❗ FOLLOW DAN VOTE SEBELUM MEMBACA ❗
Satu perawat, satu idol, satu ruang perawatan-dan segalanya berubah.
Kim Yura tak pernah menyangka pasiennya kali ini adalah Han Jimin, idol terkenal dengan sikap dingin. Tapi seiring waktu, perhatian kecil dan ca...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Apa yang dikatakan Lee Jungsuk benar-benar keterlaluan. Kata-katanya bukan hanya merendahkan Yura sebagai seorang wanita, tapi juga menginjak harga dirinya. Meski Yura hanya seorang perawat biasa, bukan berarti ia bisa diperlakukan semurah itu.
Jika saja mereka tidak sedang berada di lingkungan rumah sakit, Yura yakin tamparannya sudah lebih dulu mendarat di wajah pria itu.
"Sepertinya kau salah mengartikan setiap pertemuan yang tidak disengaja," ucap Yura dingin, menatap lurus tanpa gentar.
"Aku tegaskan, aku bukan wanita yang bisa kau beli dengan uangmu, Tuan."
Untuk pertama kalinya, Yura merasa menyesal pernah menolong seseorang.
Alih-alih menyadari kesalahannya, Jungsuk justru semakin mendekat. Tangannya menempel di dinding, mengurung Yura di antara tubuhnya. Membuat ruang gerak Yura semakin sempit, napasnya tertahan.
Jungsuk menyeringai. Wajahnya mendekat, terlalu dekat, hingga hembusan napasnya terasa di kulit Yura yang mulai memanas, bukan karena gugup tapi karena amarah yang hampir meledak.
"Kau semakin cantik saat marah," bisiknya rendah. "Aku jadi semakin jatuh cinta padamu."
Sungguh Yura sudah ingin meludahi wajah Jungsuk saat ini juga.
"Yura, ada pasien yang datang." Suara Eunbi datang seperti penyelamat. Yura langsung menjauh, menarik dirinya dari situasi menjijikkan itu.
Ia menghela napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungnya. "Semoga kita tidak pernah bertemu lagi setelah ini."
Di belakangnya, Jungsuk tertawa pelan. Matanya menatap punggung Yura yang semakin menjauh.
"Kau akan merindukanku," gumamnya. "Cepat atau lambat."
Manusia memang boleh berharap tapi belum tentu semesta akan mengabulkannya. Akan tetapi hal itu tak berlaku bagi Jungsuk. Apa yang ia harapkan dan inginkan harus di dapatkan. Apapun caranya. Ia begitu percaya diri dengan apa yang ia miliki. Mempunyai banyak uang maka segala sesuatu yang ia kehendaki pasti akan di dapatkan. Meskipun harus melawan takdir, Jungsuk akan tetap menerjangnya.
"Ada tugas lain untuk kalian," Perintah Jungsuk kepada seseorang sebelum mematikan ponselnya.
-
"Siapa pria tadi? apa dia kekasihmu? kalian terlihat serasi," tanya Eunbi penasaran.
Baru saja Yura duduk menyandarkan punggungnya, dan mengatur napas untuk meluruhkan kekesalan yang menyelimuti diri. Malah mendengar pertanyaan Eunbi yang membuatnya kembali kesal.
"Enak saja! Dia adalah pria gila yang lepas dari pengawasan."
Kedua mata Eunbi menyipit seakan tak percaya dengan jawaban Yura. "Pasti kalian sedang bertengkar, ya?"