Pesawat terbang kabarnya pun hilang
Setelah satu bulan berlalu, Hari demi hari yang di lewati hanyalah kekacauan, Kecemasan serta ketakutan yang mendalam yang selalu ia rasakan, Bahkan di setiap pekerjaan yang ia kerjakan selalu mendapatkan masalah sekecil apapun itu, Padahal Fansa adalah yang berkompeten dan selalu benar bila berurusan dengan pekerjaan yang ia gemari.
Sudah satu bulan, Gemintara pergi ke luar negeri tanpa memberikan satu pun kabar setelahnya yang membuat hancur pria itu, Albinfansa ia berjanji untuk menanggung segala yang Gemintara titipkan serta tinggalkan padanya dengan catatan harus memberikan kabar untuk dirinya serta keluarga, Namun sampai saat ini, satupun tidak dirinya dapatkan dari Gemintara di jauh sana yang membuat ia begitu larut dalam kesedihan.
Begitu pun dengan Sagara, ia harus mengurus pekerjaan yang begitu banyak dan merawat Abintara juga, Sedangkan Abintara pribadi sedang dalam masa depresinya, sama hal nya dengan Gemintara kedua nya memiliki gejala depresi atas nasib hidupnya yang malang.
Selepas Margaret memeriksa Abintara pada saat itu, Margaret pun memberitahukan bahwa Abintara terlalu lalai atas dirinya, pria itu mengatakan penglihatan Abintara sudah memburuk, dan Abintara sendiri menyadarinya, lepas ia mendapatkan kabar, harus memberitahu kan pada gemintara namun seperti yang sudah di duga, Bahwa gemintara sudah pergi jauh, Tanpa memberitahu sedikit pun pada nya tentang kepergiaan ini, membuat dirinya tambah depresi dan mengurung.
Lilly sudah paham dengan apa yang terjadi, setiap harinya pun yang ia lakukan menunggu pria itu keluar dari rumah dan berbicara padanya, tak memperdulikan parfum yang sudah siap, yang ia perdulikan untuk pertama kali adalah kesehatan Abintara.
Abintara terduduk lesu di bawah kasur, dengan kondisi yang berantakan, Kamar nya pun terlihat begitu suram dan gelap, Ia menyembunyikan dirinya lagi, percuma ia menyalakan lampu, pandangan nya sudah rusak dan kabur, yang saat ini sedang ia tatapan hanyalah sebuah album.
Album yang berisikan tentang dirinya dan Gemintara, ia memeluk nya begitu erat, ia tidak menyadari Gemintara akan melakukan ini lagi, ia mengira semuanya sudah baik-baik saja dan Abintara merasa bersalah atas kepergian dari Gemintara, Setelah dirinya cari tahu lewat ayahnya ternyata Gemintara kembali menjadi sasak hantaman ayah karena Abintara keluar dari dunia entertaiment.
"Kaka... hikss...."
"Kaka Abintara takut kaka..."
"Kak Abintara tidak punya siapa-siapa selain kaka, tidak ada yang tau betapa putus asa nya abintara selain kaka... kumohon kembali."
"Kaka... aaaaa Abin takut...."
"Ahhhhh.... Hiks..."
Di balik pintu sana, seseorang sudah terduduk lemah mendengar semua tangisan itu selama beberapa hari, Sagara tidak tau apa yang harus dirinya lakukan, sebab dirinya pun sedang dalam kesedihan, tidak ada ucapan pamit dari pria itu untuk pergi jauh bahkan dalam waktu yang sangat lama.
Sagara terus memukul dada nya yang sakit, ketika ia berjanji akan melindungi kedua nya dengan baik, dan saat ini ia menerima fakta kedua janjinya tengah hancur berantakan dan ia tak menyadari sama sekali, dan sibuk bekerja.
Flashback
Didalam satu kasur yang sama, kedua nya tengah tertidur dengan gelisah, sagara dan gemintara sedang di landa kegelisahan dan tidak bisa memejamkan mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Abintara&Universe
Teen FictionAku berkata... semesta harus mengetahui Rupa, dan raga yang begitu indah di hadapanku, Bahkan jika kuadukan indahnya matahari, pelangi, kerlipan ribuan bintang, sinar bulan di malam hari, matahari yang tenggelam, atau semua keindahan alam semesta...
