Chap 16

378 15 0
                                        

Hinata dan Yachi jalan bersama menuju kantin, mereka ini jadi terlihat kembar karena tinggi mereka yang tak berbeda jauh dan mereka sangatlah dekat. Ukai dan Takeda sudah kembali membawa makanan, tapi bodohnya mereka lupa membeli minuman, alhasil Yachi dan Hinata menjadi korban pesuruh.

"Hinata, eto... apakah Lev dan Inuoka jadi kerumah nenek nanti?" tanya Yachi, Hinata mengangguk, dia memakan bakpaonya dengan senang hati, sedangkan tangan kirinya ada 1 kantung berisi minuman pesanan anggota tim.

"Yang mengurus mereka nenek dan Yuto, aku hanya menunggu hasil, sebenarnya hanya ujian kecil tak begitu berat, kalau sudah disuruh ikut ujian oleh nenek berarti mereka diterima, tidak seperti Miya kembar," jelas Hinata membuat Yachi mengangguk.

Mereka terdiam dengan pikiran masing-masing, setelahnya Hinata berhenti, membuat Yachi ikut berhenti. "Kenapa Hinata?" tanya Yachi penasaran, Hinata yang panik langsung menarik tangan Yachi dan berlari.

"HINATA! PELAN-PELAN! AHH MAAFF" bahkan Hinata tak peduli dengan orang yang mereka tabrak, entahlah, Hinata seperti orang kesetanan.

BRAKK

Seisi gym kaget dengan suara dobrakan itu, Daichi yang hari ini tempramennya sangat parah langsung membentak mereka. "Hinata! Yachi! ini bukan tempat penggrebekan, kenapa kalian ini!" Hinata langsung menyuruh mereka berkumpul.

"Aku tahu pelaku penulis surat dan ancaman Lev!" mereka diam. "Siapa?"

Hinata membuka ponselnya dan memencet tombol telefon, entah ingin menelfon siapa.

"Shoyo?" ah mereka tahu, ini suara Yuto, sepupu Hinata.

"Yuto, apakah nenek si Miya masih sering datang?" tanya Hinata, di seberang telefon sepertinya Yuto sedikit terdiam.

"Wanita tua itu, terakhir kali kesini dan bertengkar hebat dengan nenek, lalu tak pernah kembali lagi. Padahal dia masih kukuh menjodohkan salah satu si Miya denganmu, inilah yang membuatku waspada, angin tenang menghanyutkan, akan terjadi guncangan yang tak terduga,"

"Yuto, aku Daichi selaku kapten Karasuno. Aku ingin bertanya, apakah kau memiliki foto nenek si Miya?"

"Untuk apa?"

"Begini, Sugawara bisa melacak seseorang hanya dari fotonya, aku akan meminta Sugawara melacak nenek si Miya dan melihat apa yang terakhir ia lakukan, bisa saja dia gang melakukan ini semua," jelas Daichi, Yuto tampak berbisik dengan seseorang diseberang, apalagi suaranya amat bergesekan, pasti dengan nenek.

"Aku akan mengirimkannya nanti, mintalah foto itu pada Shoyo, jika ingin alamat rumahnya juga, kami punya, karena kami tak bisa melacak, kami andalkan kalian. Maaf sudah membuat kalian terlibat dalam masalah ini,"

"Tak masalah Yuto, lagian Hinata adalah adik kesayanganku," ucap Tanaka merangkul Hinata diikuti oleh Nishinoya, mereka tertawa kecil, agar tak terjadi terkecanggungan antara mereka.

"Akan ku beri, kuserahkan sisanya pada kalian," sambungan itu ditutup oleh Yuto, namun beberapa menit kemudian masuk pesan dari ponsel Hinata, berupa foto nenek Miya dan beberapa data tentangnya, ini akan menjadi mudah.

"Kita bisa meminta Suna dan Kita memeriksanya, minta mereka untuk tidak memberitahu si kembar Miya," perintah Daichi diangguki semua, mereka akhirnya menyantap makanan mereka dengan hikmat setelah berdoa.

"Oy Tsukishima, kenapa potongan katsumu besar sekali, ayo tukar denganku!" Tsukishima menjauhkan wadah makannya, "Kau sudah dapat jatah 2 katsu chibi! Itu ada 3 nasi di depanmu!" Hinata merenggut, dia kembali memakan jatahnya.

Yamaguchi menyodorkan wadahnya, "Kau bisa tukar denganku, milikku tak kalah jauh dengan milik Tsuki," Hinata berbinar, ia tanpa segan mengganti salah satu katsunya dengan milik Yamaguchi.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 08, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Obsesi [Hinata Harem]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang