2. Ruang VIP

129 29 11
                                        

Sudah siap untuk membaca My Patient?
Akan ada keseruan apa dipart ini?

Sebelum lanjut yuk pencet tanda bintang dan follow author dulu biar ada notifikasi saat author up bab baru🥰

Sebelum lanjut yuk pencet tanda bintang dan follow author dulu biar ada notifikasi saat author up bab baru🥰

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

💉💉💉

Angin sejuk di pagi hari menjadi pengiring langkah kaki Yura, menyelusuri jalanan dari apartemen yang ramai dengan orang-orang yang akan menuju halte bus untuk menuju tempat kerja, atau sekolah mereka. Sedangkan Yura bertujuan untuk menuju rumah sakit, karena hari ini ia mendapat jatah sift pagi setelah tiga hari bertugas berjaga pasien pada malam hari.

Usianya baru menginjak dua puluh delapan tahun namun, Yura hanya menghabiskan waktunya untuk bekerja dan beristirahat di apartemen. Tak seperti wanita seumurannya, yang masih suka menghabiskan waktu untuk berbelanja di mall, atau berkumpul bersama temannya di bar bahkan ada yang sudag menikah.

Tepat pukul setengah tujuh Yura segera menuju mesin absen finger print agar daftar absensinya tidak kosong. Setelah itu ia berjalan menuju Nurse station, seperti rutinitas runtutan pekerjaannya. Yura bertukar tugas dan mendapat penjelasan dari suster yang berjaga di malam hari tadi.

Tak lama kemudian dering telepon berbunyi.

Kriing ... krriiiingg

"Yeobseo ... ruang UGD di şini, ada yang bisa di bantu, ” ucap Yura di balik telepon kabel.

"Saya ingin berbicara dengan Kim Yura,” ucap kepala rumah sakit di seberang telepon.

"Iya, ini dengan Kim Yura sendiri".

"Yura, mulai hari ini akan di pindahkan kembali ke ruang VIP karena ada salah satu perawat di sana yang akan mengundurkan diri beberapa hari lagi. ”

"Baik, sesuai perintah, saya akan berkemas dan pindah ke ruang VIP”.

Setelah menutup telepon Kim Yura segera berkemas karena ia mendapat perintah dari kepala rumah sakit. Ia merapikan barang-barangnya dan berpamitan dengan teman-temannya, perawat di UGD. Baru satu Tahun Yura pindah tugas kini ia harus kembali ke Ruang VIP. Meskipun di sana terbilang tugasnya cukup santai namun karena pasien yang di tangani adalah pasien VIP yang notabenenya memiliki pengaruh, Yura harus sangat berhati-hati dalam memberikan pelayanan dan harus banyak bersabar menghadapi berbagai jenis karakter pasien VIP. Jika salah sedikit, bisa saja pekerjaannya yang menjadi taruhan, dan mendapat teguran dari Pimpinannya.

Sedangkan perawat senior yang tak menyukai keberadaan Yura, mendengar hal itu merasa senang. Ia kini tak akan melihat seseorang yang selalu membuatnya kesal. Dan hal yang membuat perawat senior itu kesal adalah, Yura selalu berani dan melawan saat ia membully dan seenaknya sendiri dengan jadwal jaga. Ya, Yura selalu menolak untuk lembur setiap hari. Yura tak ingin di injak oleh sesama pekerja di rumah sakit tersebut. Semua sudah memiliki job desk masing-masing sesuai porsinya. Jika memang harus lembur itu bukan karena paksaan.

𝓜𝔂 𝓟𝓪𝓽𝓲𝓮𝓷𝓽  || 𝐏𝐣𝐦Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang