s embilan

241 22 1
                                        

Jeremiah mencuri pandang pada Vier yang masih bergelung dikasurnya, tak lupa dengan moodnya yang tiba-tiba berubah, beruntung hari ini pria manis itu tak pergi seperti biasa dan meninggalkan Jere dengan kesunyian.

Pria aries itu berdehem dengan canggung, menggaruk lehernya yang tak gatal.

"Jer~~ liat inii~~ kucingnyaa~" melas Vier dengan nada manja. Jere terdiam mendengar suara Vier yang saat ini menggemaskan.

"ekhem.. Apa?"

"KOKK APA?? Liat ini kucingnya," kesal Vier dengan nada manja.

Jere terkekeh. "Iya kasian. BMKG bilang cuaca hari ini cerah seharian."

"Terus?" tanya Vier melanjutkan acara scroll-nya.

"Ya itu," kikuk Jere dan itu sedikit membuatnya kesal yang tak bisa berbasa-basi.

"Itu apa? Ya itu, itunya apa?"

"Dari pada lu sedih liat kucing, eee.. cuaca cerah. ekhem cari udara seger," katanya rancu.

"Apaan sih? Gak jelas."

Tanpa berbasa-basi Jere mengambil tangan Vier untuk diajaknya keluar. "Siap-siap, gue tungguin."

Vier yang tak terima mencak tak jelas. "Gak! Lagian mau ngapain?"

"Cari udara, siap-siap, gue tungguin di sini," ulangnya lagi tak ingin dibantah.

Vier bergumam tak jelas dengan bibirnya yang mengkerucut mengumpat lelaki gila di depannya.

...

Pakaian denim melekat pada tubuh keduanya, langit pun memang cerah tapi tidak dengan wajah Vier yang menekuk dikursi penumpang.

"Mau kemana?"

"Ikut gue aja," balas Jere.

Restoran Jepang menjadi pilihan Jeremiah, mengingat ia pun pria berkewarganegaraan dari negeri sakura itu.

keduanya sudah duduk dengan manis, pun bibir Vier yang tak lagi tertekuk mengingat dirinya sangat menyukai makanan Jepang, terlebih sushi.

Jere dalam diam menggigit pipi dalamnya menahan untuk tak mencium Vier detik itu juga.

"Sushi, please Jer." yang diajak bicara hanya mengangguk mengiyakan.

"Gue pesenin, melon soda sama satu set katsu buat lu ya."

"Kenyang ihh~"

"Gue jamin lu suka," balas Jere mengacak pelan rambut Vier.

Matanya mendelik tajam. "harus banget diacak?" tanyanya dan jere hanya terkekeh gemas.

Tak lama, pesanan mereka pun datang, dengan mata berbinar Vier menunggu tak sabar dengan sushi yang akan ia makan.

"Itadakimasu," ucap Vier dan mulai melahap satu suapan penuh lalu menahan kegirangannya.

Matanya menatap jere serta sushinya secara bersamaan. menunjuk pelan mengatakan bahwa pesanan ini tak pernah salah.

"Lu cobain ini," kata Vier memberi Jere satu suapan salmon cheese padanya.

"Enak kan?" tanya Vier excited, sejujurnya sama saja karena Jere sering merasakannya.

"Keren juga pilihan lu," jawab pria berzodiak aries yang berusaha membuat lelaki di depannya bahagia, Vier yang dipuji merasa tersanjung.

"Makan yang banyak," kata Jere sembari mengelus pelan kepala Vier.

keduanya menikmati makanan mereka tak lupa dengan candaan yang kini mulai mengalir.

taruhan (harukyu)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang