[18] the door

1.8K 146 2
                                        

Erotomanie
•••

Siang harinya,

Jake terbangun dengan keadaan yang sudah bersih, rapi, dan wangi. Juga dengan sprai yang wangi. Mungkin Ben yang mengganti dan juga membersihkan tubuhnya saat Jake tak sadarkan diri.

Manik puppy pria manis bermarga Djung itu menatap ke sekitarnya sebelum akhirnya ia menghela nafas lagi.

Mengingat bagaimana ganasnya Ben semalam membuat Jake mengerang marah.

Jake kotor, tubuh yang ia jaga sebaik mungkin itu dikotori oleh orang gila dalam semalam.

Seluruh tubuhnya menjerit sakit, Jake rasanya ingin menangis kembali tetapi nampaknya maniknya tidak mau diajak kompromi melainkan malah nyeri yang mendera di kepala membuat Jake meringis sakit.

Setitik air matanya mengalir di pipinya yang kini memerah, bekas tamparan yang ia dapatkan dari Ben semalam.

" Aku harus keluar dari sini dan melaporkan kejahatan dia pada pihak berwajib. Ya, aku harus kabur! " Ucap Jake.

Jake memilih bangkit dan berjalan memperhatikan setiap sudut kamar yang bernuansa hitam dan abu-abu itu. Manik puppy nya mengernyit pelan.

" Sepertinya mataku akan sakit jika terus menatap tembok " gumam Jake.

Sebagai orang yang menyukai warna cerah, berada di dalam ruangan yang memiliki cat warna gelap tentu membuat Jake sakit mata seketika.

Dengan berjalan secara tertatih - tatih, Jake berusaha berjalan ke arah jendela kamar yang terkunci dengan gembok.

Jake menyibak korden itu kemudian menatap kebawah dimana hamparan taman di halaman depan Mansion yang luas memperlihatkan bagaimana kaya nya seorang Benjamin Park itu.

Jake menggigit bibirnya pelan, idenya untuk melarikan diri seketika pupus begitu saja saat ia  melihat bagaimana ketinggian jarak antara kamarnya dengan halaman depan itu.

Belum lagi jendela yang digembok pula.

" Aku bisa kabur sekaligus bisa pindah alam sepertinya. " Gumam Jake menepuk keningnya.

Jake menggigit kukunya kemudian berjalan mendekat ke arah pintu kamar yang tertutup.

Ceklek.

" Heh? "

Jake mengerjapkan matanya pelan, berusaha mencerna keadaan.

Senyum manis kemudian terbit di wajah Jake, dengan segera ia menyambar jaket kebesaran milik Ben yang tergantung di lemari kemudian memakainya hingga tubuhnya yang kecil itu kini tenggelam di dalam jaket hitam kebesaran milik Ben.

Jake berjalan mengendap-endap, menatap ke segala arah dengan waspada tapi si manis sama sekali tidak menemukan keberadaan orang-orang yang berlalu lalang di dalam Mansion mewah ini.

Keningnya berkerut bingung, kenapa Mansion ini sangat sepi.

DORR!

Jake terkesiap mendadak, langkah kakinya sontak berhenti dan tubuhnya kini gemetar ketakutan. Bayangan bagaimana Sean yang ditembak oleh sekelompok orang berjas hitam dan memakai topeng di wajah mereka itu tentu membuat Jake menangis.

Jake harusnya keras kepala dan membantu Sean melarikan diri bukan malah menurut ucapan Sean untuk berlari, meninggalkan sahabatnya yang bermata rubah itu menangis dikerubungi oleh para pria berjas itu.

•••

Nyonya Djung menatap tak percaya, dimana sang suami kini berada di dalam peti jenazah karena berpulang akibat terlibat kecelakaan beruntun yang menewaskan nya di tempat kejadian.

Kedua tangan wanita paruh baya itu terkepal kuat. Kesedihan seolah-olah terus menerus menghampirinya.

Manik memerahnya nampak membara mengingat bagaimana ucapan para kepolisian Australia yang memeriksa tempat kejadian itu mengatakan jika kecelakaan ini akibat kabel rem mobil yang dikendarai suaminya itu digunting oleh seseorang.

Tapi Nyonya Djung yakin, siapa yang menjadi dalang pembunuhan suaminya. Pasti ada hubungannya dengan penculikkan cucu tunggal kesayangannya.

Musuh bebuyutannya saat dirinya remaja dalam dunia gelap.

•••

Jake tersadar dikala pendengarannya tak lagi mendengar suara tembakan melainkan kini suara lolongan kesakitan dan teriakan maaf wanita dan pria yang bersahut-sahutan dari suatu ruangan.

Jake ingin segera kabur dari sini karena merasa tak ada penjagaan di mansion. Tetapi suara lolongan itu membuat Jake semakin penasarn.

Jake akui jika ia memang agak penakut dengan yang namanya hantu. Akan tetapi, memangnya ada hantu di pagi hari? Bukankah hantu muncul pada sore menjelang malam yang jelas-jelas gelap. Sedangkan saat ini jam menunjukkan hampir pukul 11 siang.

Jake yang memiliki sifat ingin tahu itu langsung saja mengikuti suara itu hingga sampailah si manis pada pintu yang berada di samping ruang kosong yang Jake yakini sebagai gudang karena letak ruangannya berada di ujung belakang Mansion mewah ini.

Ceklek.

Pintu seketika terbuka, menampakkan seorang pria yang mirip Jevan  menatapnya dengan tatapan mata yang dingin.

Tetapi bukan itu yang membuat Jake terkejut dengan mata berkaca-kaca.

Di belakang pria yang ia sebut mirip Jevan itu adalah Ben yang tersenyum menatap si manis.

Pria bermarga Park itu duduk angkuh dengan tangan kanannya yang membawa gergaji mesin yang bersimbah darah.

Dan di sana ada dua orang yang tubuhnya terpotong - potong dan berceceran.

Dan Sean yang menangis sesegukan diikat di sebuah kursi dengan darah yang menempel yang dimana darah itu adalah darah dari dua orang yang tewas secara mengenaskan di tangan Ben.

Jake mundur seketika.

Tetapi kedua tangannya seketika diborgol oleh seorang penjaga.

Tubuh Jake limbung seketika, ia tak sadarkan diri, tetapi sebelumnya Jake dapat mendengar Ben berkata sesuatu padanya.

" Anjing kecil yang malang, kau masuk perangkap sayangku. "

to be continued
hehe sorry, tadi kepencet publish

EROTOMANIE | SUNGJAKECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang