[28] Bastard.

1.4K 83 40
                                        

EROTOMANIE
•••

Scene tidak mengenakan di ujung cerita kalau risih jangan lanjut dibaca.

••••

Vicky menghela nafas sembari melirik ke arah jam tangannya yang terpasang apik di lengan kirinya. Kini gadis cantik itu duduk di sebuah cafe yang kebetulan ada di dekat rumah sakit.

Beberapa menit menunggu dengan raut wajahnya yang risau, Vicky menegakkan tubuhnya dikala mendengar suara dari sahabat-sahabatnya itu.

" Sore Vicky, " sapa Lily.

Tak hanya Lily yang datang, ada Sean, Jevan.

" Aku tahu ini pasti ada sangkut pautnya dengan hilangnya Jean dan Jake " Ucap Sean sendu.

Jevan yang kebetulan duduk di samping Sean itu sontak mengusap bahu Sean lembut, bermaksud menenangkan lelaki manis yang merupakan sahabatnya ini.

Mereka yang ada disana hanya menatap sendu ke arah Sean yang kini menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Sean menangis tanpa suara, untungnya Vicky memesan ruangan private di cafe itu. Membuat mereka tidak perlu takut akan ada seseorang yang akan mendengarkan percakapan mereka.

Lily mengalihkan pandangannya dikala matanya kini ikut mengeluarkan air mata akibat tangisan pilu Sean.

Sean, pria manis berpipi tembam bak rubah yang menjadi matahari mereka. Kini meredup karena menghilangnya kedua teman mereka.

Tentu saja Sean sedih, karena baik Sean, Jean dan Jake berteman sejak kecil. Mereka lebih dekat satu sama lain dibandingkan yang lain.

" Teman-teman.. " ucap Vicky serius.

Jevan yang menenangkan Sean itu menoleh, juga dengan Lily yang menatap Vicky dengan matanya yang berkaca-kaca. Sean masih menangis namun nampaknya pria manis itu sudah bisa mengendalikan dirinya.

Vicky menghela nafas kemudian menatap mereka semuanya dengan pandangan serius.

" Aku.. sudah menemukan keberadaan Jake. " Ucap Vicky pelan.

Membuat secercah senyuman muncul di wajah sedih mereka.

•••

Ben berjalan ke arah Rumah Sakit tempat Jake dirawat, ia berjalan dengan wajahnya yang dingin dengan kedua tangannya yang masing-masing masuk kedalam saku celananya. Ia menatap lurus ke depan.

Tentunya di sepanjang lorong Rumah Sakit Ben selalu diperhatikan oleh para pasien atau pengunjung yang ada di rumah sakit dengan berbagai tatapan.

Beberapa perawat atau pun tenaga Rumah Sakit yang mengenal siapa itu Ben tentunya menyapanya dengan sopan yang dibalas oleh Ben dengan sebuah anggukan tipis.

Ben kini telah sampai di resepsionis Rumah Sakit, ia kemudian menatap petugas Rumah Sakit itu.

" Dimana Ruangan Jake Djung? " Tanya Ben.

Sang resepsionis itu dengan sigap mengetikkan sesuatu di komputernya sebelum akhirnya menatap Ben dengan senyuman sopan.

" Pasien atas nama Jake Djung ada di ruangan VVIP A+ nomor 13, Tuan." Jelas sang resepsionis.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 08, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

EROTOMANIE | SUNGJAKECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang