Setelah pulang dari acara 'pernikahan ayahnya'. Tin tampak termenung di kamarnya, dia tak bicara apapun pada ibunya,
hanya memberitahunya untuk tidak membangunkannya karena dia akan langsung tidur dan tak ingin di ganggu.
Tin meremas tangannya sendiri dengan mata berkaca-kaca, sungguh bayangan tertawa bahagia ayahnya sangat membuat dia sakit
Bagaimana Tidak. Setiap hari disini tin akan melihat ibunya terus menatap foto ayahnya seakan menyesali perpisahan mereka.
Namun saat tin melihat ayahnya yang tampak tak terbebani dengan perpisahan itu membuat tin marah
Sungguh rasanya dia ingin memukul ayahnya keras bahkan mungkin jika bisa tin ingin mendorong ayahnya untuk berlutut dan meminta maaf pada ibunya.
Namun itu hanya sekedar bayangan keinginannya. Pada kenyataannya dia tak bisa melakukan apapun,
dia hanya bisa menyembunyikan berita ini dari ibunya berharap dia tak pernah tahu siapa wanita yang ayahnya nikahi.
Lamunan tin yang memakan waktu membuat dia tidak sadar. Hp nya terus berbunyi sedari tadi. Namun dia di tulikan dengan pikiran nya sendiri.
***
Naret mondar mandir kesana kemari dengan hp yang terus menempel di telinganya.
Wajahnya sudah gelisah , perasaannya tak karuan hatinya risau. Karena orang di sebrang sana sepertinya tidak berniat mengangkat panggilan nya.
"Sial..."umpatnya seraya menendang nakas yang ada di sampingnya.
Naret meremas kepalanya sendiri merasakan muak dengan pikiran nya.
Dan tak lama ibu dan ayah 'baru' nya datang menghampiri.
"Naret... Maafkan ibu... Semua ini salahku"ucap sang ibu seraya menyentuh pundak anaknya
"Tidak an, semua salahku. Aku tidak memberitahumu bahwa aku punya anak dari istri pertamaku... Aku ..."
"Biar aku tanya satu hal pada paman! Apa kau berhubungan dengan ibuku sebelum kau mengakhiri pernikahan mu dengan ibu tin?"tanya naret dengan wajah serius
Mendapat pertanyaan seperti itu membuat tuan pravat menghela napasnya.
"Sebenarnya... Dulu aku pernah dekat dengan seseorang, saking dekatnya kadang orang menjadi salah paham pada kami. Dia adalah sekretarisku. Karena dialah kami bercerai"
"Jadi kau berselingkuh dengan sekretarismu? Lalu kenapa tin mengangap wanita yang di tampar mantan istrimu itu adalah ibuku?"
"Saat itu... Hhhh... Tin sepertinya melihat itu dari kejauhan, jadi dia tidak melihat wajah sekretaris ku"
"Sial.... Kau seharusnya mengatakan yang sebenarnya pada anakmu itu, lihat bagaimana kau menghancurkan hubungan kami hanya dalam satu hari, aishh...!!!"naret bicara dengan nada tinggi
"Naret tenanglah, ibu akan mencoba bicara pada tin dan ibunya"
"Bukan kau Yang harus bicara , tapi dia!!"naret menunjuk ke arah ayah sambungnya
Sungguh dia kesal sekarang, kesan baiknya pada ayah sambungnya beberapa hari lalu kini seolah hilang di telan amarahnya
Yang dia lihat saat ini adalah laki-laki tukang selingkuh yang menikahi ibunya. Dan parahnya ibunya mencintai orang brengsek ini.
Naretpun memilih pergi darisana untuk mencari ketenangan.
**
Beberapa hari kemudian.
Naret sudah berada di depan rumah tin, dia langsung menekan bel pintu rumah itu dengan tidak sabaran.
Dan tak lama pintu itu terbuka menampilkan sosok ibu tin yang ramah menyambutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Better Me (Poohpavel)
Teen Fiction3 tahun berpacaran bukanlah waktu sebentar bagi tin dan naret untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius . namun beberapa hal setelah semuanya baik-baik saja. membuat mereka harus mengakhiri hubungannya. ada alasan tertentu yang tak bisa mereka...
