[19] Its hurts..

1.9K 138 6
                                        

Erotomanie

•••

Hevan menatap malas wajah Ben yang asik tersenyum - tersenyum tak jelas tanpa menyadari kehadirannya itu. Dan Jay yang memilih abai lalu berjalan ke arah sofa dan duduk menyender.

Nampaknya si pria kelahiran Desember itu juga sedang asik menatap layar monitor menampilkan wajah Jake yang tak sadarkan diri dengan borgol dan tali yang membelenggu kedua kaki dan kedua tangannya.

Hevan menyenderkan punggungnya di tembok dan berdeham keras membuat Jay yang akan terlelap itu  mendengus dan Ben seketika membenarkan raut wajahnya datar kembali.

" Apa? "

Hevan memutar matanya malas,

" Kau lupa ? " Tanyanya cuek.

Ben menaikkan sebelah alisnya,

" Oh. "

Hevan mendelik kemudian duduk disamping Jay yang menatapnya sinis.

" Apa kau? "

" Kambing rusa!  " Maki Jay sedangkan Hevan mendengus.

Ben melirik Jay dan Hevan lewat ekor matanya, pria itu mengambil ponsel dan kemudian mengetikkan sesuatu di sana.

" Nyonya Djung sepertinya meminta seorang detektif dan pembunuh bayaran terkenal untuk mengincar keluarga besar kalian berdua Park. " Ucap Hevan

" Itu konsekuensinya " ujar Ben.

Jay diam menutup matanya.

Ben menatap dingin ke arah sebuah lukisan keluarga itu, seringai terbit di wajahnya.

" Awalnya aku hanya ingin mengambil permata kecil keluarga Djung dan Shim itu, tapi  saat mengetahui rahasia wanita tua itu dengan salah satu anggota keluarga Djung aku jadi berfikir kembali."

Ucap Ben, ia melirik Jay yang membuka matanya pelan dan menatap ke arahnya.

" Rencana utama diubah, ada rahasia besar yang sangat menjijikkan ditutupi oleh wanita tua itu dan kita memutuskan memancing amarah Nyonya Djung " ucap Jay tanpa ekspresi

" Dan akhirnya terjadi pembantaian dan kudeta besar-besaran di keluarga besar kalian berdua? " Ucap Hevan

Jay dan Ben menganggukkan kepala,

" Ya, kita akan menyelamatkan beberapa orang yang tidak bersalah sebelum pembantaian itu terlaksana. " Ucap Ben

Hevan diam. Kemudian menganggukkan kepala.

" Nampaknya ada yang salah dengan keluarga besar kalian, dan sepertinya kalian yakin jika pusat kesalahan itu adalah nenek kalian sendiri. "

•••

Sean memeluk dirinya sendiri, dengan wajah ketakutannya. Air matanya tak henti-henti untuk tidak mengalir lagi di wajah cantiknya.

Mentalnya terguncang, melihat bagaimana pembunuhan keji yang dilakukan mereka tepat didepan matanya sendiri.

Sean menangis pilu di ruangan kamar mewah yang merupakan tempat dimana sosok pria yang dulu sempat beradu mulut dengannya itu juga sempat melecehkannya dan meninggalkan dirinya yang berantakan di kamar yang terkunci.

Kepala Sean sakit, dan akhirnya hanya kegelapan yang  dapat si manis rasakan

•••

EROTOMANIE | SUNGJAKETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang