jangan berharap lagi

1.1K 86 1
                                        


Tin kembali ke rumahnya untuk mengemasi beberapa pakaian yang akan dia bawa ke rumah sakit.

Sepertinya beberapa Minggu ini, rumah sakit akan menjadi rumah keduanya untuk sementara,

Dengan bantuan Julia dia juga membawa beberapa buku dan foto yang sudah tin kumpulkan sebelumnya

***

Ini sudah 2 Minggu sejak tin datang ke rumah Naret , anak itu tak terlihat lagi batang hidungnya entah di kantor ataupun datang ke rumahnya lagi

Naret menjadi banyak memikirkan hal buruk. Apalagi perkataan Joong membuat dia menjadi goyah dan meragukan tin

Dan itu membuat dia tidak tahan untuk diam.

Naret yang sedari tadi hanya menatap komputernya tanpa melakukan apapun itu  akhirnya  bangkit setelah tenggelam dalam pikirannya sendiri

Dia akan membuktikan bahwa cinta tin dan naret masih bisa bersatu meskipun status mereka sudah orang asing,

Orang mungkin akan menganggap mereka selingkuh, karena sudah memiliki pasangan masing-masing

Namun yang hanya bisa merasakan perasaannya hanya dirinya. Sakitnya, rindunya, dan getaran jiwanya Yang menggebu yang masih sama terasa saat naret bisa bersama tin,

Naret tahu dia egois.
Tapi... Jika hal itu yang membuat naret bisa bertahan hidup, kenapa tidak?

Setidaknya ketika dia tahu, tin masih mencintainya itu sudah cukup. Meski dia tahu mereka tak bisa lagi bersama.

Naret pergi dari kantornya dan langsung mengendarai mobilnya ke tempat orang yang ada di pikirannya saat ini

20 menit berlalu.
Dia akhirnya sampai.

Tak butuh waktu lama, Maret langsung memarkirkan mobilnya di sisi gerbang rumah tin ,

Sebelum sebuah pemandangan lain yang dia lihat cukup membuat dia terhenti dari aktivitas nya

**

Tin hampir saja terjatuh jika saja Julia tidak memeluk tubuhnya ketika kepalanya mulai kembali pening

"Are you okey?"
Tanya Julia

"Hm, it's okey"jawab tin sedikit meringis

Julia lalu memapah tin untuk berjalan menuju mobil, setelah tin berada di dalam, jlua segera pergi ke sisi lain dan kemudian pintu gerbang perlahan terbuka

Mobil putih milik tin pun melaju melewati mobil hitam naret yang terparkir disana.

Naret terdiam menatap tangan yang memegang setir nya, tanpa dia sadar tangannya berubah memutih karena eratnya dia mencengkram setir mobil

Lalu air matanya tiba-tiba meluncur indah di mata naret yang tak berkedip,

Untuk kesekian kalinya, naret kembali terluka, walau dia sebelumnya sudah mempersiapkan rasa seperti ini

Namun ketika kenyataan menghampirinya rasanya bahkan lebih sakit dari membayangkannya

Perkataan Joong tempo hari lalu kembali membayangi ingatannya

"Dia akan kembali pergi...!

Dia punya kehidupannya sendiri !

Kau harus sadar!

Dia masa lalumu!"

Naret akhirnya terpejam merasakan sensasi menyengat di hatinya, suara isakannya mulai terdengar di dalam sana

Apalagi pendengaran kembali mengingat perkataan tin

"Aku mungkin akan melupakanmu.."

Kecocokan kata dengan apa yang dia lihat sekarang sungguh perfoma yang ideal untuk menghancurkan hatinya.

Better Me (Poohpavel)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang