[16] scary night

2K 143 11
                                        

Erotomanie
•••

Malam hari yang kini diguyur hujan.

Jake bersama Sean saat ini sedang berada di sebuah cafe yang tak terlalu jauh dari universitas mereka.

Keduanya tadi ditemani oleh Marvel namun laki-laki itu pamit untuk pulang ke rumah lebih dulu. Awalnya ia mengajak Jake dan Sean untuk ikut namun kedua pria manis itu tidak mau.

Mereka masih ingin menikmati kesenangan mereka di luar rumah, kapan lagi memangnya Jake dan Sean bisa mendapatkan izin bermain yang lebih. Biasanya orang rumah akan mengomeli mereka jika mereka terlambat sampai mansion.

Jadi Marvel hanya menganggukkan kepalanya dan pamit pulang, tak lupa menasehati kedua teman manisnya itu untuk berjaga-jaga saat pulang ke rumah. Karena hampir malam.

" Akhh.. menyebalkan! "

Kesal Sean sembari mengunyah pizza di mulutnya.

Sedangkan Jake yang sedang sibuk membaca novel baru miliknya itu kemudian menutup novelnya, dikala ia melihat jam di ponselnya yang hidup akibat notifikasi dari seseorang.

Ting!

08xxx

Sudah malam sayang, lebih baik pulang. Sebelum aku menyeretmu.

Jake panik sontak saja melihat ke arah sekeliling cafe yang saat ini lumayan ramai karena beberapa dari mereka nampak berlindung dari hujan yang kini mengguyur kota Brisbane.

Ia menatap Sean yang sekarang sedang mengunyah burger dengan bibirnya yang komat-kamit menyumpah serapahi kakak sulungnya.

Ting!

08xxx

Sayang. Aku hitung dari sekarang, pulang sebelum aku menemukanmu dan mengikat kakimu.

Srak!

Sean yang makan itu kaget, apalagi ia melihat bagaimana Jake yang dengan wajah sarat akan ketakutan nampak memasukkan barang-barangnya ke dalam tas yang ia bawa.

" Jake ? Kenapa? " Tanya Sean ikut gusar

Dengan tangan gemetar Jake hendak mengatakan sesuatu—

DOR!

Suara Jake terhenti dikala suara tembakan dari luar Cafe menggema dan mengenai salah satu kaca jendela cafe.

Sontak suara teriakan riuh ketakutan para pembeli dan karyawan cafe mendominasi.

Jake ingat jika orang yang menerornya itu menyuruhnya pulang sebelum si peneror itu menemukan dirinya.

Tanpa basa basi Jake membantu Sean membereskan barang-barangnya lalu menarik Sean ke pintu belakang Cafe yang  dibantu oleh seorang karyawan yang memang ditugaskan untuk mengamankan para pembeli.

Jake dan Sean sama-sama menitikkan air mata mereka. Mereka ketakutan, dan dengan segera keduanya berlari dari gang kecil bersama para pembeli itu menjauhi Cafe tersebut.

EROTOMANIE | SUNGJAKECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang