⊹☘⊹
" Yoww broo, main ninggalin aja lu " ucap seorang pemuda dengan warna rambutnya yang blonde, ia menepuk pelan bahu kanan Damian.
__________________________________
Menoleh ketika merasa bahunya di tepuk pelan, " oh sorry. Gue, abang ama sepupu gue ngejemput adek gue jadi gak sempet nungguin lu pada " Ucapnya dengan santai, meminum minuman nya sembari melirik Kanagra yang masih makan dengan mulut yang mengembung karena mulutnya yang penuh akan makanan.
Terkekeh pelan melihat kegemasan adiknya, " Pelan-pelan aja makannya, baby " ucapnya dengan lembut, mengusak pelan surai Kanagra, lalu menatap teman temannya yang masih berdiri menatap penasaran kepada adiknya.
" Gausah natap segitunya juga kali, duduk lu pada " silanya memberikan izin untuk teman temannya duduk, meja kantin memang besar dan cocok untuk 10 orang lebih, mereka hanya berenam dan teman mereka berempat jadi masih muat.
Tanpa menjawab ucapan Damian, mereka langsung mendudukkan diri mereka, seseorang yang menatap Kanagra dengan lemat itu duduk disisi kiri Kanagra yang tak ada siapapun yang duduk, sedangkan disisi kanan Kanagra ada Alvaro, Clarissa dan satu pemuda yang juga menatap Kanagra dengan lemat, ah mungkin bukan mereka berdua saja tapi keempat teman Damian dan Alvaro menatap Kanagra dengan lemat dan penasaran.
" Yan pesen " ucap seseorang yang duduk disisi kanan Clarissa, ia berbicara dengan nada andalannya, datar. Tapi pandangan nya itu tak pernah teralihkan dari pemuda yang sedang memakan makanannya dengan gemas, ingin rasanya ia mengurung pemuda tersebut.
" tck kok gue sihh " protes pemuda tersebut yang dipanggil ' yan ' atau bernama lengkap 𝐀𝐁𝐈𝐀𝐍 𝐀𝐋𝐆𝐄𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐒𝐌𝐈𝐓𝐇, anak tunggal dari keluarga Algentara, keluarga terkaya no. 6 yang juga berpengaruh terhadap negara. Ia memiliki paras yang sesuai sekali dengan keturunan Algentara, rambut yang berwarna blonde.
Ya, pemuda tersebut adalah pemuda yang tadi menepuk pelan pundak Damian, ia memiliki paras yang dibilang cukup tampan dan manis. Matanya yang sipit dan tajam, rahangnya yang panjang dan tajam, rambutnya yang berwarna blonde khas keluarga nya, tubuhnya yang bisa dibilang biasa saja, namun tak dipungkiri ia memiliki 6 kotak di dalam nya, ekhem─ ia memakai anting yang persis milik keturunan Algentara.
Sifatnya yang mood boster membuat suasana di geng mereka tak sepi dan boring, ia yang memiliki sifat yang ceria itu membuat mereka semua terhibur akan perilakunya namun terkadang juga tertekan.
Menatap datar Bian, pemuda yang duduk disisi kanan Kanagra langsung menyodorkan 5 lembar kertas berwarna merah kehadapan Bian yang langsung membuat mata pemuda tersebut berbinar, ia dengan gesit langsung gercep mengambil 5 lembar kertas berwarna merah itu.
" hehehe, gini dongg " cengirnya yang terpampang gigi gisul miliknya. Menatap teman temannya dengan tatapan bertanya, " mo pesen apaan? " tanyanya sembari memasukkan tangan kanannya yang tadinya menggenggam uang kedalam saku.
" Samain " ucap singkat pemuda yang tadi memberikan uang kepada Damian, ia masih menatap lemat Kanagra yang membuat sang empu sedikit terusik.
" oh oke, lu ikut gue " ucapnya sembari menyeret temannya yang sadari tadi berdiam diri, pemuda yang ditarik itu pun tak protes sama sekali karena ini memang sudah kebiasaan Bian menariknya untuk membantu membawa pesanan.
" stop staring at him like that, Aksa " ucap Alvaro penuh penekanan, ia sudah bersabar membiarkan pemuda tersebut duduk disebelah kanan Kanagra, tapi untuk menatapnya dengan lekat seperti itu, ia tak akan membiarkannya.
Mengangkat pandangan nya kearah Alvaro yang sedang menatapnya penuh akan intimidasi, menyeringai tipis lalu mengeluarkan ponsel miliknya, ia mengabaikan tatapan Alvaro yang menatap nya dengan tajam.
Mengalihkan tatapannya dari pemuda tersebut, Alvaro menatap Kanagra yang kini juga sedang mendongakkan kepalanya dengan mulut yang penuh akan makanan membuat pipinya itu menjadi bertambah gembul, terkekeh pelan lalu membersihkan sisa makanan yang diwajah kesayangan nya.
" Makan pelan-pelan, baby " Ucapnya mengusap lembut pipi gembul Kanagra dengan ibu jarinya, tersenyum tipis membalas senyuman manis sang adik.
" Al, dia siapa? " Pertanyaan itu membuat seluruh atensi dimeja menatap ke arah yang pemuda yang bertanya, pemuda yang menatap mereka dengan tatapannya yang tenang.
" Dia? Dia adikku, Kanagra " Jawabnya mengalihkan tatapannya kembali kearah Kanagra yang juga sedang tersenyum manis ketika mendengar jawaban Alvaro yang ternyata mengakui nya sebagai adik, ia kita ia tak akan pernah diakui karena memang tubuh yang ia tempati ini tak pernah sekalipun diakui.
Pemuda disebelah kanan Kanagra yang sedang memainkan ponselnya langsung memberhentikan aktivitas, ia menoleh menatap Alvaro yang kini sedang mengusak surai yang Alvaro bilang Kanagra itu dengan lembut, sedangkan Pemuda yang bertanya ia langsung mengernyit kan dahinya. " Kanagra? Si culun? " Tanyanya dengan alis yang terangkat, pertanyaan yang dilontarkan oleh pemuda tersebut membuat seisi kantin langsung hening, mereka merasakan hawa yang tak enak dari meja yang diduduki oleh para mosed wanted.
" Ulangi " Ucap Vara dengan singkat, auranya yang sadari tadi sudah dingin bertambah dingin, ia menatap tajam pemuda yang bertanya itu, ia tak akan membiarkan siapapun menjelek jelekkan kesayangan nya.
Pemuda itu terdiam, ia menatap bingung kearah Vara, Vira, Damian dan Alvaro yang menatapnya tajam, bukan hanya keempat Rexalio tapi juga cewe yang ia kenal sebagai anak tunggal Lionora itu menatapnya tajam.
Menghela nafas terlebih dahulu sebelum mengucapkan sesuatu yang mungkin akan membuat mereka murka, " Gue bila─ " Putusnya ketika mendengar suara cempreng temannya yang berteriak bahwa pesanan milik mereka sudah datang.
" Oyy!! Makanan dah tiba nihh! " Teriaknya dari kejauhan, suasana yang sunyi membuat suaranya terdengar lebih jelas, ia mendekat ke meja mereka dengan teman beserta ibu kantin yang juga ikut membant
Ia tersenyum ceria, sesampainya di meja mereka ia langsung meletakkan nampan tersebut dimeja, mengernyit kan dahinya heran ketika melihat tatapan tatapan tajam yang mengarah ke teman tenang nya itu. " Ini pada kenapa dah? " Tanyanya yang tak dijawab sama sekali, ia menatap mereka satu persatu dengan tatapannya yang bertanya tanya, temannya yang ikut dengannya pun menatap mereka heran, ya ia tau bahwa mereka semua memang tipikal orang yang pendiam dan cuek terkecuali untuk Vira dan Damian.
tapi kali ini ia benar-benar heran, melihat Vira dan Damian yang biasanya mengoceh tak jelas malah diam tanpa sepatah katapun, malahan tatapan-tatapan mereka yang tenang dan terkadang mengejek itu berubah menjadi tatapan membunuh.
Menoleh menatap temannya yang juga tengah heran, ia menggelengkan kepala tak tau apa yang terjadi antara mereka ketika ia dan temannya ini pergi memesan makanan.
" Yudh nih pesanan kalian " membagikan pesanan-pesanan mereka satu persatu lalu mendudukkan dirinya disebelah Damian sedangkan temannya itu duduk disisi kanan Vira.
" Udh kali tatapannya, makan tuh pesenan kalian sebelum bell masuk bunyi " Ucap Pemuda yang duduk di sisi kanan Vira, ia tanpa menunggu teman-temannya langsung memakan makanannya, tak peduli jika suasana di meja mereka tak enak.
Pemuda tersebut yang bernamaLuthfi atau yang bernama lengkap 𝐋𝐔𝐓𝐇𝐅𝐈 𝐌𝐀𝐆𝐍𝐔𝐒 𝐀𝐋𝐅𝐀𝐑𝐈𝐙𝐈. Anak bungsu dari keluarga Alfarizi, ia memiliki satu saudara laki-laki, yang artinya ia hanya dua bersaudara. Keluarga Alfarizi adalah keluarga terkaya no. 4 keluarga yang disegani, dihormati dan ditakuti, mereka juga keluarga yang berpengaruh pada negara.
Ucapan Luthfi membuat mereka tersadar dengan apa yang mereka lakukan, menoleh secara serentak kepada Kanagra yang ternyata sedang menatap mereka dengan tatapan polosnya, mereka langsung merasa bersalah kepada Kanagra, ia harus merasakan aura mencekam dari sekeliling nya akibat mereka.
Alvaro langsung mengangkat tubuh Kanagra dengan mudahnya, ia menelusupkan wajahnya di leher janjang milik Kanagra, " Maaf " ucapnya dengan lirih, wajahnya yang dipendam di leher milik Kanagra membuat suaranya hampir tak terdengar.
Kanagra yang mendengar permintaan maaf Alvaro pun dibuat heran, kenapa abangnya ini minta maaf, emang dia ada salah? " Eh? Abang Aro kenapa minta maaf? Emang bang Aro ada salah sama Kana " Tanyanya dengan heran. Ia yang dihadapkan kearah Vira, Vara, Luthfi dan Damian, membuatnya bisa melihat dengan jelas seseorang yang sedang menatapnya penuh benci. Kanagra mengernyit kan dahinya heran, kenapa orang tersebut menatapnya dengan benci?
" Puky " Panggil Kanagra dalam batinnya, ia ingin bertanya siapa seseorang tersebut yang menatapnya dengan benci.
【 Ya, tuan? 】Sahutnya dengan cepat, ia sudah tau apa yang akan ditanyakan oleh Tuannya ini.
" Siapa dia? Kok natap gue benci gitu " Tanyanya yang masih menatap seseorang tersebut, seseorang tersebut pun juga menatapnya membuat mereka bereyes contact.
【 Oh dia protagonis wanita dalam novel " Love More Clara " ini tuan 】Jelasnya.
" Oh? Dia protagonis nya? Kok natap gue benci gitu sih " Herannya, kenapa protagonis wanita itu menatapnya benci, apakah ia membuat kesalahan?
【 Saya juga tidak tau tuan, tapi sepertinya dia marah karena tuan dekat dengan mosed wanted? 】 Ucapnya, menatap protagonis wanita untuk menyelidiki apakah ada jiwa lain yang masuk kedalam raga protagonis wanita.
【 Saya izin menganalisis apakah ada jiwa lain didalam raga protagonis wanita ya, tuan 】Izin Puky kepada Kanagra, ia ingin segera menganalisis karena memang ia membutuhkan nya untuk misi utama mereka.
Jika ada jiwa lain mungkin akan sedikit kesusahan namun juga jadi lebih menarik karena jiwa lain pasti tau alur novel ' Love More Clara ' ini.
Jika ada jiwa lain mungkin akan sedikit kesusahan namun juga jadi lebih menarik karena jiwa lain pasti tau alur novel ' Love More Clara ' ini yang pastinya menjadi lebih seru untuk bermain main dengannya beserta tuannya.
" Oh yudh, kalo udh kasih tau gua " Izinnya, menatap protagonis wanita dengan tatapan polosnya, ia ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh protagonis wanita itu kepadanya.
【 Baik tuan, kalau begitu saya izin off dahulu 】Izinnya lalu menonaktifkan sistemnya, ia akan menganalisis dengan bantuan tuannya.
" Abang " Panggil Kanagra, ia ingin membeli susu pisang kesukaan nya, tapi tangan Alvaro yang kekar itu masih melingkar dengan apik di pinggangnya membuatnya jadi susah untuk bergerak ataupun berdiri, ya walaupun nyaman tapi dia sangat ingin susu pisang sebelum bell masuk berbunyi, sekaligus ia juga ingin melihat apa yang akan dilakukan protagonis wanita kepadanya.
" ihh lepas abanggg " Rengeknya ketika Alvaro malah mempererat pelukannya, bukannya dilepas malah di pererat kan jadi nambah susah untuk berdiri ianya.
" gamauu " ucapnya dengan mendayu, ia tak ingin melepaskan Kanagra sama sekali, ia ingin memeluk Kanagra sepanjang hari, Kanagra itu lembut bagaikan bantal yang boneka untuk dipeluk.
" ihh abangg! Kana mau beli susu pisang lohh! " Rengeknya sekali lagi yang masih saja tak diperbolehkan oleh Alvaro yang akhirnya ia menyerah, ia tak akan merengek tapi ia akan mengancam.
" yudh kalo gitu jangan ngomong sama Kana lagi " ucapnya memalingkan wajahnya kearah kanan yang membuatnya bersitatap dengan pemuda yang sadari tadi menatapnya dengan intens. Ia jadi takut.
" lohh kok gitu? " ucapnya dengan cemberut, membalikkan tubuh Kanagra untuk menghadap kearahnya, tapi bukannya menatapnya Kanagra malah memalingkan wajahnya.
" Babyy liatt abang dong, kok malah palingin muka gitu " ucapnya dengan nada yang mendayu, wajah yang ia buat cemberut membuat mereka yang ada dikantin tercengang, seorang Alvaro cemberut seperti itu? Apakah ia adalah Alvaro si kutub? Seorang Alvaro merengek? Apakah dunia akan kiamat?.
" gamau, abangnya gamau lepasin pelukannya " Ucapnya menatap Alvaro dengan wajah yang ia buat seakan-akan sedang marah tapi bukannya terlihat seram itu malah terlihat menggemaskan bagi mereka.
Menghela nafas gusar, dengan terpaksa ia harus melepaskan pelukannya dari pinggang Kanagra, " Kenapa ga minta bang Damian aja yang beli? " Tanyanya yang dijawab gelengan oleh sang empu.
" gamau, Kana mau beli sendiri "
" oh yudh, awas hati-hati " Ucapnya penuh dengan perhatian, mengusak surai Kanagra dengan lembut.
Sedang kan Kanagra yang disuruh hati-hati pun hanya bisa merenggut tak suka, heyy kantin itu didekat sinilah untuk apa ia hati-hati? Dikira jalanan kali.
" yudh Kana mau beli susu pisang Kana dulu ya, abang " Ucapnya, Alvaro hanya mengangguk kan kepalanya sembari tersenyum tipis.
Kanagra yang sudah mendapat izin pun langsung pergi menuju ibu kantin untuk membeli susu pisang favorit nya, ia akan membeli 10 lebih untuknya nanti dikelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
A LIFE UNVEILED
Fantasy[SEDANG ROMBAK ALUR] Sebelum Rombak Alur : Transmigrasi Kana Setelah Rombak Alur : A Life Unveiled Seorang agen rahasia elit ISA bernama Kanava Kael Draxon tewas dalam misi dan terbangun di tubuh Kanaza Elvior Arvendra, antagonis dalam novel romanc...
