Naret terus meraup bibir tin kasar seakan dia kelaparan akan sesuatu,
Membuat tin hampir tak bisa menandingi permainannya.
Tubuhnya juga terus bergerak cepat membuat air yang ada didalam disana gemercik keluar mengikuti gerakan naret,
Hingga akhirnya tin mendorong tubuh naret selembut mungkin.
"Phii .. kita tidak bisa melakukannya disini, kau mungkin akan masuk angin, aku takut anak kita kedinginan didalam sana"
Ujar tin dan sontak membuat naret tertawa ringan
"Tin... Pikirkan mu pada anak kita sangat polos"
"Oh .. apa dia tidak kedinginan?"
"Aku merasa sangat panas hingga air ini akan menghangat karena suhu tubuhku"
"Phi .. aku serius, aku mengkhawatirkan mu, aku tidak ingin kau sakit"
Naret terdiam lalu menunduk menatap air,
"Aku sudah sakit"
"Phi..."
"Maafkan aku tin, aku sudah berusaha melawannya, tap- "
Cup!
"Berhenti menyalahkan dirimu, kita akan bicara setelah menyelesaikan ini"
Ucap tin
Tin lalu segera mengeluarkan tubuh naret dari dalam air, menggendong nya ala bride style menuju kamar,
Setelah meletakkan naret di kasur, tin mengambil handuk dan mengelapi tubuh naret,
Sebenarnya naret sudah merasa lebih baik sejak dia masuk ke dalam air dingin itu,
Namun dia belum merasa puas karena dia belum keluar sejak dia mulai,
"Tinhh .. kenapa kau banyak sekali alasan, tidak bisakah langsung saja. Aku masih merasa tak karuan"
Keluh naret dengan tubuh tak diam
Wajahnya masih memerah karena nafsu yang masih di puncak nya, apalagi tubuh bagian bawahnya terus berkedut minta di masukin oleh pemiliknya
Tin tersenyum, lalu tangannya mulai menyentuh wajah naret dan menyentuhnya perlahan,
Dan kepalanya mulai kembali mendekat agar bisa mencium menciumi wajah naret.
Sebenarnya bukan banyak alasan yang di lakukan tin , dia hanya memikirkan anaknya di dalam sana.
Tin tidak mau sampai menggoncang atau menyakitinya, jadi dia sedikit mengulur waktu agar bisa mencari tempat yang nyaman dan aman untuk kedua orang kesayangannya itu,
Naret begitu menikmati belaian sentuhan tangan suaminya yang mulai menyentuhnya di berbagai tempat,
Mata naret terbuka dan tertutup merasakan tangan dingin tin yang menyentuh miliknya,
"Hmm ahh..."
Tin menciumi leher naret seraya memainkan milik naret dengan tangannya,
"Ahhh .. haaa ah!"
Naret merasakan miliknya menegang sempurna
"Tinh ahh .."
Tin menguisap payudara naret yang semakin membesar itu dengan tabgan yang tak berhenti bergerak
"Ahhh ahhh... Tinhh ahh .."
Tin terbangun untuk melihat wajah frustasi naret dengan mulut terbuka yang terus mendesah
Dia tersenyum lalu mengelus lembut perut buncit itu dan menciumnya
"Tinh ah ahh ahh aku sampai ahh ahh ahh!!"
Cairan naret keluar begitu banyak di tangan tin hingga membasahi sprei putihnya,
Tin lalu mencium bibir naret lagi dan tidur di samping naret hingga dia membalikkan tubuh naret agar dia tidur miring membelakangi nya,
KAMU SEDANG MEMBACA
Better Me (Poohpavel)
Teen Fiction3 tahun berpacaran bukanlah waktu sebentar bagi tin dan naret untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius . namun beberapa hal setelah semuanya baik-baik saja. membuat mereka harus mengakhiri hubungannya. ada alasan tertentu yang tak bisa mereka...
