21. putus?

1.1K 109 7
                                        

diren masih berada di rooftop untuk menenangkan pikirannya sampai akhirnya ada seseorang yang mendatanginya

"masih emosi ren?"

"sedikit, kenapa lu berdua kesini?"

iya itu adalah 2 teman diren yaitu rinz dan juga skylar, mereka berdua memang tau bahwa diren sekarang sekarang ini sering berada di rooftop untuk menenangkan pikirannya

mereka berdua berinisiatif untuk mendatangi diren agar mereka tau apa yang diren lakukan di rooftop selain menenangkan pikirannya sekaligus menemaninya agar tidak selalu sendiri

"jangan galau terus lek" ucap skylar merangkul bahu diren

"mending nyebat lek biar ngga galau" ucap rinz yang di beri tatapan tajam pada skylar

gimana tidak, diren tidak mengikuti kedua temannya yaitu merokok ataupun menghisap vape dan itu membuat skylar menatap tajam kepada rinz

"becanda, malam ini kita nongkrong di tempat biasa jadi ngga usah galau terus lah lek" ucap rinz lagi

"malam ini yang traktir rinz" ucap skylar menatap sekilas ke arah rinz

"malah gua yang jadi tumbal gini lek" rinz menatap malas ke arah skylar

"sekali sekali lah lek mulai kemarin gua terus yang traktir, pemai"

"mulai kemarin gua ngirit sama uang buat nanti jalan sama baby ujin"

"mau bener sutsujin sama cowo kere begini, mending sutsujin sama gua"

"gua aduin sama aeron lu ler, biar lu ngga bisa ngentot lagi berdua"

"canda doang, malah mau jadi orang cepuan"

diren hanya tersenyum tipis menatap kedua temannya yang berdebat, yang awalnya mendebatkan tentang siapa yang akan mentraktir tapi sekarang mereka mendebatkan tentang pacar mereka masing masing

saat perdebatan itu selesai seketika hening melanda di antara mereka bertiga, diren mulai mengeluarkan pertanyaan pada kedua temannya itu

"gimana perasaan kalian berdua kalo sebenarnya lu cuman di jadiin bahan gabut doang?" ucap diren menatap kedua temannya

"gua bakal marah terus bakal menjauh" ucap skylar

"tergantung, kalo gua bucin tolol gua bakal stay di dia tapi kalo gua ngga bucin tolol gua bakal ngelakuin hal yang sama kayak si ler" ucap rinz menatap ke arah diren

"lu ada masalah sama gugun ren?" tanya skylar pada diren

"gua bakal ceritain nanti malam"

"malah di buat penasaran sama lek diren" rinz menatap malas ke arah diren

skip

rinz tengah menjemput diren yang berada di rumahnya sedangkan skylar ia sudah menunggu di tempat mereka sering kumpul bersama, dengan cepat rinz melajukan motornya untuk pergi kesana

sesampainya di sana rinz dan juga diren berjalan ke arah skylar yang sedari tadi sudah duduk dan memesan minuman untuk dirinya dan juga kedua temannya, dengan cepat mereka mendudukkan bokongnya di bangku yang kosong

skylar menyalakan sebatang rokok miliknya lalu mulai menghisapnya dan rinz juga mulai menghisap vape miliknya yang sedari tadi berada di lehernya

diren hanya menatap kedua temannya yang sedang asik pada benda miliknya lalu menghela nafas yang panjang

"udah ren lu cerita aja ke kami kenapa lu sebenarnya?" ucap skylar menatap diren dan masih menghisap rokok miliknya

"iya, mulai kemarin dingin kali kau lek kayak lagi di puncak" ucap rinz menatap ke arah diren

mendengar itu diren langsung menghela napasnya lagi yang begitu panjang lalu menjelaskan pada kedua temannya itu

diren menjelaskan bahwa ia mendengar obrolan gugun, sutsujin dan juga aeron kemarin malam yang membuat diren berfikir keras, gimana tidak? tidak mungkin ia bertanya seperti itu jika bukan tentang dirinya sendiri

dari fikiran diren sekarang ini gugun menyukai yawi bukan yawi yang menyukai gugun. saat acara menginap di rumah yawi saat itu gugun tidur di kamar milik yawi yang membuat diren sedikit emosi tapi gugun menjelaskan bahwa ia dan yawi hanya sekedar teman akhirnya membuat diren sedikit percaya

yawi sangat suka menciumi teman temannya tapi ia berfikir itu hanyalah sekedar candaan baginya tapi candaan itu ia lakukan pada gugun yang membuat diren saat itu marah tapi hanya bisa menahan rasa emosinya yang dimana ia melihat yawi dan juga gugun bercanda bersama dari layar ponselnya(vc)

"jadi karena ini lu sering menjauh dari gugun?" ucap skylar yang hanya di balas anggukan oleh diren

"berarti kemarin info gua ngga salah, ada kelas lain suka gugun tapi aslinya gugun yang suka sama orang di kelas lain (yawi)" ucap rinz

"gua belum bisa pastiin yang gugun suka itu yawi tapi gua merasa dari pertanyaan dia kayak gua cuman di jadiin bahan gabut sama karena kasian aja ke gua" jelas diren

"dia nanya gitu ke aeron sama sutsujin kan?" tanya rinz pada diren dan hanya di jawab anggukan oleh diren

"berarti mereka tau duluan tapi ngga ngasi tau" ucap skylar

"bisa di bilang gitu, muka gua kayak orang perlu di kasihanin?" ucap diren menatap kedua temannya

"sedikit si ren" rinz terkekeh pelan yang menandakan ia hanya bercanda

"menurut gua mending lu tanya atau saling ungkapin satu sama lain apa yang ada di otak kalian berdua, biar ngga jadi salah paham"

"percuma ler, kalo gua tanya pasti bakal di jawab sama kata kata bohongnya karena dia ngga mau bikin gua marah terus menjauh dari dia"

mendengar itu skylar berfikir jika perkataan diren ada benarnya karena gugun akan berbohong sama perkataannya agar hubungan mereka baik baik saja

"lu putus sama gugun urusannya bakal selesai" ucap rinz

"ide lu bagus juga, ngga bisa gua pertahanin kalo cuman gua yang effort karena lawan gua cuman jadiin gua bahan gabut doang"

"ren, lu yakin bakal mau putus sama gugun? coba lu pikir pikir dulu"

"mulai kemarin gua udah mikirin ini ler, udah berulang kali gua mikir gini tapi jawabannya tetap sama(putus)"

"gua dukung lek diren kali ini, menurut gua mending jangan di terima cuman karena kasian itu menyangkut harga diri martabat dan martabak keju coklat, kan ler" ucap rinz menatap ke arah skylar lalu mengeluarkan senyum lebarnya seperti mengode pada skylar

"lu yang beli martabak lu yang traktir malam ini. gua bakal dukung lu apapun yang lu lakuin kecuali lu ngelakuin hal di luar nalar itu baru gua ngga dukung" ucap skylar menepuk pelan punggung diren "semangat lek"

begitu lama mereka mengobrol dan bercanda bersama sampai pada akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke rumah masing masing

saat ini diren membaringkan tubuhnya yang begitu lelah di atas kasur miliknya. diren menatap langit langit kamar seperti memikirkan sesuatu yang ada di kepalanya

"gua bakal ngelepas orang yang hatinya bukan buat gua"

.
.
.
.
.
jangan lupa baca yang skyren yaa sekaligus vote
.
.
.
yaudah segini dulu ya besok malam lanjut lagi

maaf kalo ada yang tipo atau ga nyambung sama cerita sebelumnya ya

jangan lupa vote sama komen biar author semangat buat ceritanya

selamat membaca semuanyaa

SKYRON (skylar x aeron)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang