[11] Rindu Mama dan Ayah

1.5K 124 2
                                        

Erotomanie
•••

Kini Ben berada di ruangan khusus yang ada di mansion pribadi milik Nicholas. Tak hanya berdua, ada Yason, Mark, Hevan, dan Jay yang juga berada di ruangan tersebut.

" Cih. Awas saja si rubah kecil itu " Hevan menggeram kesal.

Sedangkan Jay memilih diam sambil memainkan data grafik perusahaan.

" Kau kenapa heh? " Tanya Yason heran.

" Gadis rubah tengik itu!!! " Hevan kesal

" Kau buta? Kau tak lihat lehernya yang ada jakun? " Tanya Jay sarkas.

Hevan hendak melayangkan kata kata mutiaranya namun tangan Nicholas lebih gesit memasukkan sepotong pizza kedalam mulut Hevan.

" Hmm. eemph. mmhh! " Hevan kesal sembari mengunyah potongan pizza itu.

Nicholas terkekeh bersama Mark sedangkan Yason memilih untuk berfikir ucapan yang Hevan lontarkan.

Ben memutar bola matanya malas, sedangkan Jay mendesis kesal karena Hevan menginjak kaki kanannya yang memakai sepatu kets hitam putih itu.

" Jadi rubah itu gadis atau pria? " Bingung Yason

Jay memilih bangkit diikuti Nicholas ke dapur. Seperti biasa. Memasak makan siang. Yeah, Jay si jago dalam hal memasak. Sebenarnya mereka semua bisa, tetapi kata malas nampaknya sudah melekat di dalam jiwa mereka.

Jadi selagi gampang, untuk apa masak sendiri? Kalau Jay tidak memasak ya mereka pesan lewat aplikasi pemesanan online.

Cih. Manusia-manusia ini pemalas.

" Jadi sebenarnya kenapa? " Kepo Mark pada akhirnya.

Hevan mendengus kesal.

" Kemarin malam saat pulang dari club dengan Jay, kami hampir menabrak dua orang cantik. Hampir saja mobil yang Jay kendarai itu membunuh keduanya. Aku yang emosi tentu marah-marah pada kedua orang itu tetapi untuk pertama kalinya ada seseorang yang berani melawan ucapanku tanpa rasa takut. Sialan. " Ujar Hevan marah.

Mood nya benar-benar hancur berantakan karena kejadian kemarin malam.

" Lalu salah satu dari mereka meminta maaf dan Jay malah menyuruhku untuk kembali ke masuk ke mobil. Padahal aku hampir saja memukul pria yang membalas ucapanku itu " geram Hevan.

" Tapi cantik tidak ? " Tanya Yason penasaran.

" Tidak tuh. " Acuh Hevan kesal.

Yason menaikkan sebelah alisnya kemudian mengendikkan bahunya tak peduli. Kemudian matanya berbinar dan bangkit dari sofa hingga kakinya tak sengaja menendang Hevan saking semangatnya.

" Bajingan! "

Pekik Hevan karena tendangan Yosan keras membuat dirinya bahkan tergeser karena tendangan yang tak sengaja Yason menendang kaki Hevan.

Mark menggelengkan kepalanya, memutuskan bangkit kemudian membantu Jay dan Nicholas membawa beberapa mangkok mie juga makanan lainnya. Jangan lupakan alat tempurnya, sendok dan garpu.

EROTOMANIE | SUNGJAKECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang