percaya atau tidak

2K 89 4
                                        

3 hari kemudian
Tin dan naret pergi ke rumah sakit, karena naret mengeluhkan perutnya yang lebih banyak kontraksi sejak kemarin.

"Semua pemeriksaan menunjukkan keadaan baik-baik saja. Bayinya juga terlihat aktif dan sehat, oh apa kalian tidak ingin tahu jenis kelaminnya?"
Ujar dokter saat memeriksa naret dengan mesin USG

"Oh benar! Apa dia laki-laki?"

"Tidak, dia perempuan"

"Oh?! Benarkah?"

"Yahh... Kau bisa melihatnya disini, tidak ada yang menonjol di bagian ini"

"Ku pikir dia laki laki karena tendangan nya sangat kuat, apalagi saat aku mengajanya bicara"ucap tin sambil tersenyum.

"Ehehe.. aku rasa dia senang mendengar suaramu"

Setelah pemeriksaan selesai.
"Aku meresepkan vitamin dan obat penambah darah, Minum setiap hari dan kembali melakukan pemeriksaan di bulan depan"

"Baik dokter , terimakasih "

"Dan untuk  kontraksi seperti yang kau keluhkan, sebenarnya itu normal jika terjadi sekali dua Kali dalam satu hari, namun jika terlalu sering itu bisa jadi karena kau kelelahan, atau ayahnya yang terlalu sering menengok anaknya "

"Ma... maksudmu?"tanya naret ragu

"Tolong kurangi berhubungan dulu untuk sementara, jika kalian memang rutin melakukannya, aku sarankan untuk memakai alat kontrasepsi untuk mencegah cairannya masuk, karena sperma bisa memicu kontraksi, jadi aku khawatir bayi kalian mungkin bisa lahir kurang
Bulan jika kontraksi nya semakin parah "jelas sang dokter

Naret langsung menatap tajam wajah tin yang tersenyum ragu melirik naret.

***

Di mobil.

"Kau dengar itu tin?"
Ucap naret

"Hehe... Salahkan si Joong sialan itu, sampai Aku tidak sengaja meminum air yang sama"

"Yahh... Dengan berakhir aku tidak bisa berjalan selama 2 hari"

"Akukan sudah menyuruhmu pergi saat itu, tapi kau malah menghampiri dan menggodaku "

"Apa aku tega membiarkanmu melakukannya sendiri?"

"Hehe... Tentu tidak, kau juga menyukainya "

"Cih... Siapa bilang "

"Yah.. kau terus memohon agar aku memasuki mu phi "

"Hah? Kapan!"

"Kau pura pura lupa"

"Aku tidak ingat!"

"Phi jangan seperti itu, kau mengatakannya "

"Aku tidak tahu"

"Hhhhh... Baiklah terserah kau saja, tapi membicarakan hal ini, saat itu apa Joong melakukan hal lebih dari yang aku lihat?"
Tanya tin ragu.

Sebenarnya sejak malam itu tin ataupun naret tak mengungkit masalah itu, karena tin merasa naret akan terluka ketika dia menyuruhnya mengingat lagi dan naret juga enggan membahasnya .

Naret terdiam sesaat.
"Dia melakukannya, namun tak lama diao langsung menendangnya"

"Aku harus mengucapkan terimakasih padanya"

"Hm"

Tin menepikan mobilnya di sisi jalan.
"Phi..."
Tin menunduk menatap naret.

"Maafkan aku"ucapnya.

Naret menatap lama kepala tin,
"Aku sekarang sudah baik-baik saja tin , jangan terus menyalahkan dirimu"

Naret mengangkat kepala tin.
"Aku memang ketakutan tapi aku percaya kau akan datang, dan kau lihat, kau benar benar datang"

Better Me (Poohpavel)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang