15. Sweet name

9.6K 417 7
                                        

❍⌇─➭ WELCOME TO ⌗MY STORY 𓏲࣪ ๑ ˚ ͙۪۪̥◌

________________________________________________

"Iya...?"

Kanagra menjawab dengan ragu. Suaranya nyaris tak terdengar di tengah riuh kelas. Ia tak yakin apakah gadis itu benar-benar memanggil dirinya, namun ada sesuatu yang membuatnya percaya-nama Caine yang disebutkan dengan jelas, seolah memang ditujukan padanya seorang.

"Keluarga lu... mereka udah baik sama lu, kan?"

Pertanyaan itu meluncur cepat, nyaris tanpa jeda. "Mereka nggak nyakitin lu lagi, kan?"

Nada suara sang gadis dipenuhi kecemasan yang tak tersembunyi. Sudah berbulan-bulan sahabatnya itu menghilang dari sekolah, dan bayangan buruk terus menghantui pikirannya-tentang keluarga kejam yang mungkin kembali melukai Kanagra tanpa ampun.

Kanagra menelan ludah. Ia menunduk sebentar, lalu mengangkat wajahnya kembali, memasang raut ragu-atau lebih tepatnya, berpura-pura ragu.

"E-emm... maaf, tapi... kamu siapa?" tanyanya pelan. "Kana nggak kenal."

Sorot matanya menyiratkan kehati-hatian. Ia sengaja menjaga jarak, meski di dalam kepalanya, pikirannya justru berpacu cepat.

"Ky... dia ini antagonis, bukan? Sahabatnya Kanagra?" batinnya bertanya, memanggil sistem yang sejak tadi diam.

[Benar, Tuan. Dia merupakan antagonis wanita dalam novel ini-lebih tepatnya, antagonis minor. `・ω・']

"Antagonis minor?" Alis Kanagra terangkat, jelas tak mengerti. Bukannya sahabat Kanagra ini antagonis utama? pikirnya heran.

[Antagonis minor adalah karakter dengan peran konflik yang tidak dominan, Tuan. Dalam cerita "Love More Clara", terdapat dua antagonis utama dan dua antagonis minor.]

[Raga yang Tuan tempati, beserta sahabatnya ini, termasuk antagonis minor. Masih ada dua antagonis utama yang belum Tuan temui-antagonis pria dan antagonis wanita.]

"Sebentar," gumam Kanagra. "Jadi totalnya ada empat antagonis?"

Ia mendengus pelan. Protagonis aja udah segambreng, ini ditambah empat antagonis lagi? Emang nggak capek ngingetnya?

[Benar sekali, Tuan. Dua antagonis utama memiliki peran yang sangat penting dalam alur cerita. ʕ •ᴥ•ʔ.]

"Penting tapi gue nggak tau?" Kanagra menyeringai. "Aneh."

[Itu karena kesalahan Anda sendiri, Tuan. Siapa suruh sering skip bab? ʕ •'ᴥ•'ʔ.]

"Hhe... ya soalnya bikin kesel," balas Kanagra santai.

"Jijik gue bacanya." Puky mendengus kesal, sebelum percakapan mereka terpotong oleh suara nyata.

"Caine?" Kanagra tersentak. Ia tersadar dari lamunannya, menoleh ke arah gadis di hadapannya.

"A-ah... iya?" jawabnya linglung.

Gadis itu menghela napas panjang. "Lu tuh kenapa sih? Suka banget ngelamun," gerutunya. "Orang diajak ngomong, malah bengong."

"H-hehe... maaf," Kanagra tersenyum, menampakkan gigi kelincinya. Lesung pipi muncul di kedua sisi wajahnya, membuat senyum itu terlihat polos-nyaris tak berdosa.

...Imut banget, batin sang gadis tanpa sadar.

"Gak gue maafin," katanya cepat, pura-pura kesal. Ia melipat tangan di dada, memalingkan wajahnya, berniat menjahili sahabatnya itu.

A LIFE UNVEILEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang