Tin dan naret sudah berada di rumah lama Tin, mereka berencana untuk makan malam bersama di sana.
"Phi masuklah"ucap tin seraya membukakan pintu untuk naret
Pandangan naret langsung tertuju pada keseluruhan rumah itu , dan ini adalah pertama kalinya dia melihat dengan benar rumah itu,
Terakhir kali, dia hanya fokus untuk menyelamatkan tin tanpa memperdulikan interior dalam rumah
"Kau tinggal sendiri di sini?"tanya naret
"Hmm"
"Rumahnya lebih luas saat aku memasukinya, dulu saat aku menolongmu aku hanya bergegas masuk dan banyak berpikir bagaimana cara menyelamatkanmu tanpa melihat keseluruhan ruangan tempat ini"
"Dulu? Kau juga pernah ke sini?"
"Yah saat kau hampir sekarat"
"Apa itu karena gejala penyakitku?"
"Hmm"
Jawab Naret sambil mengangguk.
Tin lalu duduk di sofa yang tak jauh dari tempat Mereka berdiri, naret juga ikut duduk sampingnya.
"Aku ingin tahu seberapa lama kita saling mengenal , aku juga ingin tahu berapa lama aku menyukaimu, seandainya aku masih punya ingatanku"
Ucap tin menunduk sedih
Naret memegang tangan tin perlahan.
"Tin... Kau sudah membuat keputusan tepat dengan mendengarkan dokter , kau tidak perlu menyesali apapun, entah dirimu yang sekarang atau dirimu yang dulu aku akan menerimanya, aku akan menjadi memorimu disaat kau ingin mengingat nya, aku akan menceritakan semuanya perlahan padamu, jadi jangan merasa sendiri, kau punya aku, kau bisa bersandar padaku dan memelukku jika lelah, apa kau mengerti?"
Ucap naret yang di akhiri dengan senyuman lembut yang terukir di bibirnya
Tin ikut tersenyum dan membalas genggaman tangannya.
"Sekarang aku mengerti mengapa tin tak bisa membiarkanmu begitu saja. Kau begitu baik bahkan setelah aku menyakitimu di masa lalu, aku berharap jika aku ma..."
"Sssutttttt!!"
Naret menutup bibir tin dengan jari telunjuk nya.
"Jangan Lanjutkan! Aku cukup trauma dengan kata itu "
"Tapi .."
"Suttt! Tin! "
"Hm baiklah, maaf"
"Tapi ngomong ngomong bukankah aneh jika kau lupa ingatan kau bisa langsung mengenaliku dan pergi ke tempatku "
"Ohhh saat itu... Aku hanya mengandalkan perasaanku saja. Dan tempatmu, Julia yang membantuku, dia ... Euh... Mengikutimu beberapa kali untuk melihat kehidupanmu "
"Jadi dia memata-mataiku?"
"Phi .. jangan marah, dia Hanya berusaha membantu membangkitkan kembali ingatanku, meski sampai saat ini itu belum berhasil "
"Hhh... Baiklah, jadi selama ini kau tetap mengawasiku, tin... Kau terlalu berlebihan, aku sudah dewasa aku punya kehidupan ku sendiri, kau tidak harus terus mengkhawatirkan ku, aku bisa menyelesaikan masalahku, aku tak akan mati konyol hanya karena sakit hati "
"Aku tahu..."
"Jika kau tahu, kenapa kau tetap mengawasiku?"
"Aku hanya ingin memastikan kau hidup dengan baik setelah aku pergi "
"Tin, membicarakan itu , mungkin bukan hanya aku, tapi semua orang akan sedih, mereka akan merasa kehilangan, sedikit frustasi dan kesepian. Tapi semua tergantung bagaimana kau memandangnya. Aku punya harapan bahwa semua akan baik-baik saja. Entah cepat atau lambat, dalam membawa harapan itu sampai sekarang akhirnya aku bisa sampai kembali bertemu denganmu,justru jika kau terlalu khawatir itu membuatku yang tidak tahu apa-apa akan merasa bersalah karena sudah menjadi beban untukmu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Better Me (Poohpavel)
Fiksi Remaja3 tahun berpacaran bukanlah waktu sebentar bagi tin dan naret untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius . namun beberapa hal setelah semuanya baik-baik saja. membuat mereka harus mengakhiri hubungannya. ada alasan tertentu yang tak bisa mereka...
