-Kenari-
Tsukishima mengira jika kekasihnya itu akan membawakan boneka dinosaurus untuk pertukaran kado mereka. Padahal, dia sudah sangat effort untuk membelikan kekasihnya itu sebuah sepasang sarung tangan untuk musim dingin yang akan datang.
"Woah! Kau baik sekali megane-kunn, aku memberimu juga hadiah terbaikku, jangan lupa tanam juga beberapa kacang kenari ini ya? Ini hasil tanamku dari kecil!" sebenarnya Tsukishima tidak menyalahkan nilai jualnya karena kenari sangat mahal, tapi dia tidak suka kacang kenari.
"Hinata, aku tidak suka kenari," ucap Tsukishima memberi pengertian, takut menyinggung sang kekasih. Sedangkan Hinata terdiam, kacang kenari di tangan Tsukishima sekarang berpindah ke tangannya. "Aku tahu!"
"Megane-kun, tutup matamu!" awalnya si tiang itu mengernyit. Tapi tetap menuruti keinginan si mungil. "Buka mulut~" mendengar itu Tsukishima tambah bingung, namun tetap melakukannya.
Sedetik, dia langsung terkejut dan membuka matanya. Melihat kekasihnya memasukan kacang kenari di mulutnya dengan lidahnya, LIDAH! Bahkan daging tak bertulang itu tidak sengaja menyentuh lidahnya juga.
Tsukishima tidak bisa menahan rasa malunya. Ayolah, dia ini pria dengan gengsi tingkat tinggi. Biasanya mereka hanya melakukan kecupan cepat, itupun Hinata yang memulai dan langsung menuju bibirnya, ia hanya berani mengecup pipi sang kekasih, ya walaupun harus menggeser gengsinya.
"Nah! Apakah kau sudah menyukainya?" tanya Hinata antusias.
Astaga, bahkan Tsukishima sangat menyukainya! Ini akan menjadi makanan favoritnya kalau cara memakannya seperti ini.
"Eh, Megane-kun... bukankah itu Ara-chan?" Ara itu OC ya. Tunjuk Hinata pada sebuah taman, ada seorang gadis yang duduk di ayunan dengan permen di mulutnya, duduk sendiri dengan pandangan terlihat kosong, Ara adalah teman sekelas mereka ya.
"Kita hampiri saja!" mereka akhirnya menghampiri Ara dan membawa sisa kacang kenari yang berserakan.
"Ara-chan!" teriak Hinata membuat si pemilik nama terkejut lalu menatap keduanya.
"Hinata? Tsukishima..?" lirihnya. Tsukishima diam, lalu Hinata mengambil duduk di ayunan sebelah Ara.
"Ne ne Ara-chan, kenapa kau disini, tidak les balet hari ini?" Ara menggeleng, membuat Hinata bingung.
Sebab kekasihnya juga diam dan bersandar pada tiang ayunan. Ini awkward, seolah hanya dia yang antusias dalam percakapan ini.
Tiba-tiba saja Tsukishima menariknya berdiri. "Hinata, Akiteru-nii memasak kue bulan hari ini, ayo pulang dan makan itu," awalnya Hinata bingung namun tetap mengikuti langkah si jangkung.
"Sayonara, Ara-chan!"
"Sayonara, Hinata..."
Kenari
Minggu depan mereka sudah ada jadwal untuk latih tanding di Nekoma, jadi mereka sudah sibuk untuk terus berlatih. Hari ini Tsukishima izin untuk tidak ikut karena akan ikut olimpiade Bahasa Inggris tingkat prefektur. Jadi, Hinata akan pulang dengan Kageyama nanti.
"Yamaguchi, Tsukishima akan lomba kapan?" tanya Hinata, ia tidak tahu seluk beluknya, dia malas belajar tapi kekasihnya pintar sekali. "2 hari sebelum kita berangkat, jadi bisa dihitung dari sekarang itu 5 hari lagi," Hinata mengangguk.
"Terimakasih Yamaguchi, kalau begitu aku akan berlatih dengan Kageyama!" Yamaguchi hanya mengangguk dan fokus melihat data kesehatan bersama Sugawara di kursi cadangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsesi [Hinata Harem]
DiversosHinata Shoyo, tidak akan menyangka jika hidupnya seperti berada di sangkar, namun sangkar emas yang berkilau. membuatnya tidak bisa bergerak bebas di udara. latih tanding yang awalnya menyenangkan dan panas menjadi neraka bagi semua, untuk hinata ya...
![Obsesi [Hinata Harem]](https://img.wattpad.com/cover/347824535-64-k498148.jpg)