12

239 19 0
                                        

Keadaan kembali seperti biasa, tak ada yang spesial dalam hidupnya kali ini. Xavier menghembuskan asap vape dari mulutnya, ia merasa aneh dengan dirinya kini.

"Kenapa lu?" tanya si rambut merah, ikut bergabung dengan sobat karibnya, sedang yang ditanya hanya mengedikan bahu tak peduli.

"Pacar lu?"

"Gak ada," balas Vier tak acuh, buat kekehan kecil dari Leo.

"Keliatan tuh galaunya, abis ditinggal ya? Harusnya lu seneng," ucap si rambut merah dengan tawa khasnya, buat bahunya jadi korban tonjokan Vier.

"Gak ada ya anjing."

"Padahal gue liat ada harapan kecil dimata lu buat dia, apa gue yang salah liat?"

"Yaudah, terserah ah, mending kita test drive," ajak Leo.

Vier anggukan kepala. "Gua kesana 5 menit lagi."

Dalam lamunan malam yang sunyi, Vier menerawang apa ia memang selalu berharap? Apa benar ia memiliki rasa setelah yang mereka lakukan selama ini? Tapi bagaimana mungkin? mengingat hubungan mereka yang selalu dimulai akan taruhan. Bukannya ini adalah sebuah permainan?

Xavier mendesah pelan, dan pergi meninggalkan beberapa pertanyaan dibenaknya.

...

Malam yang dingin mampu menusuk seseorang yang terkena udaranya, tapi tidak dengan kedua sobat karib yang sudah duduk atas motor kesayangannya.

Xavier dengan Yamaha RM1 tak lupa dengan helm yang sudah menempel juga Ducati Panigale V4 yang dinaiki oleh Leo, warna merah sama seperti rambutnya terkesan sok keren emang.

Leo naikkan visor untuk mengucapkan selamat tinggal pada Vier. "Kalah, open table sebulan penuh."

"tolol, mau mati lu?" Balas Vier, Leo tertawa.

menepuk tangki bensin dan tersenyum. "Kalah, sebulan isi bensin si cantik," kata Leo.

"Buktiin, jangan omong doang," balas Vier turunkan visor untuk mulai test drive.

keduanya aumkan mesin kuda itu dengan garang, suara knalpot memecah keheningan jalanan kota, bunyi ban berdecit untuk membuktikan siapa yang jagoan, ketika lampu menjadi hijau mereka berdua melesat bak peluru memecah jalanan kota yang padat.

Tak kenal mati, itulah mereka saling menyalip diantara mobil-mobil yang berlalu lalang, sirine polisi mulai terdengar buat keduanya berdecak bersamaan, mencari tempat untuk bersembunyi.

"tolol ah," kata Vier kesal, menganggu agendanya saja.

"mayah-mayah mulu, inget ini indonesia," balas Leo sembari mengacak rambutnya asal.

"Yang penting, gue menang, selamat isi bensin si cantik," tambah Leo buat Vier kesal.

...

Asap vape meruak di dalam ruangan yang pengap, Jere terus menyesap vape rasa stroberi yang kini tak membuatnya candu lagi, ia hanya diam dalan keheningan.

Melepaskan Vier tak semudah itu baginya, sebab Vier sudah menjadi target yang sejak awal ia mau, dan Jeremiah tak mungkin melepaskan secepat itu, taruhan yang ia buat hanyalah sebuah gertakan untuk lelaki manis itu, bukan perkara mudah baginya untuk melepas mangsanya. Jere akui bahwa dirinya memanglah brengsek, ia tahu, terlalu tahu.

...

dkakfkk

taruhan (harukyu)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang