi siapapun yang ingin melanjutkan pendidikan di jurusan IT. Tanpa ada seleksi, bahkan tanpa ada biaya kuliah sampai lulus...
"Bagaimana pengalamanmu menggunakan aplikasi Viu?" tanya Blaze kepada orang yang duduk di depannya. Dengan laptop di pangkuannya dan segelas jumbo jus alpukat dengan toping mangga dan parutan semangka yang sudah setengah diminum. Eh, btw, judul dan tema modul milik Blaze adalah 'Memperbarui Keefektifan Fitur pada Aplikasi Viu untuk Meningkatkan Loyalitas dan Retensi Pengguna.'
AZEEEEQQQQ
"Wah, tau aja lo pengalaman gue nonton, Laze! Mmm gimana ya mendebarkan!" Jawab Taufan. Walau mereka satu jurusan tapi boleh saling mewawancarai.
Blaze mengetik jawan Taufan, menyedot jus yang sedikit terlupakan, "Mendebarkan? Kok bisa?"
"Iya, soalnya pas pertama kali buka aplikasinya, langsung disambut sama oppa-oppa ganteng! Jantung gue langsung deg-degan, Laze!"
"Lah? bukannya lo wibu ya? siapa waifu lo? Nina?" ucap Blaze sedikit menyelidik, jangan-jangan?
"Furina! Ya, kalo gue bosen main Genshin ya sabilah oleng dikit ke drakor. Soalnya banyak fyp di tiktok gue yang gue penasaran."
"Terus, apa lagi yang bikin kamu suka pakai Viu?" Tanya Blaze kembali ke setelan awal. Sengaja menggunakan kata ganti Aku-Kamu, biar keliatan professional gitu kata Blaze.
Taufan membenarkan posisi duduknya, menjadi jongkok dengan kepala menyender di punggung kursi, "Yang paling seru itu, kalau ada adegan romantis, ada fitur slow-motion. Jadi gue bisa menikmati adegan itu lebih lama. Ah, romantis banget!"
"Slow-motion? Emang ada fitur kayak gitu?"
"Oh, iya ya? Hahaha, mungkin gue yang suka nge pause terus bayangin sendiri."
Blaze memasang tampang takut, Kakaknya ini emang agak lain, "Terus gimana sama iklan-iklan di Viu? Banyak nggak sih?"
"Oh, iklan sih ada, tapi justru itu yang bikin seru, Laze. Setiap ada iklan, gue jadi bisa latihan iklan ala-ala model gitu." Ucap Taufan memasang tampang bangga.
"Latihan iklan? Maksudnya gimana?" Blaze memakan potongan buah mangga yang terlupakan.
"Jadi, contoh ya, tiap ada iklan produk kecantikan, gue langsung berdiri dan ikut gaya modelnya sambil bilang, 'Aku? jadi duta shampoo lain?'" Ucap Taufan salah satu parfum miliknya dan memperagakan gaya iklan tersebut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Blaze tertawa terbahak-bahak, bahkan mangga yang sedang dkunyahnya muncrat kemana-mana lewat hidungnya. "Hahaha, lucu banget lo! Pasti orang rumah bingung liat kelakuan lo."
Taufantersenyum bangga, "Iya, gak juga sih, paling Hali yang mundur -mundur geli kalo pas gue ketahuan kayak nge aktor gitu, sama Gempa juga sih cuma bedanya Gempa sering ketawa-ketawa liat gue, malah kadang ikut-ikutan juga."
"Yah, gue malah gak tau lo suka nge aktor gitu padahal se genk TTM." Taufan malah cengengesan.
"Jadi, balik ke laptop, kamu puas nggak pakai Viu?"
Taufanmengangguk semangat, "Puas banget! Bisa nonton drakor sepuasnya dan latihan jadi model iklan. Double win!"
"Hahaha, oke deh. Mungkin gue juga harus coba biar bisa ikutan latihan jadi model iklan. Ajakin dong kapan-kapan!"
"Sip!"Taufanmengacungkan jempol.
"Oke, next! Fitur atau tampilan yang paling menarik buat kamu?"
Taufan sempat berpikir dulu, "Hmm, menurut gue ya tontonan lengkap dan banyak rekomendasinya! Tinggal pilih aja mau drakor, dracin, atau terserah asal jangan film biru hahaha..."
"Oh jadi gitu ya, ada udang dibalik pasir." Blaze mengangguk-angguk sambil mengetik persis ucapan Taufan.
"Ehhh jangan diketik yang barusan! Nanti Bu Kuputeri baca bakal ditendang gue!" Panik Taufan berusaha merebut button keyboard laptop Blaze.
"Percuma lo hapus, fan. Orang gue rekam selama awal wawancara hahahahaa..."
Taufan memanyunkan bibirnya sejauh 5 cm diatas permukaan tanah. "Siniin hp lo."
Blaze dengan santai menengadahkan tangan kanannya, "Wani piro?"
"Flying Chicken with Lava Sauce level 10, toping bumbu Volcano Powder pedas dengan wijen dan wasabi ekstra." Ucap Taufan dengan lancar sekali napas, selancar akad pernikahan dengan penghulu.
"Dan?"
Taufan menghela napas, "Apa lagi?"
"lo harus berdiri di atas satu kaki, sambil megang daun kelor di tangan kanan dan menyanyikan lagu 'Balonku Ada Lima'."
"Aih, gelo sia!"
"Eits, belum selesai. Lakukan itu selama lo beli ayam gue atau gue ketik ucapan lo barusan!" Ancam Blaze dengan seringai nakal. Mau tidak mau, Taufan mengibarkan sang bendera putih.
"Oke nih lanjut, jangan ngambek elah..." Taufan hanya memanyunkan bibirnya, "Apa fitur atau pengalaman buruk saat kamu menggunakan aplikasi ini?"
Meanwhile di ruang lain...
"Dalam keseharian anda aplikasi Social Media apa saja yang biasa anda gunakan?" Pertanyaan Solar ditujukan kepada dua insan yang memang sudah ditargetkan Solar karena menurutnya mereka yang paling bisa diajak kerjasama.
"Oh, saya biasanya menggunakan beberapa aplikasi media sosial. Yang paling sering saya gunakan adalah Instagram, Facebook, Twitter, Linkedin dan WhatsApp." Jawab Gempa dengan suara yang menenangkan.
"Bisa gak jangan sok pake Anda-Saya? Vibesnya jadi kek lagi kita kena kasus." Protes Halilintar berdecak kesal. Sedangkan Gempa menyikut pelan tubuh kakaknya.
Solar membenarkan letak kacamatanya yang sedikit melorot, "Bagaimana dengan jawaban saudara Halilintar?"
"Gue main IG, WA, FB sama Tiktok dah." Jawab Halilitar singkat, padat, dah.
"Menarik." Ucap Solar yang sibuk mengetik jawab 2 narasumbernya, "Bisa Anda ceritakan apa yang membuat Anda sering menggunakan Instagram?"
"Tentu. Saya suka Instagram karena platformnya visual. Saya bisa melihat foto dan video dari teman-teman, selebriti, dan akun-akun hobi saya. Selain itu, Instagram Stories sangat menarik karena bisa melihat kegiatan teman-teman saya secara lebih spontan dan sehari-hari."
Halilintar bersedekap, "Sama jawaban gue."
"Mengapa anda menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut?" Solar menunjuk Halilintar, "Dimulai Saudara Halilintar."
Halilintar menarik napas panjang, "Gue pakai sosial media untuk banyak alasan. Sebagai penulis, FB dan blog adalah tempat gue bisa berbagi pemikiran dan ide-ide. Gue bisa berinteraksi langsung sama pembaca dan penulis lain, yang seringkali dapat perspektif baru atau kritik. Selain itu, juga jadi tempat gue cari berita dan mengikuti perkembangan terkini."
Solar mengangguk, merasa puas dengan jawaban si sulung, "Saudara Gempa?"
"Untuk saya, sosial media itu seperti galeri virtual. Saya bisa memamerkan karya-karya fotografi saya kepada dunia. Instagram, contohnya, memberikan saya platform untuk berbagi foto-foto terbaik dan mendapatkan umpan balik dari komunitas fotografer. Selain itu, saya juga bisa menemukan inspirasi dari karya-karya orang lain. Sebagai pengusaha, saya menggunakan sosial media untuk membangun dan memperluas jaringan. LinkedIn membantu saya terhubung dengan profesional lain, sementara Facebook dan Instagram membantu saya dalam mempromosikan bisnis dan menarik pelanggan baru."
"Gem, gausah lengkap-lengkap. Kita gak lagi wawancara beneran." Ucap Halilintar yang speechleshh mendengar jawaban panjang Gempa.
"Simulasi kak, kan semester 2 kita harus mulai cari duit dan cari magang."
Upsss wah kena Spoiler....
Btw, salam untuk WINDARA!!! GILE BELIUNG NYERET PRNONTON JD IKUT GILA