Aloow everyone! Apakah kalian sedang marah ato kesel dengan kei? Hhee kei gajadi triple up kemarin, karena ternyata kei banyak urusan and kei kehilangan kata-kata yang udh ada diotak kei, jadinya kei kelupaan dehh hhe.
Buat informasi bakalan kei beritahu diakhir eps so dibaca yaa nanti~
Segitu dulu selamat membacaaa~
: 083108976845
⊹⚡︎⊹
" INE/BABY!
__________________________________________
⊹⚡︎⊹
Alvaro, Clarissa beserta yang lainnya langsung berlari mendekati Kanagra yang masih berdiam diri kaku, ia tak bergerak sama sekali. Mereka yang melihat Kanagra diam saja pun menjadi bertambah khawatir dan gelisah, langsung mempercepat larian mereka.
" Baby " Panggil Alvaro dengan nada yang penuh kekhawatiran, ia langsung mendekati Kanagra yang masih berdiri dengan pandangan yang shock, dapat ia lihat bahwa Kanagra masih shock akan apa yang terjadi.
" Baby, heyy? Are you okey? " Tanyanya, memeluk tubuh Kanagra yang sudah basah akan kuah bakso, ia melihat kearah kulit putih Kanagra yang memerah karena melepuh.
" Astagah Baby " Vira langsung mendekati Kanagra yang masih tak bergeming sama sekali, Kanagra masih shock dan tak sadar sama sekali membuat mereka bertambah gelisah dan khawatir.
" hikss " Isak seseorang yang membuat seisi kantin mendengar Tangisan tersebut, Kanagra yang tadinya masih dalam keadaan shock pun langsung tersadar dari shock nya, ia langsung menoleh menatap seseorang yang sedang menangis dengan bersimpuh di lantai.
" hikss ko-kok kamu dorong ara sih hikss.. " Ucapnya dengan isak yang membuat mereka semua mengernyit kan dahinya heran, ada apa dengan gadis ini? Yang terkena tumpahan bakso Kanagra tapi kenapa dia yang nangis?.
" Heh lu kenapa nangis hah!? Yang kena tumpahan bakso itu baby! Kenapa lu juga yang nangis!? " Teriak Vira dengan kesal, yang terkena tumpahan bakso itu kesayangan nya bukan dia! Tapi kenapa dia pula yang menangis? Niat bikin drama kah?.
Mendengar teriakan Vira membuat gadis tersebut kaget, seharusnya bukan seperti ini, seharusnya Vira membelanya bukan memarahi atau membentaknya karena memang alurnya seperti itu bukan seperti sekarang. Vira, Vara, Damian dan Alvaro akan segera menjadi kakak dan abangnya, dan ia akan menjadi kesayangan family Rexalio. Ia akan pastikan hal itu terjadi.
" Ta-tapi hikss di-dia yang dorong Ara duluan hikss.. " Ucapnya dengan suara yang ia imut-imutkan sembari menunjuk Kanagra yang masih didalam kukungan Alvaro. Walaupun sedang menangis sesegukan ia tak akan membiarkan imagenya sebagai gadis polos hilang hanya karena suaranya yang tak sesuai dengan sifatnya.
Vira dll yang mendengar gadis tersebut memfitnah Kanagra beserta menunjuk nunjuk Kanagra pun langsung naik pitam. Siapa dia yang berani-beraninya memfitnah kesayangan mereka? Yang salah jelas jelas dia bukan Kanagra.
" LU! ANJING LU YA! " Vira yang memang emosinya mudah terpancing pun hendak menjambak rambut Gadis tersebut yang memanggil dirinya Ara atau lengkapnya 𝐂𝐋𝐀𝐑𝐀 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐃𝐑𝐀. Anak yang selalu disiksa oleh kedua orang tuanya, namun ia berhasil kabur dan sekarang tinggal dengan berkontrak.
Tangan Vira yang tadinya ingin menggapai rambut Clara pun dihentikan oleh teriakan seseorang yang masih berdiri di ambang pintu kantin dengan beberapa pemuda lainnya yang mengikutinya. " VIRA! " Teriaknya membuat seluruh atensi kantin yang tadinya melihat drama Clara pun teralihkan kearahnya beberapa pemuda yang masih berdiri di ambang pintu kantin.
Berjalan dengan cepat menuju dimana Vira dll berdiri dengan Clara yang masih bersimpuh dilantai, berhenti tepat di depan Vira yang sedang menatapnya dengan tajam. " Apa sih lo!? " Saut Vira dengan ketus, ia benci kegiatannya dihentikan.
Mengabaikan tatapan dan ucapan Vira yang ketus, ia menundukkan kepalanya menatap seorang gadis yang ia kenal sebagai gadis beasiswa, mengalihkan tatapannya kearah seseorang yang sedang didekap oleh Alvaro dengan tubuh yang basah dan kulitnya yang sudah terlihat melepuh.
" Al " Panggilnya membuat Alvaro yang sedang menenangkan Kanagra menoleh menatap pemuda yang memanggilnya, mendatarkan wajahnya dengan aura yang tampak lebih suram namun ia tetap menjawab dengan mengangkat salah satu alisnya.
Melirik kearah Kanagra karena ia malas bicara, lagi pula Alvaro pasti mengerti akan apa yang ia lihat. " Melepuh " Ucapnya dengan singkat membuat seisi kantin bingung olehnya kecuali beberapa yang memang sudah tau bahasa alien.
Mereka yang mengerti akan apa yang diucapkan oleh pemuda tersebut pun langsung menoleh menatap Kanagra yang sedang didalam dekapan Kanagra termasuk Alvaro, Vara dan Clarissa yang juga ikut menoleh menatap Kanagra yang berada didalam dekapan Alvaro.
Melotot kan mata mereka ketika melihat kulit putih Kanagra yang sudah melepuh. Tanpa berlama-lama Alvaro langsung menggendong Kanagra ala koala lalu langsung berlari menjauh dari mereka semua. Mereka yang melihat Kanagra dibawa pergi oleh Alvaro pun menyusul namun tak semuanya, mereka masih ada yang berdiam diri disana.
Alvaro dll yang sudah pergi menyisakan segerombolan pemuda dengan Vira, Vara dan Clarissa yang masih diam ditempat. Mereka sebenarnya ingin menyusul Alvaro karena khawatir dengan Kanagra namun masih ada satu hama yang belum mereka kasih pelajaran.
" Lo, kalo gamau mati muda, mending lu pergi dari sini. Jangan pernah dekati kami ataupun Ine. Kalo lu berani siap-siap nyawa lu. HILANG " Tekannya di kalimat terakhir yang ia ucapkan, menatap tajam Clara dengan tatapan nya yang seperti ingin menelan orang hidup-hidup.
Clara yang melihat tatapan tajam Vara, Vira, dan Clarissa pun langsung dibuat takut, dengan gerakan cepat ia langsung berlari menjauh dari area kantin. Karena ia takut nantinya jika ia mati, ia tak akan bisa memulai rencananya.
Melihat Clara yang sudah pergi. Clarissa, Vara dan Vira hendak pergi dari kantin untuk menyusul Alvaro dll namun mereka malah ditahan oleh beberapa pemuda yang tadinya sempat memberhentikan aksi Vira.
" Tunggu " Memberhentikan langkah mereka, menoleh satu sama lain lalu mengangguk, Vira langsung menoleh tapi tidak dengan Vara dan Clarissa karena mereka sedang malas menatap musuh dari abang sepupu/temannya.
Musuh? Benar. Mereka yang memberhentikan aksi Vira adalah musuh geng dari geng Alvaro. Nama geng mereka adalah cluwhite singkatan dari clurium white.
" Apa? " Tanya Vira dengan nadanya yang tetap ketus, memandang ketua dari Geng cluwhite. 𝐗𝐀𝐕𝐈𝐄𝐑 𝐀𝐋𝐃𝐄𝐁𝐀𝐑𝐀𝐍 𝐕𝐔𝐈𝐒 adalah namanya, antagonis pria yang asli di novel ' Love More Clara '.
Xavier adalah anak tunggal dari keluarga Aldebaran, keluarga terkaya no. 4. Mereka memiliki perusahaan yang hampir sama besarnya dengan perusahaan milik keluarga Clarissa namun masih kalah jauh. Keluarga Aldebaran ini adalah keluarga yang arogan, mereka sedikit emosional dengan hal-hal yang tak penting.
Keluarga Aldebaran ini adalah salah satu keluarga yang terpengaruh di negara yang mereka tempati. Mereka memiliki topeng yang banyak untuk menutupi sifat asli mereka yang bisa dibilang bejat? Entahlah.
Menatap malas Vira yang sedang menatapnya dengan tajam, ia membalas tatapan itu tak kalah tajam. " Kemana? " Tanyanya dengan singkat membuat seisi kantin yang mendengar mereka dibuat bingung. Xavier ini adalah tipikal orang yang arogan dan singkat ucapannya.
Sedangkan Vira yang memang sudah biasa akan bahasa alien yang sering ia dengar, menghela nafas panjang lalu menatap Xavier dengan tatapannya yang malas. " Bukan urusan lu " Berbalik membelakangi Xavier dan teman-teman nya meninggal kan Vara dan Clarissa yang menatap nya dengan tatapan datar, melirik sekilas kearah rombongan Xavier.
Berjalan menjauh dari area kantin menuju UKS untuk memeriksa bagaimana keadaan kesayangan mereka. Rombongan Xavier yang ditinggal pun hanya berdiam diri tak berani menyusul karena bisa saja kedua gadis datar itu memusnahkan mereka dengan sekejap mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
A LIFE UNVEILED
Fantasia[SEDANG ROMBAK ALUR] Sebelum Rombak Alur : Transmigrasi Kana Setelah Rombak Alur : A Life Unveiled Seorang agen rahasia elit ISA bernama Kanava Kael Draxon tewas dalam misi dan terbangun di tubuh Kanaza Elvior Arvendra, antagonis dalam novel romanc...
