Di ruang makan mansionnya Haris kini semua anggota keluarganya sedang berkumpul dan melakukan sarapan pagi sebelum mereka semua melakukan aktivitasnya masing-masing.
"Denger-denger Hama itu katanya sudah pulang dari rumah sakit ya Pa, apa benar?"
Alva yang tiba-tiba bersuara membuat Haris yang sedang menyeruput kopi langsung mengangguk samar sebagai tanggapan.
"Hama? emang itu siapa Pa?" Haris langsung melirik tidak minat Ambar yang tiba-tiba menyahut dalam obrolan.
"Kamu tidak perlu tau, ini urusan keluarga saya."
Ambar terdiam, menunduk sambil diam-diam mengepalkan tangannya dibawah meja, dia masih belum bisa menarik perhatiannya Haris selaku kepala keluarga. Bahkan berbagai cara telah dia lakukan tapi Haris sepertinya samasekali tidak tertarik kepadanya, bahkan bukan hanya Haris saja, melainkan semua anggota keluarganya kecuali Alvares yang sangat peduli kepadanya.
"Sky selesai."
Sky bersuara dan langsung beranjak dari duduknya, kemudian berlalu menuju garasi, dan sebelum dia masuk kedalam mobil sejenak dia melirik motor milik Adek tirinya yang terparkir apik di pojokan. Memilih bodoamat akhirnya dia segera masuk, menyalakan mesinnya dan segera melajukan kendaraannya menuju sekolah.
"Bang Alva, boleh gak aku berangkat sekolahnya bareng Abang." Alvarez yang mendengar permintaannya Ambar langsung mengangguk yang membuat sang empu yang melihatnya langsung tersenyum bahagia.
"Alva berangkat." Alva pun beranjak pergi.
"Ambar juga berangkat ya Pa, Bang. Dadah~"
Keempatnya yang masih berada di meja makan hanya diam ketika mendengar Ambar pamit dengan tingkah manjanya. Karena sebenarnya mereka memang masih belum menerima penuh kehadiran wanita itu disini, tapi karena ancaman dari Tania membuat mereka tidak ada pilihan lain yang akhirnya hanya bisa pasrah daripada harus kehilangan aset pribadi yang menjadi kebanggaannya mereka.
"Pa."
Haris melirik Anak ketiganya, Leon yang tiba-tiba memanggilnya, "Bagaimana dengan Anak itu? hampir saja dia mati ditangannya Bang Galaksi." Lalu Leon melirik Abang sulungnya Galaksi yang terlihat abai ketika namanya disebut.
"Biarkan saja, jika dia mencari masalah lagi kita bisa menghukumnya," Lalu Haris juga menatap Galaksi, "Dan untuk kamu Galaksi, jangan menembaknya lagi."
"Anak itu yang memintanya, jadi aku hanya menuruti keinginannya."
"Lain kali jangan pernah kamu menuruti keinginannya."
"Anak itu sudah menyerah Pa, dia hanya mengharapkan kematiannya." Balas Galaksi tidak mau kalah sambil menatap tidak minat Papanya, "Jadi kenapa kita tidak langsung mewujudkannya saja?"
"Papa nanti yang akan mewujudkannya, tapi tidak untuk sekarang."
"Sky sudah menaruh simpati kepadanya Pa, jangan sampai Papa melukai Sky jika Anak bungsu Papa itu berusaha untuk melindunginya." Gevan menyahut dan segera beranjak meninggalkan ruang makan.
"Papa tidak akan membiarkan hal itu terjadi, sebelum Adek kamu semakin dekat dengan Anak itu Papa akan terus berusaha untuk menghasutnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Pressure
Novela JuvenilBercerita tentang Gavalo Mahesa yang berpindah jiwa ke raga seseorang yang bernama Kavanda Faderick. Gava tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi kepada dirinya, kenapa jiwanya bisa berpindah ke raga seseorang yang bahkan dia tidak mengenalnya...
