kali ini mereka tidak bisa menebak apa isi kepala diren karena ia benar benar sulit menebak yang sedari tadi diren tidak mau bercerita dan sering menjauh
sebelum acara menginap di rumah aeron diren masih mengeluarkan canda tawanya tapi ntah kenapa setelah itu diren malah sering mengeluarkan wajah yang sulit untuk mereka mengerti
saat pelajaran berlangsung diren masih tetap duduk di kursi yang ada di rooftop sambil memikirkan sesuatu yang ada di otaknya sekarang ini
"waktunya terlalu cepat" ucap diren yang menatap pemandangan di atas sana
begitu lama diren duduk di sana sampai akhirnya ada seseorang yang datang menghampirinya lalu duduk di sampingnya
"gugun? kenapa disini? ini kan jam pelajaran?" ucap diren menatap gugun dengan tatapan bingung
"seharusnya aku yang tanya sama kamu, kenapa kamu disini? bilangnya sakit tapi malah rooftop" gugun menatap ke arah diren
"bosan di uks jadi kesini aja buat istirahatin otak" diren berbohong agar gugun percaya bahwa ia benar benar sakit
"kamu beneran sakit?" gugun menaruh punggung tangannya ke arah kening diren
diren melepaskan tangan gugun dari keningnya lalu menatap gugun kembali
"aku ngga sakit, ayo balik ke kelas" diren berdiri untuk beranjak dari sana dan di ikuti gugun yang ada di belakangnya
"hati gua yang sakit gun"
skip
bel berbunyi yang menandakan jam pulang, mereka semua berbondong bondong keluar untuk pulang kerumah masing masing
skylar menatap diren yang ada di parkiran sedang mengeluarkan motor miliknya tapi setelah itu ia melajukan motornya pergi dari sana tanpa membawa gugun di belakangnya
aeron dan juga rinz juga sama menatap ke arah diren yang pergi jauh dari sana lalu menatap ke arah gugun yang berdiri tepat di samping mereka
"lu berantem sama diren?" tanya aeron pada gugun
"gua ngga kelahi tapi perasaan gua setiap gua deketin dia, dia selalu berusaha menjauh dari gua"
"perasaan lu aja kali itu gun tapi aslinya dia ngga menjauh dari lu" ucap aeron
"tapi ini beda ron"
"kemarin diren ngasi gua makanan pemberian dari gugun" ucap rinz
"mungkin diren ngga suka sama makanan nya, positif aja" ucap skylar untuk menenangkan pikiran gugun
"mungkin diren lagi banyak pikiran jadi butuh waktu sendiri dulu, kalo udah ngerasa baikan pasti diren bakal cerita sama ngomong ke lu"
aeron merangkul pundak gugun untuk memberikan semangat padanya agar tidak berlarut larut dalam kesedihan dan tetap berfikir positif pada diren
"kita kasih waktu satu hari buat dia sendiri nenangin pikirannya" ucap skylar menatap rinz
rinz mengangguk seperti paham apa yang di katakan skylar barusan
"lu pulang sama gua aja gun" ucap aeron
"gua di jemput"
aeron hanya mengangguk paham. skylar, aeron dan juga rinz beranjak meninggalkan gugun yang menunggu jemputannya tapi ternyata gugun berbohong ia malah menunggu ojek online yang ia pesan setelah mereka semua pergi
sedangkan disisi lain skylar dan aeron masih berada di mobil yang dimana skylar masih fokus pada setirnya, sesekali skylar menatap sekilas ke arah aeron yang terlihat cemas
KAMU SEDANG MEMBACA
SKYRON (skylar x aeron)
Fanfictionjangan salpak!! yang homophobic bisa jauh jauhh!! aeron: gua ga bakal suka sama lu skylar : gua bakal bikin lu suka sama gua
