Heloow heloow~ balik lagi sama Keii hhe maaf ya lama up karna ya Kei sibuk and Kei juga ada cerita di apk lain yang belum tamat dan harus di up juga jadinya Kei agak kesusahan gitu, mohon dimaklumin yaa~
Yudh kalo gitu langsung cuss ajaa! ~
ו×
Pagi yang elok perlahan menyingkap wajahnya. Matahari, yang semalam tenggelam di balik cakrawala, kini kembali menampakkan sinarnya-hangat, lembut, seolah menyapa dunia dengan kesabaran yang tak pernah usang. Langit yang sebelumnya diselimuti gelap malam mulai memucat, berangsur cerah, sementara bulan yang tadi bertengger anggun di singgasananya kini mundur perlahan, menyerahkan tugasnya kepada sang surya.
Begitulah hukum alam berjalan tanpa cela. Kala pagi tiba, matahari hadir untuk menerangi bumi dengan cahaya keemasannya. Dan ketika malam menjelang, bulanlah yang mengambil alih, menaburkan sinar pucatnya untuk menemani sunyi.
Di sebuah mansion yang terlampau luas-hingga keheningannya terasa berlebihan-terdapat sebuah kamar yang ukurannya justru terbilang sederhana bila dibandingkan dengan kamar-kamar lain di bangunan megah itu. Kamar itulah tempat bernaung seorang pemuda berparas lembut, imut, nyaris terlalu cantik untuk dunia yang keras.
Dialah Kanagra Caine Rexalio-tokoh utama sekaligus antagonis dalam kisah. Sang anak bungsu yang keberadaannya sering kali luput dari perhatian keluarganya sendiri, seakan ia hanyalah bayangan yang kebetulan hidup di antara cahaya-cahaya lain.
Pagi itu, kamar Kanagra masih tenggelam dalam gelap. Lampu belum dinyalakan, dan tirai jendela belum memberi celah bagi sinar matahari untuk masuk. Keheningan menyelimuti ruang itu, hingga tiba-tiba-sebuah suara nyaring memecah sunyi.
Kicauan burung.
Kanagra terbangun.
Matanya terbuka perlahan, berkedip berkali-kali, berusaha menyesuaikan diri dengan kesadaran yang baru kembali. Dengan wajah masih setengah terlelap, ia memalingkan kepala ke arah sumber suara, siap mengusir burung yang ia kira telah lancang masuk ke kamarnya.
Namun alih-alih bulu dan paruh, yang ia temui hanyalah-
Sistem. Ia sontak terlonjak.
"Puky sialan! Aku kira ada burung masuk kamarku!" Nada kesalnya terdengar jelas. Pagi-pagi benar ia sudah dibuat terkejut oleh sistem sengklek yang setia-atau lebih tepatnya, terlalu berisik-menemaninya.
"Kurang ajar sekali caramu membangunkan orang," gerutunya lagi, sembari menatap kosong ke arah udara tempat suara itu berasal.
[Maaf, Tuan •ᴗ•.] Suara itu menjawab ringan, nyaris tanpa rasa bersalah.
[Tapi aku sudah membangunkanmu berkali-kali, dan Tuan tetap tidak bangun.]
Kanagra memutar bola matanya malas.
Helaan napas panjang keluar dari bibirnya.
Sungguh, sistem ini benar-benar menyebalkan. Saat tidur terasa paling nikmat, justru di situlah ia dibangunkan tanpa ampun.
"Cepat amat," gumamnya pelan, nadanya lesu. "Aku masih ngumpulin nyawa." Mendengar itu, Puky memilih diam. Ia tampaknya sudah hafal-menanggapi keluhan tuannya hanya akan memperpanjang percakapan yang tak perlu.
Kanagra kembali terdiam. Pandangannya kosong, tubuhnya masih setengah terjerat dunia mimpi. Beberapa menit berlalu dalam keheningan, hingga akhirnya kesadarannya benar-benar pulih. Satu per satu "nyawanya" terasa kembali ke tempat semestinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
A LIFE UNVEILED
Fantasi[SEDANG ROMBAK ALUR] Sebelum Rombak Alur : Transmigrasi Kana Setelah Rombak Alur : A Life Unveiled Seorang agen rahasia elit ISA bernama Kanava Kael Draxon tewas dalam misi dan terbangun di tubuh Kanaza Elvior Arvendra, antagonis dalam novel romanc...
