BAB 19

11.1K 325 3
                                        

Jangan lupa tekan vote!!

“Aku ingin mempercepat pernikahanku dengan Varsha

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Aku ingin mempercepat pernikahanku dengan Varsha.”

Baskara menatap serius kedua orang tuanya yang sedang menyantap makan malam. Setelah mengantarkan Varsha pulang, Baskara memilih untuk tidak kembali ke kantor. Dia memilih mendatangi rumah orang tuanya, mengutarakan keinginannya itu.

Veni tampak terkejut. “Dia masih mau menikah denganmu setelah melihat kau bercinta dengan Clara?”

Veni kira pernikahan Baskara dengan Varsha akan batal, karena dia melihat Varsha menatap Baskara penuh kebencian, matanya memancarkan kekecewaan yang mendalam. Lagi pula, siapa yang tidak akan kecewa ketika mendapati kekasihnya bercinta dengan perempuan lain?

“Kau bercinta dengan Clara?” tanya Wijaya, lebih terkejut dengan fakta ini dari pada keinginan Baskara yang ingin mempercepat pernikahannya. “Di depan Varsha?”

“Aku kelepasan.”

“Kau kelewatan, Bas!” Wijaya menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh anaknya itu. “Kau berniat menikahi Varsha, tapi kau malah bercinta dengan perempuan lain? Kau punya otak, kan, Bas?! Apa tadi kau bilang?! Kau kelepasan?! Kau yang terlalu liar!”

Baskara menatap Wijaya. “Aku tahu aku salah, Pa. Aku tidak tahu apa yang Clara kasih ke minumanku, aku merasa bergai__”

“Aku tidak butuh penjelasanmu!” potong Wijaya. Kali ini Wijaya benar-benar tidak bisa menerima sikap Baskara. Biasanya dia akan menganggapnya biasa saja, dan membebaskannya. “Kau belum siap menikah, Bas!”

“Pa!” Baskara menatap Wijaya dengan wajah memohon. “Aku sudah mempersiapkan semuanya.”

Wijaya menggeleng. “Tidak. Kau hanya mempersiapkan bagian luarnya saja, tapi di dalam,” Wijaya menunjuk dadanya. “Kau belum siap. Kau hanya memikirkan nafsumu. Lebih baik kau tidak usah menikah.”

“Aku akan tetap menikahi Varsha.”

“Kenapa kau tidak menikahi Clara saja?! Bukankah kau habis bercinta dengannya?! Kau tidak perlu susah payah melibatkan perempuan lain, kau nikahi saja perempuan yang mau denganmu!”

“Papa!” tegur Veni, menatap Wijaya memperingati.

“Aku hanya menginginkan Varsha yang menjadi istriku.”

“Kau egois, Bas! Kau akan membawa Varsha ke kehidupanmu yang masih berantakan itu! Kau belum bisa meninggalkan kehidupan bebasmu itu! Kau kira, dengan kau menikah, kau hanya perlu statusnya saja?!” Wijaya menggelengkan kepalanya. “Tidak, kau harus mempertanggungjawabkan istrimu, perasaannya yang nanti akan terluka jika kau berbuat kesalahan. Kau harus memikirkan itu! Kau tidak bisa menikah jika masih memikirkan dirimu sendiri!”

“Aku akan tetap menikahi Varsha, meskipun Papa dan Mama tidak setuju,” tegas Baskara. Bagaimana pun, dia akan tetap menikahi Varsha. Dia menginginkan Varsha menjadi miliknya, Baskara tidak akan melepaskan Varsha.

BAYAR DI MUKA (Sudah Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang