Follow dulu dong, vote dan komen juga. Gak susah kok. Gak sesusah pas bikin cerita ini hehe.
Gratis loh ini, gak perlu bayar
Happy reading 😇😇
***
"Saya terima nikah dan kawinnya, Sekar Wangi binti Hadi Wiyono dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"
"Bagaimana para saksi? Sah?"
"SAH!!"
Teriakan para saksi memenuhi ruangan tempat dilaksanakannya ijab qabul. Saat-saat menegangkan sudah berlalu berganti dengan kebahagiaan. Tapi tidak dengan raut wajah pengantin pria. Matanya menatap tajam pada wanita yang duduk di belakang penghulu.
Sementara wanita tersebut hanya tersenyum lembut kepadanya. Wanita itu adalah Niken, istri pertama Dani Nugraha. Dan wanita yang memakai kebaya putih tengah berjalan mendekat ke arahnya adalah Sekar Wangi, istri keduanya yang baru saja ia nikahi.
Tidak ada raut bahagia di wajah Dani saat memandang Sekar. Jelas ini bukan pernikahan yang ia inginkan. Tapi permintaan istri pertamanya.
Dani dan Niken sudah menikah selama delapan tahun. Keduanya belum dikaruniai anak. Saat memeriksakan kesehatan mereka ke dokter, Niken dinyatakan sulit memiliki anak. Niken menderita PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik) yaitu Gangguan hormon yang menyebabkan kista pada ovarium, menstruasi tidak teratur, dan ovulasi yang jarang atau tidak ada.
Meskipun kemungkinan untuk hamil sangat kecil, Niken masih bisa sembuh asal melakukan pengobatan secara rutin. Namun Niken entah kenapa justru tidak ingin melanjutkan pengobatannya. Mereka memang sudah mulai melakukan pengobatan kepada Niken selama tiga tahun terkahir namun belum membuahkan hasil.
Niken yang merasa tidak ada harapan meminta Dani untuk menikah kembali. Dani memang sangat menginginkan anak, dokter juga menyatakan dirinya sehat dan subur tapi tidak dengan cara seperti ini.
Bujukan dan rayuan terus Niken lemparkan kepada Dani, dibantu Amanda Ibu Dani akhirnya pria itu mau menikah lagi. Wanita yang dinikahi Dani juga pilihan Niken yang merupakan ponakan dari Asmara, pembantu yang bekerja di rumah Amanda.
Sekar hanya lulusan SMA. Setelah menamatkan pendidikannya, Sekar bekerja menjadi asisten rumah tangga seperti tantenya di rumah Amanda. Rencananya, setelah uangnya terkumpul maka Sekar akan melanjutkan pendidikannya. Hingga di umurnya yang ke 21, saat Sekar ingin mendaftar kuliah, tantenya justru meminta dirinya untuk menikah.
Sekar tidak sanggup untuk menolak. Keluarganya berhutang budi pada Amanda. Saat Almarhum ayahnya sakit dulu, semua biaya pengobatannya ditanggung oleh Amanda. Meskipun akhirnya nyawa ayahnya tidak tertolong, tapi ia tetap merasa berutang budi. Maka pada saat Amanda memintanya untuk menjadi istri kedua Dani, Sekar langsung menerimanya.
***
"Mas mau makan dulu?" Tanya Sekar saat melihat Dani tengah bersiap-siap ke kantor.
"Tidak usah"
Tanpa pamit pria itu langsung meninggalkan rumah mereka. Selalu seperti ini. Sudah satu Minggu mereka menikah, Dani selalu menolak diajak makan bersama. Pria itu akan berangkat pagi-pagi sekali dan pulang larut malam. Meskipun mereka tidur di tempat yang sama tapi Dani belum juga menyentuhnya. Tapi Sekar bersyukur, pria itu masih ingin menggunakan pakaian yang ia sediakan.
Ini adalah hari terakhirnya bersama Dani sebagai pengantin baru. Besok Dani sudah harus membagi waktunya antara ia dan Niken. Tiga hari di rumah yang Sekar tinggali dan 4 hari di rumah Niken. Meskipun terkesan tidak adil, namun Sekar menerimanya. Penentuan hari ini juga Niken yang mengaturnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Short Story
Storie breviBerisi kumpulan cerita pendek HAPPY ENDING karena saya anti yang namanya SAD ENDING
