Erotomanie
•••
Keesokan harinya.
Jake terbangun lagi, dirinya melirik ke arah jam dinding yang dimana sudah menunjukkan angka setengah 8 pagi. Jake mengedarkan pandangannya ia menatap ke arah ruangan yang kini sepi. Sontak Jake menoleh ke arah jendela namun ia tidak menemukan apa - apa.
Ceklek.
Pintu ruangan terbuka dan disana ada Bibi Tia yang tersenyum pada Jake sembari membuka pintu ruang inap Jake lebih lebar.
Disana ada Sean, Jean, Jevan, Lilly dan Vicky yang datang untuk menjenguknya. Mereka juga membawakan buah tangan.
" Tuan Muda, sahabat-sahabat Tuan Muda datang untuk menjenguk. " Ucap Bibi Tia lembut.
Jake tersenyum dan menyenderkan tubuhnya di bantal dibantu oleh Bibi Tia. Dengan sigap bibi Tia membuat minuman dan menyajikan cemilan pada sahabat-sahabat Jake itu.
" Selamat dinikmati Tuan dan Nona, Tuan Muda saya izin pamit keluar. " Ucap Bibi Tia.
Jake menganggukkan kepalanya,
" Terimakasih banyak bibi "
Bibi Tia tersenyum dan menganggukkan kepalanya, sebelum akhirnya berjalan keluar dari ruang inap dan menutup pintunya pelan.
Kini Jake menatap ke lima temannya.
" Devan kemana? " Tanya Jake.
" Kita sudah berjanji untuk menjenguk hari ini. Tapi dia tidak datang Jake. " - Sean
" Aku sudah menelpon tapi yang mengangkat panggilannya itu Mamanya. Dan kata beliau Devan sakit " - Lilly
" Kami berniat menjenguknya tapi kata Lilly Mama nya Devan melarang. Jadi kami hanya menitip salam semoga Devan segera sembuh dari panggilan " - Jevan
Vicky terdiam , gadis manis bermarga Park itu asik melihat bagaimana Jean sibuk mengunyah kue kering lezat yang menyita perhatian si manis sejak disajikan oleh Bibi Tia. Pipi pria mungil se mungil Sean itu nampak menggembung lucu.
Jake mempautkan bibirnya tanpa sadar. Kemudian ia menatap Lilly yang meminum teh yang disajikan bibi Tia tadi.
" Oh iya bagaimana dengan tugas kelompoknya? " Tanya Jake pada Lilly.
Lilly adalah ketua kelompok mereka, jadi wajar saja gadis yang berdarah asli Australia itu frustasi setengah mati ketika mendapatkan tugas kelompok mendadak dari sang Dosen.
Lilly menoleh, meletakkan cangkir dengan santai kemudian berkata pelan disertai dengusan.
" Cih, tidak jadi Miss jadi - jadian itu tidak mengadakan kelas hari ini. Dia sakit. " Ucap Lilly dengan alis berkedut kesal.
Sean yang hendak mengeluarkan kata-kata mutiaranya itu dengan segera dihentikan oleh Jevan dengan memasukkan tiga biskuit sekaligus membuat Sean terkejut dan memekik kesal.
Kemudian Jevan mengusili Jean yang asik makan itu membuat si mungil kesal dan memukul-mukul bahu lelaki Myung.
Vicky menghela nafas nya, kemudian memilih menyenderkan punggungnya pada sofa.
KAMU SEDANG MEMBACA
EROTOMANIE | SUNGJAKE
Fanfiction- Hidup Jake seketika berubah dalam semalam karena rasa penasarannya terhadap sebuah pintu yang tak sengaja ia buka.- " even I could die tonight with you." warn🚫 rated 18+, harshwords, dark romance. If you don't like this book please don't read. b...
