18

324 20 4
                                        

Setiap sentuhan yang Jere berikan sering kali membuat Vier kehilangan kendali, sensasi geli selalu ia rasakan seperti saat ini, Jere terus mencumbu lehernya dengan ganas. Sialnya ia menyukai itu, dia selalu menyukai apapun yang Jere lakukan sekalipun itu kejam dan tak manusiawi.

Jeremiah menatap tubuh Vier dengan seksama, menelisik jauh dan mendapati banyaknya luka lebam pada tubuh miliknya, ia tahu biang keladinya, sudah memberi pelajaran pada pria keparat itu dan sedikit melupakan fakta bahwa dirinya pun sama keparatnya.

"It's hurt?" tanya halus Jere, mengelus beberapa luka yang terlihat lebam, Vier diam merasa aneh ketika tubuhnya diperhatikan oleh pria di depannya. Kegiatan panas itu seperti terhenti ketika pria berzodiak aries tersebut terus menelusuri luka pada tubuhnya.

"Who's?" Tanya Jere berat, dia hanya bertanya yang padahal dirinya tahu siapa yang sudah membuat luka itu.

Vier hanya terkekeh dan mengusap pelan rambut Jere yang ada di atasnya. "Sejak kapan lu mulai peduli sama gue?" Tanyanya.

Yang ditanya hanya mampu diam dan menyembunyikan tubuhnya dalam pelukan Vier, ini yang dia inginkan, pelukan yang sering kali membuatnya tersiksa karena merindukannya.

"Cuman gue yang boleh sakitin lu," ucap Jere disela pelukan itu dan Vier hanya menjitak pelan bahu pria dipelukannya.

"Brengsek ya lu," lanjut Vier pelan.

Jere angkat kembali wajahnya, memperhatikan wajah pria manis di depannya lalu.

cup

Mengecup hidung bangirnya lembut

cup

Mengambil kesempatan dengan mencium bibir cherry milik Vier.

Tatapan Jere terus jatuh pada luka yang tercetak nyata di kulit Vier, mengecupnya secara merata, berharap luka itu bisa sedikit hilang ketika Jere menciumnya.

"Only I get to touch this," ujar Jere parau disisi pinggang Vier yang menjadi penutup dari acaranya.

"Cuma gue Vier, berani sentuh, siap buat mati."

Vier tersenyum tipis, dirinya sedikit bergetar ketika dibela seperti ini, hal yangJere lakukan terdengar konyol tapi mampu membuat kupu-kupu menyerang perutnya.

"Alay," balas Vier.

"Aku serius Vier."

Vier bangun dari tidurnya lalu mendudukan diri pada penyangga kasur, buat Jere ada dipangkuannya sekarang.

"Bibir lu kenapa?"

"Abis ngasih pelajaran karena udah berani nyentuh milik aku," balas Jere manja.

"Lu ngajak perang kalo gitu Jere," ucap Vier, merasa heran, bangga dan entahlah perasaan lainnnya yang tak mampu ia jabarkan.

"Jangankan si Kres tolol, satu dunia pun aku jabanin kalo yang disakitin kamu."

"Tapi kalo kamu yang nyakitin aku gimana Jer?" Pertanyaan itu hanya mampu ia ucapkan dalam hati.

"Sakit gak?"

Jere menatapnya seperti anak anjing yang kehilangan induk, dan mengangguk pelan.

cup

"Lekas membaik Jer," kata Vier mengecup sudut bibir Jere, dan pria sejuta pesona itu tersenyum, merasa bangga,

Jika memang hadiahnya selalu seperti itu, ia rela,

Terluka disetiap sudut badannya.

Malam itu mereka nikmati dengan canda tawa, tak ada malam yang panas seperti sebelumnya hanya sebuah pelukan hangat yang melingkari perasaan membuncah yang sampai saat ini pun belum berani mereka ungkapkan,

Mereka takut atau bahkan memang pantas untuk dipanggil pengecut.

...

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 28, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

taruhan (harukyu)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang