27.

979 138 29
                                    








Origin khusunya Moonhaven berduka atas kematian Byung Hun. Pemakaman di gelar dengan sangat besar agar semua merasakan duka yang mendalam. Ibu Seokjin sangat terpukul dan tidak menyangka bahwa suaminya akan mati di tangan Demon.

Sudah empat hari sejak perang itu usai dan Seokjin masih belum sadarkan diri. Tabib mengatakan bahwa karna terlalu lama terpapar sinar matahari, Seokjin membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan tubuhnya. Awalnya jungkook sangat khawatir dan selalu menangis di samping suaminya, tapi setelah itu ia mencoba untuk menerima keadaan dan lebih fokus pada penyembuhan Seokjin.

Jungkook selalu membersihkan tubuh Seokjin serta lukanya, setelah itu ia akan duduk dan menarik tangan Seokjin untuk menyentuh perutnya supaya Seokjin bisa merasakan bahwa anak mereka sangat merindukan ayahnya.

"Sayang, ayo bangun. Kami sangat merindukanmu" Jungkook usap rambut Seokjin lalu mengecup keningnya, setelah itu ia berbaring dan meletakkan wajahnya di pipi Seokjin untuk tidur, memeluk suaminya sangat erat.

***

Keesokan paginya, castle sudah ramai kembali. Taehyung, namjoon, jimin dan hosoek sudah pulih sedangkan Yoongi masih dalam kondisi serius dan dalam pengawasan tabib.

Suara ketukan pintu kamar membangunkan jungkook dari tidurnya yang tak seberapa nyenyak. "Ya?"

"Tuan, Tuan namjoon dan yang lainnya ingin melihat tuan Seokjin" Kata Rachel dari luar pintu. Jungkook segera memakai jubah tidurnya untuk menutupi piyama tipis dan menerawang, lalu ia mempersilahkan mereka untuk masuk, "masuk saja"

Saat kawanan Seokjin itu masuk, jungkook tersenyum lalu keluar dari kamar, ia ingin memberikan tempat untuk mereka bersama Seokjin tanpa ingin mengganggu. Bersama pelayannya, jungkook beranjak menuju kamar tamu dimana Gong Yoo masih disana untuk menyemangati jungkook beberapa hari ini.

"Masuk" Kata Gong Yoo saat mendengar suara ketukan pintu. Jungkook segera masuk dan mendapati ayahnya sedang membaca buku. "Pagi sekali?" Gong yoo bertanya karna biasanya jungkook keluar kamar saat mendekati jam sarapan.

"Ada teman teman Seokjin ingin melihat keadaannya" Jungkook duduk di samping ayahnya dan bersandar di bahunya. Lamunannya jauh sekali, ada hal yang masih mengganggu pikirannya dan Gong Yoo menyadari hal itu. Pemimpin Starfell itu lantas menutup bukunya lalu merangkul bahu anak semata wayangnya.

"Ada apa?" Tanyanya begitu lembut hingga jungkook kesulitan untuk berbicara. Jungkook perlu menarik nafasnya dalam untuk mulai mengatakan sesuatu, "ayah... Semenjak perang usai dan ayah disini, kita jarang sekali bicara. Aku lebih sering menangis karna keadaan Seokjin"

"Tidak masalah, nak. Ayah paham kau pasti khawatir"

Jungkook mengangguk kecil, "ayah... Terima kasih karna sudah membantu Seokjin"

"Hey sudahlah, tidak perlu berterima kasih pada ayah mu sendiri. Apa yang ayah lakukan adalah demi kebahagiaan anak ayah" Gong Yoo begitu tulus dan lembut hati, tidak mencerminkan dirinya yang sebagai vampir origin. Mungkin dahulu sekali, ibu jungkook berhasil meluluhkan ayahnya begitu dahsyat dengan cinta.

"Kapan ayah akan kembali ke Starfell?"

"Apa kau mengusir ayah mu?"

"Tidak, bukan begitu... Hanya saja..." Ada keraguan di mata jungkook saat menatap ayahnya. Gong yoo menarik tangannya dari bahu jungkook untuk memegang kedua tangan putra kecilnya. "Katakan" Kata Gong Yoo.

"Aku tidak bisa meninggalkan Seokjin. Seperti yang aku katakan dalam surat yang aku berikan pada ayah, aku sangat mencintainya, dia juga sangat mencintai ku dan bayi kami, dia tidak bersalah ayah..." Jungkook selama ini takut ayahnya masih akan membawanya pergi karna merasa jungkook tidak aman bersama Seokjin yang memiliki lingkungan yang tidak baik –seperti Byung Hun dan istrinya.

My Eyes | Jinkook ☑️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang