Karena demam nya belum turun,dan haruto juga masih terlihat lemas hari ini lisa melarang anaknya untuk pergi ke sekolah, walaupun tadi saat bangun tidur haruto kekeh untuk tetap mau masuk sekolah dengan alasan ia sudah meninggalkan pelajaran selama satu minggu lamanya, namun lisa tetap melarangnya,
lisa tau sebenarnya bukan hanya itu yang menjadi alasan haruto untuk tetap masuk sekolah,ia tau bahwa anaknya takut akan sesuatu,ia sadar itu karena gerak mata haruto yang terlihat gelisah, ia benar benar khawatir dengan keadaan anaknya sekarang.
Sebenarnya bukan karena telah meninggalkan pelajaran selama satu minggu itu yang menjadi alasan kuat haruto, walaupun kemarin ia dan papanya sudah baikan,ia tetap takut dengan papanya itu, ia takut kalau nanti nilainya menurun karena terlalu lama izin, ia takut mendapat hukuman lagi dari papanya seperti dulu, bagaimana kalau nanti papanya berubah seperti dulu lagi, haruto benar-benar takut akan hal itu.
"Mommy, please aru janji nanti aru akan jaga diri, aru nanti minum obatnya disekolah, aru gak akan jajan sembarangan supaya gak sakit lagi, tapi ijinin aru buat pergi sekolah yaa, please" mohonnya lagi
bahkan sekarang haruto sudah bisa mengeluarkan jurus andalan yaitu dengan puppy eyes, bibir yang mengerucut,dan tangan nya memohon didepan dadanya.
Ini masih pukul 05.30 pagi, ia masih punya waktu untuk bersiap pikirnya
"Aru dengar mommy, lihat sekarang aru masih lemas,masih pucat,demam aru juga belum turun,jadi untuk hari ini aru harus istirahat dulu dirumah,besok kalau sudah sembuh aru boleh pergi sekolah" tegas Lisa
"Jurus kamu itu tidak ampuh untuk mommy sekarang, ya walaupun gemas, mommy tidak akan terbujuk" sambungnya lagi yang membuat haruto semakin mengerucut kan bibirnya
"Memang nya kamu mau nanti pas sekolah demam kamu makin parah?,memangnya nanti kamu mau dipasang infus tangan nya?" Ucap lisa menakut nakuti
Haruto yang mendengar itu jelas langsung menggeleng kan kepalanya, apa tadi katanya, diinfus, hei bahkan haruto saja takut dengan jarum suntik, jelas ia tidak akan mau.
"tapi aru sudah telat banyak pelajaran mommy" ucapnya dengan sedih
"Aru, mommy tau bukan itu alasan utama aru, ada alasan yang lain bukan, yang membuat aru ketakutan sekarang, boleh kasih tau mommy?"
Rayu nya,supaya haruto mau membagi rasa takut nya
Haruto menatap mata mommy nya, apakah ia harus bilang, apakah tidak apa-apa kalau ia mengatakan yang sebenarnya?
"Percaya pada mommy sayang, kalau aru hanya diam mommy gak tau apa yang aru rasakan dan aru ingin kan nantinya, mommy jadi bingung nanti harus bersikap seperti apa kalau aru hanya diam saja" jelasnya lagi
"Apa boleh Aru bilang?, Aru takut mommy" ucap anak itu
"Aru takut apa sayang, bilang saja sama mommy tidak apa-apa, tidak akan ada yang marahi aru, kalau aru bilang kan nanti mommy bisa bantu Aru, iya kan?, kalau aru diam nanti mommy tidak bisa bantu" bujuknya
"Aru.... Aru takut papa marah, bagaimana kalau nanti nilai aru turun karena sudah banyak meninggalkan materi, Aru takut nanti papa hukum Aru lagi seperti dulu,Aru takut mommy, Aru gak mau dihukum lagi, Aru gak mau" jelas anak itu,kepalanya menunduk dalam,ia benar-benar ketakutan
Lisa yang melihat itu segera saja ia peluk erat anak kesayangan nya, ia jadi tau sekarang bahwa ketakutan terbesar haruto ada pada papanya sendiri.
Lisa jadi membayangkan seberat apa hari-hari haruto dulu,tidak ada yang perduli,tidak diberikan kasih sayang, dituntut untuk menjadi sempurna,juga tidak bisa menikmati masa kanak-kanak nya,tega sekali anak semanis ini disakiti sebegitu dalam nya.
"Aru dengar, kan sekarang ada mommy yang lindungi Aru yang bela aru,jadi tidak akan ada yang berani marahi aru,nanti kalau papa marah biar mommy marahin balik, kalau perlu mommy hukum supaya tidak berani marahi anak manis mommy ini, biar saja papa tau rasa ya kan?"
"Memang nya dia siapa? Berani sekali marahi anak mommy, nanti mommy jewer telinganya sampe merah kalu berani jahat sama anak mommy, jadi aru tidak perlu takut lagi, oke sayang"
"Mommy promise?" Tanya nya dengan mengulur kan kelingking nya, gemas sekali anak ini🤏🏻
"Promise dong" jawab lisa dengan yakin lalu menautkan jari kelingking nya dengan sang anak sembari tersenyum manis.
"Thank you so much mommy, Aru love mommy" ucap anak itu dengan memeluk mommy nya erat
Lisa terkejut,apa ini?, haruto baru saja mengungkapkan isi hatinya, apakah ini benar?,ia tak salah dengar bukan??ya tuhan hangat sekali hatinya
"Aru love mommy??" Tanya Lisa lagi,ia benar-benar ingin memastikan bahwa ia tak salah dengar barusan
"Emmmm, Aru love mommy so much, big love for mommy" jawab anak itu dengan yakin, bahkan kepalanya mengangguk begitu tegas
"Mommy juga love Aru so much, anak manis nya mommy" jawab lisa dengan membalas pelukan erat anaknya, tanpa sadar lisa menitikan air matanya,hati nya benar-benar menghangat
Lisa membubuhkan kecupan manis di seluruh wajah anak nya,Lisa benar-benar menyayangi anak ini setulus hati.
Bahagia sekali saat mendengar haruto sedikit demi sedikit sudah bisa mengungkapkan isi hati dan pikiran nya.
>>> NEXT.......
KAMU SEDANG MEMBACA
Kepercayaan
Teen Fiction🦋cinta itu kebohongan dan kehancuran. #fiksi #treasure #jeongwoo #haruto #jeongharu #homopobicskip
