Selamat Datang di International Development Network University atau yang biasa dikenal Politeknik IDN, memberikan kesempatan bagi siapapun yang ingin melanjutkan pendidikan di jurusan IT. Tanpa ada seleksi, bahkan tanpa ada biaya kuliah sampai lulus...
"Iiih, Duri pengin main ke alun-alun Jonggol. Kemarin pas angkat barang gak sempet jajan disana." Ucap Duri yang merajuk dari jam pulang ospek.
Benar apa yang dikatan Duri, mereka gak sempat berhenti di alun-alun, karena:
1. Barang bawaan mereka buanyaaak nya subhanallah, apalagi noh si bungsu yang sekarang lagi mojok di kamar sambil baca buku Bawwabatun Najah -kalian cari sendiri di mbah google.
2. Masalahnya, waktu mereka salah, saat itu masing siang jadi mang-mang jualan masih belum buka.
3. Mereka jadi pusat perhatian, ya gimana engga, nyewa 5 truk loh bayangin jalan di jalan sempit di pelosok desa. Gimana abang parkir gak riweuh?
"Tadi kenapa gak sekalian ikut Gempa, ri? Tadi katanya mau nganter pesanan nasi kuning, kan bisa sekalian."
Walau mereka baru menginjak 2 hari di Jonggol, masakan Gempa langsung ramai diminati dan menerima banyak pesanan. Cuma pesanannya sekarang agak lain aja.
Seorang pelanggan pesan untuk syukuran putranya, tapi karena yang minta itu putranya alhasil tumpeng yang diminta harus berbentuk Ultramen -karena anaknya suka itu. Dan ukurannya gak main-main wak, dia minta seukuran dia wak.
Gempa pun hanya bisa menerima pesanan asal dibayar dengan sesuai, dan akhirnya bertransaksi mereka.
Alhasil tadi sore, sepulang acara langsung dibuat pesanannya karena acara dimulai syukuran malam hari ini. Dan tentunya dibantu saudara-saudaranya untuk membentuk figur yang sesuai dan menghias dengan anggun dan slay.
Alhamdulillah nya, tumpeng yang dibuat selesai jam 19.25 yang berarti sekitar setengah jam lagi acara syukuran dimulai dan harus segera diantar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*Bayangin aja ukurannya segaban
Di gimana bawanya? Pinjem mobil Solar dengan Halilintar yang mengemudi. Dengan syarat, jangan sampai kotor, jangan ke gores, jangan sampai lecet apalagi dijual.
"Iya sih, Bang Taufan. Tapi kan Duri kasian liah Bang Gem capek banget."
Taufan -yang saat ini diberikan amanah oleh Gempa menjaga kesejahteraan kontrakan mereka selagi ia dan Halilintar pergi- tak bisa menahan ketika melihat wajah sedih adeknya ini yang seharusnya bungsu ini.
"Yaudah, sama Bang Taufan aja gimana, hmm?" Tawar Taufan.
Duri yang mendengar tawaran pun tergiur, "Ayo! Tapi, duri maunya bareng-bareng kesana nya bang."
Akhirnya, Taufan mengajak semua penghuni rumah untuk berangkat menuju alun-alun Jonggol atas kemauan Duri. Blaze, Ice dan Solar pun hanya menyetujui. Lagi pun, mereka juga kepo sama alun-alun di sini, apalagi semua bakal dibayarin sama kakak kedua mereka, kan?