10

253 21 2
                                        

Lampu gemerlap diskotik menjadi pandangan Vier saat ini, tak lupa tangannya yang memegang sebotol alkohol untuk ia minum.

"Yow capt, tipis-tipis aja kali, lu udah abis berapa botol ini," ucap si rambut merah mencolok itu.

"Awas ah Le, ganggu acara gue aja," keras kepala vier berusaha mengambil botol alkohol yang dipegang oleh sahabatnya.

"Galau amat keliatannya, kenapa?" kini Leo melayangkan satu pertanyaan yang membuat Vier diam dan tak selera untuk kembali dengan acar minumnya.

bugh bugh

Sebelum keributan terjadi.

"anjing ya lu, jalan pake mata tolol."

"dimana mana jalan ya pake kaki, kontol."

"jangan cari masalah di sini anjing."

"minta maaf sini sama gue."

"gak sugi anjing."

Sumpah serapah keluar dari mulut anggotanya satu persatu, Vier sebagai kapten pun berinisiatif untuk berdiri sebelum badannya oleng karena pengaruh alkohol. Leo yang melihatnya langsung pergi menghampiri, menggantikan.

"Tolol ah lu Vie, ngapa kudu mabok sekarang?" Gusarnya pada diri sendiri, sebab tak becus menjaga anggotanya.

"Mana ketua lu?" Samar Vier mendengar suara yang tak asing ditelinganya.

"Ah," katanya lalu terkekeh. "Gimana mau maju anak Victor kalo yang bisa dilakuin ketua cuman mabok gak jelas," ucap kasar Jere. Sedang Vier hanya mengepalkan tangannya marah.

"Ngomong sekali lagi depan gue bangsat," ucap Vier kesal.

"Gimana mau maju kalo ketua Victor aja gak becus buat jagain anak buahnya."

cuih

dan ludahan tak terelakan dari bibir manis Vier untuk Jere.

"Lu gak tau soal hidup anak Victor, anjing!"

Jere tersenyum miring sembari mengusap air liur yang menempel diwajahnya. "Enak juga ludah lu," katanya menekannkan kata ludah, seolah ia mengingatkan Vier akan kembali kejadian-kejadian intim yang mereka lakukan.

Sisi sebelah tangan Vier mengepal dengan keras serta urat yang menonjol membuktikan seberasa marahnya lelaki berkelahiran september pada pria berzodiak aries di depannya.

Sedang yang ditatap hanya diam tak berkutik, menyebarkan aura dominasinya di club tersebut. Leo yang sadar akan aura yang semakin tak mengenakan mengambil alih tempat di depan Vier.

"I think is enough." kata Leo, berusaha memisahkan keduanya yang tak ingin mengalah, sebelum Vier pergi duluan.

"Jaga tuh mulut sama kontol lu, anjing!" kata Vier sebelum benar-benar pergi. Meninggalkan kekehan bahagia dari Jeremiah Orlo.

"Minggu depan, sirkuit 69," kata Jere

"Gak dateng, ngebuktiin kalo Captain Victor cupu."

Keadaan semakin chaos ketika para anggota mendesak Xavier untuk turun dari posisinya. Mau tak mau, Xavier menyetujui tekanan itu demi menekan ego Jeremiah—bahwa tidak selamanya segalanya akan berjalan sesuai dengan keinginannya.

...

Langit malam menghitam, seperti dua insan yang diam dengan tatapan tajam, kebulan asap, bau nikotin dan bau minuman keras tak ayal dari sekitar. Xavier aumkan motor yang telah ia dan teman-temannya modif- Yamaha R25- lebih sangar dari biasanya. Jere sadar bahwa Vier benar tak main-main untuk ucapannya kali ini.

"Cek cek, Err denger suara gue?" Suara dari earphone yang telah Vier selipkan ditelinganya berbunyi.

"Aman Le."

"Oke, nice. Gue tau lu sekarang beneran serius buat udahin ini, tapi tetep lu harus hati-hati," pesan Leo pada sahabatnya serta captain dari geng Victor.

Suasana makin mencekam ketika wanita seksi berjalan dengan eloknya. "Everyone, Are you ready?" Ujarnya membuat dua geng yang saling bermusuhan itu bersorak ria, membangkitkan jiwa yang telah lama terkubur.

Jeremiah aumkan motornya-Kawasaki Ninja ZX-6R- membuat suasana makin panas. Menoleh sedikit kepada Vier dan tersenyum miring. "Good luck."

"Be carefull, capt," ucap Leo.

Vier mengangguk dibalik helmnya, ia akan buktikan bahwa tidak selamanya Jeremiah Orlo akan menang.

Ketika bendera sudah diterbangkan dan jatuh ke jalanan, keduanya tancapkan gas dengan penuh, semua anggota membuat kerumunan untuk melihat dua peluru yang melesat dengan cepat di depan.

Kepulan asap rokok, bau alkohol, suara teriakan, flare yang dinyalakan menjadi saksi bahwa kebangkitan Phoenix dan Victor di depan mata, entah siapa yang menang, mereka hanya ingin tahu.

"Tikungan 90 derajat Er, gue yakin si jere pake teknik breking 3-2-1, 100 meter di depan, lu bisa gunain apex 40 m," tutur Leo dibalik earphone Vier.

"Copy," jawab Vier mengangguk dibalik helmnya, ambisinya kuat melihat motor Jere di depan sana yang lebih unggul darinya, tapi setelah ini dia harus menang, membuktikan pada Jere bahwa dia tidak selalu menang.

Tikungan 90 derajat di depan, Jere mengerem tapi pasti pake tekniknya, berbeda dengan Vier yang ambil resiko, tubuhnya nyaris kena aspal, dan dia keluar apex 0,3 detik lebih cepat dari Jere.

Leo berteriak serta tangannya yang melambung tinggi ke atas. "Good job, jangan seneng dulu, gue yakin si jere masih punya akal buat kalahin lu."

"500 meter garis finish, full thorttle motor lu, tanpa ampun."

"Copy that," balas Vier dibalik helm.

Malam ini makin mencekam Jere ketinggal jauh dari Vier karena waktu belokan 90 derajat dia gak bisa memprediksi, bannya sempet slip, buat dia oleng sedikit, tapi dibalik itu dia terkekeh kecil, ambisi Vier-dia menyukainya-.

Garis finish di depan mata, sorakan penonton pun makin riuh, flare makin menyala buat Vier kasih gas tanpa ampun, malam ini bukan sekedar garis finish tapi tentang harga diri dirinya dan harga diri geng Victor

Vier terkekeh kecil, ketika dirinya diangkat oleh sekawanan temannya, malam ini, semuanya selesai. Jere hanya melihatnya dari sana, dengan kekehan yang khas. "This is nothing, hold your applause, Vier."

...

jangan seneng dulu katanya Vier~~~

istilah:
teknik breking 3-2-1: Teknik pengereman bertahap, dimulai dari gigi 3, turun ke 2, lalu ke 1 dalam hitungan waktu cepat sebelum tikungan
apex: Titik paling dalam dari tikungan yang harus dilewati buat ambil sudut tercepat dan paling efisien.
slip ban: Ban kehilangan traksi/pegangan ke aspal, biasanya saat pengereman atau belok ekstrem—bisa bikin motor oleng.
full thorttle: Pembalap tekan gas sekuat mungkin buat dapet kecepatan maksimum.
tikungan 90 derajat: Belokan tajam membentuk sudut siku-siku. Butuh teknik dan pengereman akurat biar gak keluar lintasan

dkakfkk 2025

taruhan (harukyu)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang