#story10
Akan terbit.
PART MASIH LENGKAP!!
Hutang sebesar 200 juta yang di tinggalkan oleh ayah Varsha, membuat Varsha harus membanting tulang untuk mencari uang. Segala pekerjaan dia lakukan, tapi hanya cukup untuk membayar bunganya saja. Rentenir...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tangan Varsha bergerak mengusap perutnya yang terasa sedikit sakit, seharian tadi dia sering berjongkok, dan terkadang membungkuk untuk mengepel lantai. Seharian penuh dia habiskan untuk bekerja, pekerjaan yang paling berat adalah pekerjaan di Clean it yang mengharuskan bergerak-gerak secara terus menerus. Varsha berharap anaknya di dalam sana akan baik-baik saja meskipun di ajak bekerja keras.
Tangan Varsha beralih memijat pelipisnya, kepalanya terasa pusing, dan tubuhnya terasa begitu lemas. Varsha berhenti sejenak, mengambil minuman dari dalam tasnya, meneguk minuman itu sampai habis. Dia bekerja seharian penuh, dan sumber kekuatannya hanya dari minuman, tanpa makan. Jelas saja badannya terasa lemas, dan tidak bertenaga.
Varsha terlonjak kaget saat mendengar bunyi klakson mobil yang begitu dekat dengannya. Varsha membalikkan badannya, menatap kesal ke arah mobil yang mengklaksonnya itu. Varsha mendengus kesal saat menyadari jika orang yang berada di dalam mobil adalah Baskara. Laki-laki itu pasti akan pergi ke Secret untuk menagih hutang padanya.
Varsha melangkahkan kakinya mendekati mobil Baskara, masuk ke dalam mobil. “Kau ingin aku mati karena jantungan?!” Varsha menatap Baskara kesal.
Baskara mengangkat bahunya. “Suara klakson mobil tidak akan membuatmu jantungan.”
Varsha mendengus, dia hampir jantungan karena ulah laki-laki itu. “Aku bisa mentransfer uangnya padamu. Kau tidak perlu repot-repot menjemputnya.”
“Aku sedang tidak ada kegiatan, jadi aku bisa menagih hutangmu.” Baskara menatap Varsha, wajah perempuan itu tampak pucat, bibirnya kering, dan badannya semakin hari semakin kurus saja. Apa pekerjaannya terlalu berat sampai membuat Varsha kekurangan berat badannya?
Varsha membuka resleting tasnya, mengeluarkan uang yang dia dapatkan dari bekerja hari ini, hanya 200 ribu. “Ini. Hari ini aku hanya dapat segini.” Varsha memberikan semua uangnya kepada Baskara.
Varsha tidak punya uang simpanan lagi, dia makan bergantung kepada Lina. Sebenarnya Varsha tidak enak dengan sahabatnya itu, tapi jika tidak menerima bantuan Lina, dia akan makan pakai apa. Semua uang penghasilannya, dia berikan kepada Baskara setiap harinya.
Baskara menatap uang di tangan Varsha, hanya 200 ribu yang dihasilkan oleh perempuan itu, dan Varsha masih bertekad ingin membayar sisa hutangnya yang berjumlah 10 juta padanya. Sampai kapan Varsha akan melunasinya jika sehari hanya menghasilkan 200 ribu.
“Kau tidak mau mengambilnya?” Tanya Varsha, mengangkat tangannya yang berisi empat lembar uang 50 ribu.
Baskara mengambil uang itu, dia akan tetap mengambilnya meskipun tidak ingin. Dia ingin melihat seberapa lama Varsha bisa bertahan membayar hutangnya itu padanya. Selama seminggu ini, Varsha selalu rutin mencicil dengan penghasilan per harinya yang tidak menentu, bahkan pernah sekali Varsha membayarnya 50 ribu saja.
“Kau makan pakai apa jika semua uangmu kau berikan padaku?” tanya Baskara.
“Kau tidak perlu memikirkan makanku. Itu bukan urusanmu.”