Vier menaikan selimutnya ketika yang ia rasa hawa dingin menyentuh kulitnya secara perlahan. "Dingin gini buset, mau bikin mie tapi males." gumam ia dan yang dilakukannya hanya berdiam diri. Sebelum Leo datang sembari menarik selimut yang menutupi seluruh badan Vier.
"Dingin monyet!!" kata Vier melempar bantal pada lelaki dengan rambut merah menyala.
Yang dilempar hanya cekikikan tanpa rasa bersalah. "Siapa suruh pake kaos oblong sama koloran doang, orang gila lu," balas Leo, kini dibalik, Vier tertawa karir.
"Siap-siap dah, kita kumpul sama anak Victor, ketua apaan lu gak bekerja," ajak Leo dan ikut tertidur dikasur Vier.
"Lu aja, gue-"
"lama-lama lu turun jabatan Err~"
"ck, iya. minggir mau siap-siap."
"jalanan besar anying, kaya kasur punya lu aja," setelah itu telapak kaki Leo menjadi korban kegelian Vier, karena mengkelitikinya.
"BENAR-BENAR ANJING LU," sebelum berhasil membalas, Vier sudah lari ke kamar mandi.
...
Ibu kota yang padat membuat Vier berulang kali membuang nafasnya kesal. "sabar aja napa," ujar Leo dikemudinya.
"tau gini pake motor aja cok," balas Vier, Leo hanya terkekeh, dan memutar stirnya handal, masuk ke pemukiman yang bahkan Vier sudah lupa jalannya.
"akhirnya," kata Leo sembari merenggangkan tangannya yang lelah mengemudi.
Rahang Vier jatuh, maksudnya kenapa gak dari tadi Leo lakukan itu? dan harus membuang waktu Vier secara cuma-cuma.
lelaki berambut merah menengok ketika buluk kuduknya berdiri, seperti ia melakukan kesalahan, dan hanya tertawa tanpa rasa bersalah. Vier menghela nafas, ia terlalu malas untuk marah saat ini.
Bau rokok semerbak di ruangan, pun bau alkohol tak ingin jauh bersama, Vier sudah tak heran, karena dulu pun ia bagian dari keluarga ini.
"YOW YOW YOW," ucap seseorang menepuk pundak Vier dan mengangkat tangannya untuk berjabat. Vier menoleh dan tersenyum setelahnya. "long time no see, yudis!" kata Vier memeluk.
"yoii, betah amat liat kangguru," balas yudis bercanda. dan hanya dibalas kekehan oleh Vier.
Setelahnya Vier mulai berbaur dan menyapa para anggotanya, mengobrol layaknya teman yang memang sudah tak berjumpa, melepaskan rindu setelah Xavier pergi ke Australia.
"Vier, waktu lu balik, gue denger lu langsung turun lapangan lawan anak phoenix? itu beneran lu? gak jetlag apa?" tanya Yudis.
Vier termenung sejenak, memikirkannya lagi membuat ia menjadi kesal, kesal akan sosok yang membuatnya benci tak karuan.
Yudis merasakan aura yang tak enak dari ketuanya, ia lupa bahwa bosnya itu memang mempunyai masalah dengan ketua Phoenix, Jeremiah.
Hening setelahnya sebelum yudis tertawa. "Gimana Australia?"
....
long time no see guys 🤗
dkakfkk
KAMU SEDANG MEMBACA
taruhan (harukyu)
RomanceJeremiah, lelaki dengan sejuta pesona yang seringkali membuat Xavier jengkel akan kelakuannya, sampai suatu ketika mereka membuat taruhan saat Xavier kembali ke negara kelahirannya dan terjebak akan taruhan yang dibuatnya sendiri bxb alias homo haru...
