Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

BAB 9√

12.9K 854 85
                                        

Double up nih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Double up nih.
Kasih komen yang banyak!

.
.
.

Tiga hari tanpa kabar, akhirnya Darren kembali membuat Kenzie seolah tersambar petir di tengah teriknya mentari. Alpha dominan itu datang membawa selembar surat perceraian.

"Aku sudah mengetahui semuanya. Aku
juga tahu Kin baru saja di tolak oleh kekasihnya."

Kenzie sempat menghentikan tangan yang sedang menata makanan di atas meja, bermaksud menjawab, tapi urung karena Darren terlihat masih ingin berbicara.

"Selamat atas Kenzie's Herbal yang langsung ramai pengunjung," kata Darren lagi.

"Pp-Phi, aku hanya belum sempat menceritakannya padamu," sela Kenzie cepat, dia hanya tak ingin suaminya salah paham lagi.

Darren tersenyum kecut. "Aku sudah mendapat jawabanku sendiri."

Omega itu duduk, meraih tangan suaminya, "Phi...-"

Tapi belum selesai Kenzie berucap,
Darren sudah lebih dulu menyela dengan kalimat yang membuat air mata sang Omega luruh tanpa diperintah.

"Mari kita bercerai."

Dada Kenzie sesak, seolah dihujam ribuan belati, hingga kesulitan bernafas. Kalimat yang paling tidak ingin dia dengar akhirnya terlontar dari mulut sang suami.

"Aku akan membebaskanmu dari ikatan ini, Zie. Kamu berhak menjalani kehidupan yang lebih baik, kamu berhak
bahagia tanpa harus terikat denganku. Kamu berhak menemukan orang yang kamu cintai."

"Tapi orang yang kucintai ada di depanku." Pengakuan cinta tanpa rencana.

Darren tetap dengan ekspresi datar, seolah tak terkejut dengan apa yang dia dengar.

"Tidak ada cinta yang tumbuh
dalam waktu sesingkat ini. Kamu hanya merasa berhutang budi karena aku sudah menyelamatkan hidupmu."

"Satu tahun bukan waktu yang singkat, Phi," lirih sang Omega, sedikit menengadah untuk menghalau air mata
yang siap tumpah.

"Satu tahun tidak bisa mengartikan apapun, Zie. Kamu akan semakin menderita jika bersamaku lebih lama lagi. Aku akan terus menyakitimu dengan sikapku yang aku sendiri
tidak tahu cara mendefenisikannya."

Untuk beberapa saat, keduanya saling diam dengan nafas memburu sebelum akhirnya Darren berucap lagi. "Aku sangat membenci kekerasan seksual, tapi aku malah melakukannya padamu."

Kenzie mengepalkan tangan. Selama tiga hari, dia sudah berusaha keras melupakan kejadian itu, tapi mengapa Darren mengungkitnya lagi?

Tiga hari yang lalu, penyesalan Darren teramat dalam melihat Kenzie yang masih enggan membuka mata meski hari telah berganti. Belum pernah dalam hidupnya Darren bertindak sekasar ini.

My Ex-Omega [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang