Lisa duduk termenung di depan jendela yang ada di kamar hotelnya. Sudah pukul sembilan pagi namun Jungkook belum juga datang menemuinya. Wanita itu jadi bingung sendiri dengan tujuan hidupnya kali ini, apakah nanti mereka tetap bisa bersama atau kah tidak?
"Jika tahu seperti ini aku keluar sedari tadi tanpa menunggu pria itu," Kesal Lisa.
Wanita itu mengambil tas kecil yang ia bawa kemudian keluar dari kamar. Perutnya sedari taditadi sudah berteriak kelaparan, sedangkan tadi Lisa masih berpikir jika Jungkook akan datang kesana sehingga mereka bisa pergi keluar bersama pagi itu.
Lisa pergi ke salah satu restoran dekat sana, sebenarnya ia bisa saja sarapan pagi di hotel karena kebetulan di hotel itu menyediakan breakfast bagi pengunjungnya. Namun, Lisa lebih memilih keluar dan mencari tempat yang sekiranya bagus untuk ia kunjungi. Ia masa bodoh dengan Jungkook yang kemungkinan akan datang ke hotel itu untuk menemuinya atau tidak.
Lisa duduk di sebuah bangku kosong yang ada di dalam restoran, tepat setelah ia duduk handphone nya berdering tanda ada panggilan dari seseorang yang masuk. Dan benar saja, nama suaminya tertera di layar ponsel itu. Lisa membiarkan layarnya itu tetap menyala terang dan enggan untuk mengangkat panggilan dari suaminya itu.
Lisa duduk dengan pemandangan area jalanan di kota Venesia. Tanpa sengaja kedua bola matanya menangkap perawakan sosok yang ia kenal adalah suaminya sendiri, tentunya bersama seorang wanita yang Lisa tahu sedari kemarin. Mereka baru saja keluar dari coffe shop yang tepat berada di depan restoran tempat Lisa makan.
Lisa hanya menatap kepergian pria itu, padahal baru tadi Jungkook menghubunginya. Lisa kira pria itu sudah berada di hotel.
"Selamat pagi"
"Ah, ya aku baru saja memesan makanan," Ujar Lisa pada pelayan restoran yang datang menghampirinya.
"Baiklah, mohon ditunggu sebentar ya."
"Iya"
Lisa tersenyum kikuk saat pelayan itu beberapa kali menatap ke arah layar ponselnya yang terus saja menyala menampilkan panggilan yang masuk dari Jungkook. Pria itu masih menghubunginya meski sudah beberapa menit berlalu.
Lisa menghela napas panjang, wanita itu meraih ponselnya yang ada di atas meja kemudian menggeser ikon hijau pada layar ponselnya. Saat itu juga kedua telinga Lisa dibuat panas oleh Jungkook yang langsung memarahinya.
"Dimana kau huh?"
"Kenapa?" Tanya Lisa ketus seolah enggan untuk bicara pada suaminya.
"Buka pintu kamarmu, aku sudah ada di depan. Aku sudah membeli makanan, jika kau tidak suka makanannya nanti maka salahkan dirimu karena tidak mengangkat panggilan dariku,"
Ah jadi tujuan Jungkook menghubunginya tadi karena hendak bertanya mengenai makanan apa yang Lisa inginkan.
"Lisa? Buka pintunya, sekarang."
"Aku tidak ada disana, aku sedang berada di luar."
"Dimana? Kau sedang menemui selingkuhanmu?"
"Coba kau tanyakan pertanyaanmu tadi pada dirimu sendiri Jungkook, aku buka wanita liar seperti yang kau kira."
"Oke, jadi sekarang kau mau apa?"
"Aku tidak mungkin tinggal di hotel lama-lama, apa ada apartemen atau tempat tinggal—"
"Aku tunggu sepuluh menit dari sekarang, jika ingin ikut ke apartemen maka cepat kembali ke hotel sekarang."
Lisa kembali menahan napasnya, pelayan baru saja datang membawakan makanan yang kini sudah tersaji tepat di depan mata Lisa. Ia mengakhiri panggilan dari Jungkook sepihak dan mulai menyantap makanannya. Ia hanya punya waktu sepuluh menit, really? Pria itu benar-benar menguji dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amore in Venesia
Fiksi PenggemarPertemuan tak terduga antara Jungkook dan Lisa di sebuah pesta malam berbuntut panjang hingga menimbulkan kekacauan. Lisa yang merupakan anak tunggal pengusaha di Italia pada saat itu diundang ke pesta besar milik Jungkook, namun hal yang tak seharu...
