Tin bangun dari posisi nya dan menatap mata naret dengan tatapan tak percaya
"Tunangan?"gumamnya
"Ya.. p'naret adalah tunanganku dan kami akan segera menikah"jawab Joong
Mendengar jawaban Joong membuat tin terdiam
Joong menataap lekat wajah tin dan sedikit mengerutkan keningnya.
"Ohhh!! Sekarang aku baru ingat, kau manager baru yang akan bekerja di perusahaan ku kan dan kau... Kau yang di tampar p'naret tempo hari lalu benarkan?"
Tin tak menjawab.
Dan Joong akhirnya tertawa
"Haha... Pantas saja tunanganku menamparmu, ternyata sifat aslimu seperti ini, bagus sekali phi naret aku mendukung perlakuanmu"
"Joong tidak seperti itu.. dia..."
Ujar naret tak setuju
"Jangan coba membela nya phi, (joong menunjuk ke arah tin) heh! Dengar! jika sekali lagi aku melihat kau menyentuh kekasih ku, aku tidak akan segan melaporkan mu atas pelecehan"
"Joong..."
"Dan satu hal lagi. Jabatanmu masih berada dibawah ku, aku bisa dengan mudah membuatmu tidak bekerja lagi, Sekarang pergi!! Pergi sebelum aku berubah pikiran!!"
Tin memberi tatapan tajam pada Joong lalu kakinya mulai melangkah pergi dari rumah itu
Naret sedikit merasa bersalah padanya , namun tin tak melihatnya, dia langsung melenggang begitu saja melewatinya.
***
Di kantor.
Tin bekerja dengan serius berbeda dari hari-hari sebelumnya, bahkan dia juga menunduk memberi hormat pada Joong yang melewatinya
Dan itu membuat jooong merasa senang dan puas.
Namun tidak dengan naret,
Dia menatap tin dengan iba, namun kembali lagi.
Dia tidak mau peduli, tidak ada hubungan apapun lagi di antara Mereka, jadi naret tak mau memikirkan nya dan berusaha mengabaikan nya
Dan waktu terus berlalu..
Sampai hari dimana sang direktur mengajak semua stafnya untuk merayakan ulang tahun nya di sebuah restoran,
Semua tampak bahagia mengucapkan selamat padanya,
"Usiaku sudah semakin tua, namun jiwaku tetap muda hahaha aku ingin mengucapkan terimakasih kepada kalian semua..."
Ujarnya seraya tertawa
"Anda benar, semoga kau panjang umur tuan jim"
Ucap salah satu dari mereka.
"Haha terimakasih.."
Dan tak lama tin datang dan langsung di sambut hangat olehnya
"Haha ini dia... Karyawan favoritku. Khun tin. Kemarilah. Katakan kau mau makan apa, aku akan membayar semuanya"
Tin tersenyum
"Tidak perlu tuan jim, terimakasih. Ini aku hanya bisa memberikan ini padamu, aku tidak tahu bagaimana seleramu, jadi aku pilihkan warna yang senada dengan warna bajumu saat ini"
Tuan jim tampak senang saat menerima hadiah dari tin, itu sebuah dari berwarna biru tua bergaris garis hitam.
"Terimakasih, terimakasih banyak!! Anakku bahkan tak pernah memberikan ku apapun"ujar tuan jim seraya melirik sekilas Joong yang duduk di tengah tengah
Joong berusaha mengalihkan perhatiannya bertingkah seolah tak mendengar nya
"Haha... Ini sangat bagus, terimakasih!"ucap tuan jim lagi.
Setelah semua memberikan hadiah pada direktur mereka.
Merekapun memesan bir yang sudah lama di nantikan
KAMU SEDANG MEMBACA
Better Me (Poohpavel)
Teen Fiction3 tahun berpacaran bukanlah waktu sebentar bagi tin dan naret untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius . namun beberapa hal setelah semuanya baik-baik saja. membuat mereka harus mengakhiri hubungannya. ada alasan tertentu yang tak bisa mereka...
