d elapan

243 21 2
                                        

Mesin kuda milik Vier melaju dengan cepat membelah jalanan, ia kesal sungguh. ia sangat kesal pada Jeremiah, pasalnya pria tersebut memaksanya untuk selalu bertemu dengan alasan yang tak jelas.

Telinganya ia tulikan ketika Jere terus meneleponnya, ia tak suka dikekang, ia benci diperlakukan seperti burung yang hanya diam disangkar.

Club malam menjadi pilihan terakhirnya, ia butuh pelampiasan sungguh, kekesalannya selalu bertambah pada Jere, pasalnya dengan seenak jidat tiba-tiba pria gila itu meneleponnya dan mengatakan untuk segera datang ke apartemen yang biasa ia kunjungi, pemaksa.

Vier terus menerus menegak minuman yang membuat kerongkongannya panas saat alkohol melewatinya.

"You're here," ucap seseorang yang membuat Vier mengepalkan tangannya.

"Mau lu apa bangsat?" tanya Vier kesal, Jere terkekeh pelan.

Wajahnya ia dekatkan kepada pria manis itu, dan Vier mundur sebelum tangan Jere menahannya. "Kamu tau mau aku, Vier," jawab Jere.

"Lu gila anjing!" kesal pemuda berkelahiran september dengan kesal.

"Because of you," katanya sembari mengecup pelan telinga Vier tepat ditindikannya.

"Follow me, Vier."

"Gunanya buat gue apa kalo ikut lu?"

Jere memiringkan senyumannya. "Lu inget taruhan kita?"

"Sial, bukannya lu udah dapet semuanya? anjing mau lu apa lagi sih?"

"Kamu, aku mau kamu sayang."

Vier mengacak rambutnya frustasi. "Gak anjing! Gue gamau."

Jere mendekat, bau nafas stroberi tercium oleh Vier, tangannya ia dekatkan ke tengkuk leher dan mulai menjalar ke leher dengan cekikan yang terasa sakit. "Gue mau lu," kata Jere dingin.

Nafas Vier tercekat ketika tangan Jere tak segan untuk mencekiknya, dengan kesadarannya yang hampir hilang Vier mengangguk mengiyakan.

Ia selalu saja kalah dari Jeremiah Orlo dan ia membencinya.

....

Mentari muncul dari ufuk timur, memberikan cahaya pada dua pria yang sedang bergelung dikasur setelah kegiatan semalam. Jeremiah mengerjabkan matanya dan mulai menyesuaikan matahari yang masuk ke mata.

Dirinya perhatikan satu persatu miliknya, Xavier, pria manis yang berhasil merebut hatinya, ia terkekeh kecil mengingat pergelutan malam mereka buatnya bahagia.

Perlahan tapi pasti tangannya menyusuri sisi indah milik Vier, rambutnya yang halus bak bayi, matanya yang terpejam hidungnya serta bibir semerah ceri, ia usap pelan melihat bahwa buah ceri itu terluka.

"You're so beautiful, Vier. I love you, so bad," katanya pelan lalu mengecup dahi Vier dengan sayang.

"Haus," kata Vier serak buat Jere terkekeh kembali, lelaki manis itu selalu saja berhasil membuat dirinya tertawa.

"Sebentar ya sayang," jawab Jere, dan mulai mengambil air mineral untuk lelakinya dengan keadaan telanjang bulat.

"Pake baju lu," serak Vier, Jere menoleh. "Bukannya kamu udah tau semua?" Katanya mengejek.

Vier tak ingin merespon dengan menyembunyikan dirinya dibalik selimut.

"damn, he's so cute."

"cowok gila," gerutu Vier dibalik selimutnya dan meringis pelan ketika menggerakan pahanya yang terasa kram.

....

©dkakfkk 2024

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

©dkakfkk 2024

taruhan (harukyu)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang