diren masih berada di posisi awalnya yaitu menatap langit langit kamar miliknya seperti memikirkan sesuatu. setelah hampir 30 menit diren memejamkan kedua matanya karena sudah mulai berat.
keesokan harinya diren tengah bersiap untuk berangkat sekolah, sebelum itu diren berdiri di depan kaca yang begitu besar di kamarnya lalu menatap wajahnya yang terlihat di depan kaca
"siap ngga siap harus siap, semangat lek" ucap diren
diren mengambil tas miliknya lalu bergegas keluar dan mengendarai motornya dengan begitu cepat. sesampainya di sekolah diren memarkirkan kendaraannya saat ingin masuk diren melihat gugun sedang mengobrol bersama seorang laki laki yang ada di hadapannya
"yawi?" ucap diren pelan
diren melihat dari kejauhan gugun dan juga yawi tengah mengobrol dan sesekali tertawa bersama ntah apa yang mereka obrolkan
kali ini diren sungguh malas meladenin mereka berdua dengan cepat diren berjalan melewatinya untuk masuk tapi gugun menyadari keberadaan diren yang menatapnya lalu pergi meninggalkannya
"gua masuk duluan ya wi" ucap gugun yang di jawab anggukan oleh yawi
dengan cepat gugun berjalan mendekati diren, diren yang menyadarinya hanya menatap sekilas ke arah gugun tanpa mengajaknya ngobrol
"baterai kamu habis? makanya ngga mau ngomong sama aku" ucap gugun menatap ke arah diren
"ngga" ucap diren lalu berjalan cepat meninggalkan gugun
setelah sampai di kelas diren mendudukkan bokongnya di samping rinz lalu memakai earphone ke telinganya
gugun yang melihat itu hanya menghela napas yang panjang lalu duduk di kursi miliknya
"belum baikan juga gun?" tanya aeron pada gugun
"belum ron, gua bingung gimana cara baikan sama diren" ucap gugun memasang wajah sedihnya
"tunggu aja nanti gun" ucap skylar menatap ke arah gugun
"tunggu apa?" tanya gugun pada skylar
"nanti juga lu tau"
skylar kali ini sulit percaya antara keduanya yaitu diren dan juga gugun tapi di fikiran skylar bahwa diren ada betulnya juga, untuk apa gugun bertanya seperti itu jika bukan dia
tapi skylar juga berfikir bahwa gugun tidak mungkin seperti itu karena ia melihat dari wajah gugun seperti wajah yang tulus pada temannya itu. bisa di bilang skylar percaya pada diren 50% dan juga gugun 50%
tak butuh waktu yang lama akhirnya pelajaran pun di mulai, sedari tadi skylar menatap ke arah gugun seperti tatapan tidak percaya
skip
pelajaran pun berakhir, seperti biasa mereka ke kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong sedangkan diren masih berada di kelas untuk mendengarkan lagu di earphone miliknya
disisi lain rinz dan juga skylar menatap gugun dengan tatapan tidak percaya, aeron yang melihat itu menatap mereka berdua dengan tatapan bingung
"kalian berdua kenapa liat gugun begitu?" ucap aeron mengerutkan keningnya seperti bingung
"ngga papa, cuman penasaran aja" ucap skylar
"penasaran?" gugun menatap ke arah skylar
"cuman bingung aja kenapa diren bisa marah sama lu padahal kalo liat lu bawaannya ngga bisa marah" ucap rinz bohong karena tidak ingin aeron dan juga gugun tau
"gua aduin sma koko china lu rinz" ucap skylar mengeluarkan senyum seperti mengejek
"gua cuman becanda"
KAMU SEDANG MEMBACA
SKYRON (skylar x aeron)
Fanfictionjangan salpak!! yang homophobic bisa jauh jauhh!! aeron: gua ga bakal suka sama lu skylar : gua bakal bikin lu suka sama gua
