21. Misi terselesaikan. .!

6.1K 265 9
                                        

Hawooo haawoo~ sesuai janji keii, kei beneran trouble up nieehh~ hhe, untuk castnya udh selesai semua yaa ^^ , kalau nanti ada lagi tokoh maka akan ada cast selanjutnya, ditunggu ajaa. ><

Sekarang ayoo kita langsung ke ceritanya, happy reading gasyyy~

: 083108976845

" CALLYSTA!! " Teriakan menggema pada seluruh kantin. Segerombolan menghampiri mereka yang masih terduduk dilantai. Clara yang memang sengaja mendudukkan dirinya dilantai dan gadis tersebut yang memang sedang tak kuat untuk berdiri, kakinya entah kenapa merasakan sakit.


______________________________________


Gadis tersebut yang diteriaki langsung menoleh─ Callysta membeku melihat sang abang yang berlari kearahnya. Apakah kali ini ia akan dibentak oleh abangnya?

Deruan langkah kaki yang terdengar dengan jelas menggema di seluruh sisi ruangan. Callysta hanya bisa pasrah jika memang sang abang ingin memukulnya ataupun memakinya.

" Ista, kamu gapapa kan dek? " Caspian datang bersama anggota inti The Wariorr lainnya. Tentu pertanyaan yang diberikan Caspian membuat Callysta menjadi kaget.

Kaget akan abangnya yang tiba-tiba memperdulikan dirinya, padalah sebelum-sebelumnya abangnya ini pasti akan marah padanya jika ia membuat gadis yang dicintai abangnya terluka.

Apakah ia sedang bermimpi? Apakah semua ini nyata? Jika ini semua hanya mimpi, tidak mungkin. Karena rasa pedih kuah bakso yang mengenainya itu nyata.

" Hey Ista. Kenapa melamun hm? " Caspian menjepit dagu Callysta agar sang adik menatapnya. Ia tak suka bahwasanya sang adik mencuekinya. Jika perlu, akan ia lakukan apapun untuk membuat sang adik tidak mencueki dirinya.

Callysta menatap sang abang dengan bingung, mengapa abangnya berubah seperti ini? Apakah abangnya ini habis terbentur sesuatu? Atau mungkin abangnya ini tersenggol truk hingga sampai membuat otaknya menjadi sengklek?

Berbagai pertanyaan langsung memenuhi isi kepala Callysta membuatnya menjadi tak fokus pada hal-hal lainnya selain menemukan jawaban-jawaban dari pertanyaan yang ada pada otaknya.

Sekali lagi Caspian Mengernyitkan dahinya heran, kenapa Callysta melamun kembali? Apa ada sesuatu yang Callysta sembunyikan darinya? Apakah sesuatu tersebut lebih penting dari dirinya sehingga sang adik mencuekinya?

" Ist─ "

" Sa-sakit. . Hikss. . " Isak terdengar membuat Caspian yang ingin mengucapkan sesuatu menjadi terpotong. Caspian dengan cepat menoleh menatap Clara yang masih bersimpuh dilantai dengan tangan kanannya yang terlihat berdarah.

Tatapannya langsung menajam membuat mereka semua langsung menegang termasuk Callysta yang langsung tersadar dari lamunannya. Ia menatap sang abang dengan sedikit bergetar, takut akan dimarahi oleh sang abang.

" Sakit? " Caspian mengangkat kedua alisnya dengan wajah yang ia buat sekhawatir mungkin. Clara yang ditanya hanya mampu mengangguk pelan namun terlihat sangat antusias.

Ingin rasanya tersenyum kemenangan karena dirinya ditanya hanya karena ia terisak pelan. Padahal ini masihlah awal dari rencananya tapi lihatlah, rencananya in i hampir sedikit lagi mencapai keberhasilan.

Caspian berdiri dari duduk jongkoknya, ia berjalan perlahan mendekati Clara. Clara yang tau bahwa ia akan digendong pun mempersiapkan ekspresi nya agar terlihat kaget ketika ia digendong dengan tiba-tiba oleh Caspian.

Derapan langkah kaki Caspian terdengar jelas karena sunyi dan heningnya kantin. Tak ada yang bersuara karena mereka semua sedang fokus menonton drama kali ini.

Callysta semakin dibuat takut akan perhatian yang ingin Caspian berikan pada Clara. Tubuhnya seketika kaku dan suaranya seketika tercekat. Ingin sekali bersuara namun tak bisa. Dengan paksaan Callysta mengeluarkan suaranya.

A LIFE UNVEILEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang