⊹ A LIFE UNVEILED : MISWRITTEN ⊹

16.5K 854 39
                                        

Kesadarannya kembali perlahan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kesadarannya kembali perlahan. Kesadarannya masih belum sepenuhnya pulih, kayak orang yang ditarik naik dari dasar laut yang gelap dan dingin. Berat dan samar, badannya kayak kerasa asing beberapa detik pertama, bahkan napas aja kayak kerasa mo Illahi beda.

Kanava mengernyit pelan sebelum akhirnya membuka mata.

Hal pertama yang menyambutnya adalah langit-langit kamar bernuansa gelap dengan ukiran silver tipis di tiap sudutnya. Cahaya lampu redup memantulkan warna biru tua lembut ke seluruh ruangan, menciptakan suasana dingin tapi elegan, eakk.

"Hm?" Suaranya serak, fokus matanya pelan-pelan stabil. Dan hal kedua yang dia sadari adalah... Kasurnya empuk banget njirr, eheq.

Terlalu empuk sampe-sampe badannya sedikit tenggelam di permukaan mattress hitam navy berlapis kain satin halus. Selimut putih keperakan tersingkap setengah dari badannya, sementara aroma lavender bercampur cedar memenuhi udara kamar.

Kanava diam beberapa detik. Lalu matanya bergerak perlahan menyapu sekitar. Kamarnya luas, luas banget malah.

Nuansanya didominasi warna biru tua, hitam, dan putih. Elegan, mahal, tapi kerasa dingin. Gaada kesan rumah nya sama sekali, tck tck tck. Semuanya terlalu rapi, terlalu teratur, kayak kamar pajangan yang dihuni, bukan ditinggali, eh sama aja ga sih?.

Tirai panjang warna midnight blue menjuntai sampai lantai, menutupi sebagian besar jendela kaca tinggi. Dari celahnya terlihat cahaya kota malam yang samar. Rak buku hitam memenuhi salah satu sisi dinding. Isinya hanya novel buku pelajaran, dan catatan yang tersusun terlalu rapi. Di sisi lain ada sofa abu gelap, meja kaca, layar monitor besar, dan beberapa jam antik kecil yang dipajang di rak.

Dan tepat di depan tempat tidurnya, ada cermin besar. Kanava menatap bayangan di sana beberapa detik.

Rambut hitam gelap bercampur semburat biru gelap jatuh sedikit berantakan menutupi sebagian dahinya. Warnanya samar, hampir ga kelihat dalam cahaya redup, tapi saat terkena pantulan lampu, warna biru itu terlihat kayak permukaan laut malam gitu.

Matanya, bentar.. Kanava sedikit menyipit.

Hm, Biru terang. Bukan biru biasa, ada binar tipis di sana, seperti cahaya kecil yang hidup di kedalaman gelap. Tapi anehnya, makin lama ditatap, mata itu justru kerasa kosong.

Kosong yang kek mo nenggelemin seseorang. Tatapan yang bisa membuat orang merasa sedang berdiri di depan jurang tanpa dasar.

"Oh." Kanava akhirnya duduk pelan sambil memegang kepalanya sendiri.

"Ini muka Kanaza ya." Hm, ga buruk. Malah terlalu bagus buat ukuran antagonis.

Wajahnya tajam tapi lembut, elegan, dan punya aura alami. Wajah dia ni juga tipe wajah yang gampang bikin orang salah paham kalau dia arogan atau susah didekati. Kanava mengusap wajahnya pelan lalu menghela napas panjang.

A LIFE UNVEILEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang